
"Hay.. Angel selamat pagi"
Angel terlonjak dari lamunan nya tentang kejadian setelah dinner semalam dengan pria di depannya, dan sekarang dia sudah ada di depannya dan menampilkan senyum cerah.
Leon terlihat tampan, tegas tapi juga lembut, Angel bisa melihat mata itu lagi, jika saja Angel sedikit membuka hatinya pasti dia sudah jatuh cinta pada Leon..
Tapi hati Angel tertutup rapat.
Angel melihat Leon yang masih menatapnya. Apa pria ini tidak bekerja, ah.. benar Leon sedang fase mendekatinya kan.
Angel menyunggingkan senyumnya "Hallo tuan Leon.."
Leon mencibir "Sudah kubilang jangan panggil tuan.." Leon duduk di kursi di sebelah Angel "Kau sudah sarapan?" tanya nya, sepagi ini sudah berada di gedung pameran lukisan, bukankah Angel mungkin belum makan.
"Asistenku akan membawakannya.." Leon mengangguk.
"Sepertinya rencanaku mengajak mu sarapan harus gagal" Angel mendongak kearah Leon, dia hanya tersenyum tak berniat menanggapi sama sekali.
Semalam setelah dia menerima ciuman dipipi dari Leon dia masuk dan menyandarkan dirinya di pintu, dadanya berdebar kencang, kakinya bahkan lemas serasa tak bertulang, tubuhnya bergetar.
Namun ada yang aneh semalam dia tak bermimpi buruk lagi, malah bayangan saat Leon mendekapnya dilantai dansa hingga saat Leon mencium pipinya terbawa hingga mimpi.
Apa dia juga harus mencobanya sekali lagi.. Angel larut dalam lamunannya bahkan tak menyadari Leon yang tersenyum kecut.
Melihat Angel sama sekali tak terpancing dengan ajakannya, Leon mengira Angel marah dengan tingkah impulsif nya semalam, Leon mengeluh dalam hati, harusnya dia bisa menahan diri bukan?, bahkan mereka baru perkenalan tapi Leon dengan tak sabar hingga mencium pipi Angel begitu saja.
Ayolah,, Angel bukan seperti wanita-wanita itu, yang jika di perlakukan seperti itu akan tersanjung,dan merasa bangga, lain lagi dengan Angel dia mungkin akan tersinggung dan merasa di lecehkan.. Angel berbeda.
"Emm apa kau marah padaku?" tanya nya kemudian, melihat Angel yang hanya diam benar- benar membuatnya gusar bagaimana jika Angel tak mau berhubungan, bahkan mengenalnya lagi.
__ADS_1
Dia bahkan baru merasakan benih benih cinta di hatinya, bagaimana jika Angel tiba tiba menjauh.
"Untuk..?"
"Untuk semalam karena aku mencium pipimu" diingatkan secara langsung oleh Leon entah mengapa Angel merasa pipinya tiba- tiba memerah.
Angel tak menjawab hanya memalingkan wajahnya "Kau benar benar marah?"
Angel menggeleng "Tidak, aku sudah bilang ini tak masalah, aku hanya sedang lelah saja, sepertinya aku perlu jalan-jalan, ah.. maukah kamu menemaniku jalan jalan"
"Oh?" Leon mengedipkan matanya tak percaya.
Melihat Leon yang hanya diam, Angel pun menunduk lalu berkata "Ah tidak bisa ya, kamu pasti sibuk bekerja.. aku fikir aku perlu teman karena aku tak terlalu hapal negara ini, tapi jika tidak bisa tak apa.. aku .."
"Aku mau!" Leon memotong ucapan Angel dengan cepat, dia tak mungkin melewatkan kesempatan dekat dengan Angel.
"Aku senang bisa menemanimu" Leon melirik Angel, lalu ikut tersenyum.
Bertha baru saja tiba di gedung pemeran dan melihat Nonanya sedang mengobrol dengan seorang pria, Bertha segera menghampiri Nona nya dan membawakan sarapan untuk Nona nya.
"Sarapan mu Nona"
Angel segera mengambil sebuah kotak dari tangan Bertha "Terimakasih Bertha.."
"Sudah menjadi tugas saya Nona.." Berta segera menyingkir setelah memberikan kotak sarapan untuk Angel.
"Emm Leon mau sarapan denganku?"
"Hah?"
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
.
.
.
.
First Love❤️
Cinta pertama, sesuatu yang menurut orang tak bisa dilupakan dengan mudah, mungkin itu juga yang terjadi pada Alya.
-Kamu cinta pertamaku, ku harap aku dan kamu akan selalu menjadi KITA-
Alya khumaira.
Namun bagaimana jika Alya tau bahwa dirinya hanya menjadi bahan taruhan saja? Mampukah Alya melupakan segalanya?
Dan bagaimana jika suatu hari di masa depan ia bertemu kembali dengan cinta pertamanya?
Mampukah dia menghadapi Cinta sekaligus Kesakitannya?
.....
Baru nih, Mari ramaikan kak, semoga suka❤️
__ADS_1