
Angel memohon pada Lily dia ingin bicara dengan Jonathan agar jangan lakukan apapun, dan Lily memutuskan untuk membawa Angel menuju ruangan dimana Axel berada, dengan menaiki kursi roda Lily mendorong Angel keluar kamar.
Angel mencebik "Mom, bercanda. tanganku yang sakit bukan kakiku" tangan Angel mendapatkan beberapa jahitan dan dia harus berhati-hati agar jahitannya tidak terlepas.
"Diam, jika ingin keluar lakukan apa yang Mom katakan, mengerti!"
Angel diam, lalu Lily kembali mendorong kursi rodanya saat tiba di kamar Axel, Angel mengeryit melihat Mommynya menutup mulutnya terkejut melihat laptop daddynya.
"Astaga!!"
"Ada apa Mom?" tanyanya lalu Angel menggerakan kursi rodanya sendiri, hingga tiba di depan Axel dan Baby.
Axel dan Baby hanya diam, lalu Angel memutuskan memutar laptop Axel agar mengarah padanya, Angel tercengang melihat Leon babak belur di hajar Jonathan, Angel mengerjapkan matanya yang di penuhi embun dia merasa sakit saat melihat Leon pasrah saja dipukuli Jonathan.
Angel mendongak meminta Axel memberikan earphone nya, sedangkan Axel menipiskan bibirnya, lalu memberikan benda kecil itu pada Angel.
Tepat saat Jonathan akan memberikan pukulan kembali Angel bicara "Daddy.. hentikan.. aku mohon"
Jonathan berhenti "Daddy jangan sakiti dia kumohon, berhentilah" terdengar Jonathan mengumpat lalu melepaskan Leon.
"Apa Daddy tak peduli padaku, mengapa kau pergi, disaat kita baru bersama.."
"Baiklah, nak.. Daddy akan kembali.."
Angel berusaha mendorong kursi rodanya sendiri namun Axel mencoba membantu.
Angel diam saja hingga dia tiba di kamarnya "Daddy tak menyayangiku..?"
Axel tertegun "Daddy, jangan lakukan itu lagi.. aku mohon.. aku sungguh tak suka melihatnya terluka"
Axel berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Angel "Jika Daddy berhenti kamu akan senang" Angel mengangguk.
"Baiklah, Daddy tak akan melakukannya meski rasanya Daddy ingin membunuhnya.."
"Dad.."
"Ya, baiklah.. kamu begitu menyukainya ya?"
Angel menunduk "Leon baik.. dia berlaku baik padaku Dad, aku hanya tak suka dia kesakitan karena Aku"
"Wah, anak Daddy sudah tau bagaimana caranya jadi budak cinta..hum.."
Angel tersenyum, Axel menganggkat Angel dan merebahkan Angel di ranjang "Daddy akan lakukan apapun untuk kebahagiaanmu" Axel mengecup dahi Angel.
.
__ADS_1
.
.
Acara pertunangan dibubarkan Emily menangis diikuti kedua orang tuanya yang kecewa terhadap Leon.
Leon sendiri masih terdiam dan terpaku ditempatnya, Daddy Leon berteriak marah "Apa yang sebenarnya kau lakukan, apa yang dia maksud menodai putrinya!"
Leon bangkit dengan sisa kekuatannya, Mommy Leon hendak membantu, dan merasa miris dengan penampilan Leon tapi Daddy Leon menahannya "Biarkan dia, dia sudah membuat kita malu"
Leon terus berjalan dengan linglung hingga tiba di depan mobilnya, Leon masuk dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh hingga dia bisa melihat mobil Jonathan lalu dengan cepat menyalip dan menghalangi lajunya.
Jonathan mengumpat saat mobil Leon menghadang mobilnya..
"Sialan mau apa lagi dia!" Leon keluar dari mobilnya dan berjalan kearah Jonathan yang mendengus.
Leon menahan sakit di tubuhnya hanya demi mendengar penjelasan Jonathan tentang semua ini.
"Apa luka yang kau dapat masih kurang" tantang Jonathan.
"Aku akan menerimanya jika dengan begitu aku bisa mendengar penjelasanmu tentang semua ini"
"Untuk apa, agar kau bisa mengatai anakku Ja lang!!"
Jonathan tercengang, Leon mendudukan dirinya di atas aspal "Aku memiliki waktu untuk mendengarkan" Leon tak peduli dengan seruan para pengendara di belakangnya, dia menghalangi laju jalanan dengan memblokir jalan Jonathan.
