Wanita Malam

Wanita Malam
Sesak


__ADS_3

Leon masih menunduk menyembunyikan rautnya, lalu dia mendongak dan menekan beberapa kali di ponselnya hingga dia berhasil menemukan apa yang dia cari.


Leon menekan ponselnya lalu menempelkannya di telinga, menunggu deringan ponsel terhubung dengan orang di sebrang sana.


Leon tak boleh main-main dengan kekuasaan Axel Alonzo, dia yakin apapun tentang Angel akan tersembunyi dengan rapat sedangkan dia butuh sesuatu yang jelas agar bisa menghadapi Angel kedepannya.?


"Bisakah kamu melacak keberadaan seseorang, dan cari tahu apapun tentang dia bahkan yang paling tersembunyi sekalipun"


"Sialan sekali kau, tidak bisa tanya dulu kabarku, setelah sekian lama kau tak menghubungi ku"


"Aku tak punya waktu"


Orang di sebrang sana terdengar mendengus "Hmm.. jadi siapa yang mau kau lacak?" Leon menyebutkan apa yang dia ketahui tentang Angel dan langsung mendapat cibiran dari orang di sebrang sana.


"Wanita rupanya.."


"Aku beri waktu lima menit" lagi-lagi Leon mendengar dengusan dan dia tetap tak peduli.


Leon tahu ini perbuatan ilegal menggunakan hacker untuk menemukan informasi yang tersembunyi tentang Angel.


Seseorang disebrang sana mulai mengatakan apa yang baru saja ditemukan di layar komputernya.


Leon tak bisa tak tercengang dengan apa yang di dengarnya, dia diam terpaku.


"Dia tercatat sebagai pasien dokter Carol seorang psikolog di Negara A, sejak empat tahun lalu, wow.. disini tertulis lengkap, ini seperti sebuah buku diary, ini sebuah rekam medis" orang di sebrang sana berhenti sejenak "...Dan ada yang akan membuatmu lebih terkejut lagi..kau yakin ingin mendengarnya?"


Leon menghela nafasnya lalu meyakinkan diri "Ya, katakan.."

__ADS_1


"Menurut catatan Dokter Carol Angel juga pernah mengalami pe le cehan sek*sual saat berusia 6 tahun.. dan itu terjadi saat penculikan terjadi"


Degh..


Degh..


Degh..


Jantung Leon seolah akan melompat dari tempatnya "A..pa kau.. bilang?" tiba-tiba kata-kata jahatnya terhadap Angel terngiang ditelinga..


["Aku benar- benar bodoh, menganggap mu polos, rupanya kau tak seperti yang ku kira.. Ja lang"]


"Ya, sepertinya ini adalah awal mula dia mempunyai trauma.."


Leon merasa linglung dan tak percaya, benar dirinya bukan yang pertama, tapi Angel bukan seorang Ja lang seperti yang dikatakannya dan dia mengalami hal mengerikan saat usianya 6 tahun.. Lalu Leon teringat ucapan Jonathan..


[....Dia gadis yang paling murni, dia tak pernah dekat dengan pria manapun, selain kau, dia gadis berhati malaikat bahkan disaat orang itu menyakitinya, Angel tetap memaafkan"]


Bagaimana mungkin dia melakukan hal yang sama seperti bajingan yang sudah menyakitinya bahkan di usianya yang baru berumur 6 tahun.


"Leon, dia berada di sebuah rumah sakit" terdengar jeda lagi lalu dia melanjutkan "..dengan catatan pasien percobaan bunuh diri.."


"Terimakasih aku akan segera mengirim uang ke rekening mu" Leon mematikan telponnya tanpa peduli lagi dengan orang di sebrang sana.


Leon jatuh terduduk... kali ini kesakitan Angel disebabkan olehnya... Tiba-tiba dadanya terasa sesak.. Leon memukul dada nya beberapa kali berharap bisa mengurangi sesak di hatinya.. "Akhhh... akhh... maaf.. maafkan aku.. Akhhh..." Leon berteriak.. dia merasa akan mati karena kesulitan bernafas.


Dia telah menyakiti Angel, bahkan sangat dalam, bagaimana jika saat itu Angel tak selamat, bagaimana dengannya.. mungkin seumur hidup dia tak akan bisa menjalani hidup lagi.

__ADS_1


Dia meyakinkan diri untuk mengetahui segalanya tentang Angel, tapi kini setelah dia mengetahui apakah dia akan berani menampakkan dirinya di depan Angel?.


.


.


.


Puas kalian puas.. tadinya ini part buat besok🀧 ya sudah lah, karena aku sayang kalian aku kasih sekarang.. Jangan tanya siapa yang dihubungi Leon karena dia cuma figuran dan gak akan muncul lagi πŸ˜…..


jangan lupa kasih kopi yaβ˜•β˜•β˜• kalo gak ada duit buat beli kopi kasih bunga juga boleh🌹🌹🌹🌹.. kalo masih gak ada duit ya sudahlah yang penting..πŸ‘‡


Like..


Komen...


Vote...


Kalo masih gak bisa juga..


Yah salam...😱


Yah sutra lah... rezeki ku memang segitu kali..


πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2