
"Jadi sekarang kamu kekasihku?" Leon selesai memajang lukisan Angel di kamarnya, bukankah itu lukisan dirinya dan dia mendapatkan keduanya lukisan sekaligus wujud nyatanya. Jadi Leon memajangnya di kamar pribadinya di hotel.
Angel tersenyum "Kamu, membayar lukisan ku cukup mahal" Angel setuju saat Leon meminta ingin pelukisnya langsung yang mengatarkan lukisannya.
"Aku rasa itu tidak sebanding denganmu" "Itu terlalu murah,dan aku seperti membelimu agar kamu bisa jadi milikku"
"Kamu berfikir seperti itu?"
"Tentu saja tidak, bahkan jika di bandingkan dengan semua milikku kamu lebih berharga, aku bahkan merasa bersalah menawarnya dengan harga itu" Angel benar benar dibuat tertegun, benarkah dirinya lebih berharga dari semua kekayaan milik Leon, jika begitu Angel benar benar akan menyakiti hati Leon, nanti.
"Dan kamu belum menjawab pertanyaanku, Apa kamu mencintaiku?" Leon berjalan mendekat dan tanpa perlawanan dia berhasil menggenggam tangan Angel, mungkin karena Angel sudah memasrahkan dirinya seperti janjinya, dia miliknya sekarang, kekasihnya.
Sedangkan Angel sekuat tenaga menahan dirinya agar tidak gemetar "Kamu tau arti lukisan ini,Leon?" Leon mengeryit dia bertanya tentang perasaannya dan Angel malah membahas lukisan, meski Leon juga ingin tau, tapi kan itu bisa di jelaskan nanti.
"Kamu lihat sayap patah itu? kira kira mengapa itu bisa patah?"
"Mungkin bidadari itu jatuh dari langit dan sayapnya menjadi patah" Angel terkekeh "Bagaimana jika aku sendiri yang mematahkannya" Leon mengerutkan dahinya tak mengerti, apakah itu artinya Angel menyakiti dirinya sendiri tapi untuk apa?
"Aku mematahkannya karena putus asa dalam kegelapan,sunyi dan sendiri,ketika sebuah harapan datang dengan sebuah cahaya terang, namun saat aku melihat cahaya aku tak bisa menggapainya, karena sayap ku sudah patah olehku sendiri" Angel menyadari dia tak bisa menyalahkan orang lain atas nasib buruknya, tapi jika saja dia tak pernah ada mungkin tak akan ada Angel yang kesakitan sendiri.
"Leon aku bukan orang baik seperti yang kamu kira, atau kamu kagumi, aku mungkin sudah menjadi kekasihmu tapi aku tak bisa memberikan hatiku, bahkan pada orang lain, aku bahkan tak bisa percaya pada diriku sendiri"
"Jadi.." Leon menggeleng tangannya menutup mulut Angel, Angel belum selesai bicara, Leon malah takut Angel akan berkata yang tidak tidak dia sudah bersusah payah dan dia tak ingin perjuangannya sia-sia jika Angel belum mencintainya, maka dia yang akan membuat Angel mencintainya.
"Kita manusia Angel, yang tak tau arah kedepan seperti apa, bukan tidak bisa, tapi belum, aku akan berusaha agar kamu mencintaiku, asalkan kamu membuka hati untuk ku, itu sudah cukup"
Leon menangkup wajah Angel "Aku tak tau apa yang kamu alami dulu, hingga kamu begitu terluka, tapi mulai sekarang hanya akan ada kebahagiaan"
Angel menggigit bibir bawahnya dia menahan jeritannya, dia ingin berkata 'Jangan lakukan itu Leon, jangan tunjukan lebih lagi, kamu bisa lebih sakit lagi'
Leon mengusap air mata Angel lalu mendekatkan wajah nya, dengan tulus memberikan kecupan dibibir Angel.
Leon bisa merasakan Angel menegang, Leon melakukannya berulang hanya kecupan yang dia lakukan dengan lembut, setelah merasakan Angel mulai rileks, Leon memperdalam ciumannya dia melu mat bibir Angel yang sudah dia dambakan sejak awal.
Angel meneteskan air matanya, dia akan melakukannya dengan tulus sebagai ganti dirinya yang akan memanfaatkan Leon kelak.