"Sial.. pergi menepi!" Leon menghela nafasnya, lalu bangkit dengan susah payah.. Jonathan bahkan bisa melihat Leon meringis menahan sakit, Jonathan tahu rasanya pasti sakit tapi dia tetap memaksakan diri untuk mengejarnya, bisakah Leon dipercaya.
Jonathan mulai bicara, meski dia bingung harus memulainya darimana, dia hanya menceritakan yang layak di dengar Leon, dia menyembunyikan fakta jika Angel pernah mendapatkan pelecehan, Jonathan bisa melihat Leon tersenyum "Jadi dia menyukaiku?" Leon menggeleng "Tidak.. dia mencintaiku"
Leon merasa seluruh rasa sakitnya tak ada artinya saat mendengar kenyataan bahwa Angel menyukainya "Maafkan Aku, aku sudah melukainya.. Astaga aku sudah menyakitinya" Leon berkata penuh penyesalan, Leon meremat rambutnya kasar, Angel mencoba mengakhiri hidupnya karena dirinya.
Jonathan menipiskan bibirnya "Lupakan, dia mungkin sudah memaafkanmu, meski aku tak rela" Jonathan bangkit, namun Leon mencegahnya.
"Dia yang memintaku untuk berhenti menghajarmu, kau puas!"
"Dimana Angel sekarang,.. Bi.. bisakah aku bertemu dengannya?" tanyanya gugup.
"Cih kau bermimpi, kau fikir ayah mana yang akan membiarkan anaknya jatuh kelubang yang sama"
"Kumohon, biarkan aku bertemu dengannya.. kau bilang dia sudah memaafkanku?"
Jonathan mengangkat alisnya "Untuk membuat hatinya kembali terluka, kau yakin.. kau bahkan bukan yang pertama baginya?"
"Aku tak peduli, aku mohon biarkan aku bertemu dengannya.. aku mencintainya.. sungguh"
__ADS_1
Jonathan mendengus "Lalu tunanganmu?"
Persetan, Leon tak peduli sama sekali, dia hanya melakukan itu agar orang tuannya diam.
"Ada sesuatu yang tidak kau tahu, kau mungkin akan menyesal karena sudah menyukai Angel" Jonathan melihat raut Leon yang sudah menegang.
"Apa.. itu, apa dia punya kekasih?"
"Tidak, dia gadis yang paling murni, dia tak pernah dekat dengan pria manapun, selain kau, dia gadis berhati malaikat bahkan disaat orang itu menyakitinya, Angel tetap memaafkan"
"Maafkan aku aku menyesal" Leon menyadari kesalahannya, dia menyesal.
"Tidak ini bukan hanya tentang kau, aku juga" Jonathan menghela nafasnya, dia juga ikut bersalah dalam penderitaan Angel.
"Pernahkah kau berfikir selama ini gadis itu menyembunyikan lukanya, aku tak tahu seperti apa dia dulu, tapi ibunya bilang dia selalu terlihat bahagia demi melihat orang lain bahagia, dia bahkan menyembunyikan kesakitannya" kata kesakitan yang Jonathan maksud untuk pelecehan yang dialami Angel, namun dia tak mengucapkan secara gamblang.
Jonathan mengusap air matanya kasar "Malang sekali gadis kecil itu" Leon tak mengerti, tapi melihat Jonathan yang menangis apakah kehidupan Angel begitu menyedihkan.
"Sebenarnya apa yang terjadi, apa yang pernah di alami Angel.. aku ingat pertama kali kami bertemu dia begitu ketakutan dalam kegelapan.." Jonathan menatap lurus, dia ingin bercerita semuanya, tapi dia merasa tak berhak.. bagaimana jika nanti Angel merasa malu, dan menganggap dia menyebarkan aibnya.
Meski Jonathan tak menganggap ini aib, dia justru bangga pada Angel karena sudah kuat menjalani nya meski dia hanya gadis kecil, Jonathan kembali meneteskan air matanya "Aku pergi dulu.."
"Kita belum selesai katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi pada Angel.." Leon mengejar Jonathan dan mencegah saat Jonathan memasuki mobilnya "Kumohon, beritahu aku.."
"Aku tak berhak menceritakan semuanya padamu" Jonathan meninggalkan Leon yang hanya bisa terpaku di tempatnya.
.
.
.
Mampir ke ceritaku yang lain dong 👇
Loving you
First Love
🤗
Like..
komen..
vote..
__ADS_1