Wanita Malam

Wanita Malam
Mencoba berontak


__ADS_3

Axel memijat pelipisnya sudah satu minggu sejak Baby menangis malam itu, Axel tak menemui Baby dan Axel tak bisa menyalurkan gairahnya dengan siapa pun, yang terbayang hanya Baby saja, bahkan ia sudah menyewa wanita malam lainnya tetap saja yang ia lihat hanya Baby, wajah murung Baby dengan mata penuh permohonan seperti menghantui Axel, lalu akibatnya sepanjang hari Axel hanya uring uringan.


Axel tak ingin memberi kelonggaran pada Baby,Axel takut Baby besar kepala dan semakin menentangnya nanti, sebenarnya Axel tak berencana mengikat Baby begitu lama hingga kini sudah lebih dari satu bulan, tapi entah mengapa ia tak ingin melepaskan Baby, bosan? ia tak bisa bosan pada Baby, entahlah..


Tak dapat dipungkiri sejak awal ia sudah dibuat terpesona oleh Baby, namun kenyataan bahwa Baby sudah mempunyai seorang anak membuat ego nya terluka, Seorang Axel tentu menginginkan kesempurnaan, Axel berharap Baby masih seorang wanita lajang, meski bukan perawan karna nyatanya dirinya juga bukan perjaka,setidaknya ia bisa mendapatkan wanita baik baik,adanya Angel membuat Axel bertanya tanya siapa ayahnya, namun ternyata kenyataan lagi lagi membuatnya murka ternyata Baby hanya seorang wanita malam dan semakin membuat Axel jijik,itu berarti Angel hasil dari pekerjaan Baby menjual diri namun anehnya Axel semakin tak bisa melepaskannya, dan malah semakin mengikatnya dan mengurungnya.


Ponsel Axel berdering dan nama nenek tertera dilayar "Ya Nek?"


"Axel, sudah berapa lama kamu tak mengunjungi ku, apa kau sudah lupa padaku?"


"Aku sangat sibuk Nek"


"Sibuk mu itu tak pernah berakhir, kemari lah bawa istrimu.."


Axel menghela nafasnya "Ami sedang berlibur keluar negeri dengan teman temannya Nek"


"Kau membiarkan istrimu pergi sendiri.."


"Dia dengan teman temannya Nek, itu berarti dia tak sendiri.."

__ADS_1


"Dengar Axel, kenapa kau tidak pergi dengannya dan malah membiarkan dia pergi dengan temannya, lain kali pergilah bersama anggap saja ini bulan madu kedua kalian.." Axel memutar matanya,ia tau kemana arah pembicaraan nenek nya "Kau tau bukan aku ingin segera melihat cicitku.." benar bukan ini yang Axel perkirakan "Aku ingin mati dengan tenang setidaknya jika kau sudah punya penerus untuk keluarga kita..kau tau aku sudah sangat tua"


Axel menghela nafasnya "Nenek karna nenek sudah tua maka jangan pikirkan apapun,nikmatilah hidup nenek, di masa tuamu kau harusnya menikmati hidupmu dengan uang yang ku beri.."


"Bagaimana aku bisa tenang,, sementara aku akan meninggalkan mu sendiri tanpa penerus.." nenek Axel menghawatirkan Axel karna Axel cucu satu satunya, dan orang tuanya sudah meninggal karna kecelakaan lima belas tahun lalu, kini tinggal neneknya lah keluarga satu satunya,maka nenek selalu mendesak agar Axel segera mempunyai anak agar Axel tak kesepian di masa tuanya nanti seperti sang nenek.


"Aku akan punya penerus tapi nanti.."


"Kapan itu Ax..? aku sungguh bosan dengar ucapan mu"


"Sudah lah nek, aku akan datang nanti.. dan sekarang aku harus menghadiri rapat" Tanpa mendengar jawaban lagi Axel menutup panggilannya,sebenarnya Axel berbohong tak ada rapat hari ini, namun ia hanya beralasan karna kesal dengan desakan neneknya.


"Tuan, nona Baby tidak makan sejak kemarin dan nona hanya minum minum" seorang pelayan yang Axel tugaskan untuk menemani Baby melaporkan keadaan Baby.


Axel bisa mendengar racauan Baby yang terus memaki namanya


"Axel brengsek.. Axel sialan mati saja sana.. Axel gilaaaa..." meski samar Axel masih bisa mendengar makian Baby untuknya..


"Segera hentikan dia, singkirkan minumannya..!" Axel memijat pelipisnya tadi neneknya sekarang Baby.

__ADS_1


"Tuan aku tidak berani,kemarin aku menghentikannya dan nona Baby akan melempar semua botol minuman dalam lemari penyimpanan jika aku menghentikannya"


.


.


Axel memasuki vila dengan tergesa setelah melihat dimana Baby, Axel menghela nafasnya, Baby sudah tak sadarkan diri akibat mabuk dan pelayan hendak memapahnya "Biar aku saja." Axel menggendong Baby dan membawanya kearah kamarnya di lantai dua, satu persatu tangga Axel naiki sambil sesekali melihat Baby yang masih memejam, seperti saat pertama kali mereka bertemu, Baby juga mabuk lalu tak sadarkan diri seperti orang mati bahkan tak ingat jika Axel sudah menggempurnya berkali kali.


Axel tersenyum tipis saat mengingat malam itu, malam ia merasa tak bisa mengendalikan dirinya sampai sampai menyetubuhi wanita yang tengah tak sadarkan diri berulang kali


Dengan bantuan pelayan Axel berhasil membuka pintu kamar Baby, lagi lagi Axel menghela nafasnya "Maaf tuan aku sangat khawatir dengan nona dan menemaninya, jadi belum sempat merapikan ini, sejak kemarin nona mengamuk dan melempar semua barang" Pelayan menunduk takut melihat kamar Baby yang berantakan bak kapal pecah "Aku akan segera merapikannya" Pelayan tersebut bergegas keluar kamar untuk membawa peralatan yang di perlukan, sedangkan Axel kembali melanjutkan langkahnya dan merebahkan Baby di ranjang besar mereka.


"Kau mencoba memberontak Baby.." Axel menyibak rambut Baby yang menutupi wajahnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2