Dia bisa merasakan ketulusan Leon, dan membuatnya semakin merasa bersalah.
__ADS_1
Angel pasrah, meski bercampur ketakutan dia membuka mulut membiarkan Leon menjelajah disana, seperti janjinya dia akan melakukannya dengan tulus, dia akan melakukan tugasnya sebagai seorang kekasih.
Balasan yang setimpal bukan dengan sesuatu yang akan Angel lakukan, Angel bahkan rela melawan rasa takut dan memberikan tubuhnya pada Leon, berharap mengurangi rasa bersalahnya.
"Jadi kamu kekasihku sekarang?"
"Huum" Leon kembali melu mat bibir Angel.
.
.
"Kau menawar lukisan hingga 250.000$" Jonathan bertanya saat Alcio baru saja tiba.
Alcio memberengut "Lagipula Aku tidak mendapatkannya" Alcio sebenarnya sudah berhenti menawar saat penawaran naik ke angka 80.ribu namun saat Leon menaikan harga hingga 200 ribu, Alcio kembali menawar hingga 250. ribu namun ternyata Leon langsung menawar hingga 400 ribu dan dia langsung diam.
"Sudah kubilang jangan mencoba menyaingi Mckenzie itu" Jonathan tau, bahwa Alcio tak terlalu suka perusahaan mereka bekerja sama dengan perusahaan Leon, namun Jonathan tak bisa menghilangkan kesempatan ini, dia berjuang membangun perusahaan setelah Axel menghancurkannya, dan kini dia bisa bangkit, tentu saja tawaran kerjasama dari Leon itu sangat berarti.
Alcio selalu merasa Leon itu hebat, dan dia seperti punya saingan tersendiri, bahkan saat Leon tak pernah tau, Ambisinya selalu ingin melebihi Leon, atau jika tidak mereka bisa berdiri di tempat yang sama.
Dan saat mempunyai kesempatan untuk membeli lukisan yang sejak awal diinginkan Leon, dia ikut menawar meski harga yang dia tawarkan cukup besar.
Dan jika dia bisa mengambil perhatian Angel dari Leon bukankah lebih bagus lagi.
Tapi uang Leon lebih banyak darinya, Sial!.
"Sudah ku bilang kau masih muda, bahkan perbedaan umur kalian sepuluh tahun, kau masih bisa mengalahkannya nanti, tapi untuk sekarang belajar lah dengan giat, agar bisa seperti Leon"
Alcio hanya bisa mengangguk mengiyakan "Baiklah.."
Jonathan menggelengkan kepalanya melihat putra satu- satunya itu, setiap apa yang Leon miliki dia juga menginginkannya, dia benci Leon tapi juga selalu menirunya, Jonathan jadi bingung dia ingin bersaing atau menggemari Leon.
Tapi mengenai Leon, Jonathan jadi semakin penasaran tentang pelukis itu, gadis itu, bisa menarik perhatian Leon bahkan Alcio juga, yah meskipun Alcio cenderung mengikuti Leon.
Seperti ada sesuatu yang menariknya dan ingin tahu lebih tentang gadis itu.
Jonathan menekan beberapa tombol di ponselnya, menunggu beberapa saat dan seseorang di sebrang sana sudah menjawab.
__ADS_1
"Ya, tuan?"
"Cari tahu semua data dari pelukis itu, bawakan padaku besok!"
.
..
Sementara itu Axel baru saja selesai menghubungi bodyguard yang dia utus untuk menjaga Angel "Ada apa?" Baby ada di sebelahnya, dia juga ikut mendengarkan pelelangan lukisan Angel, dan ikut terkejut saat ada yang menawar hingga semahal itu.
"Orang itu yang membeli lukisan Angel, sepertinya menyukai putri kita"
"Ah, benarkah.. itu bagus, apa Angel juga menyukainya?"
"Entahlah" Axel menghela nafasnya.
Baby beralih ke pangkuan Axel, dia tahu ada sesuatu yang Axel risaukan maka dia berusaha untuk menenangkan "Ada apa? apa dia bukan pria baik?" Baby mengelus wajah Axel.
"Tidak bukan itu" Axel mengecup bibir Baby, dia bingung harus memberi tahu Baby atau tidak.
"Lalu?"
"Angel pergi ke rumah Michael" Axel bisa merasakan punggung Baby menegang.
"A..pa..?"
"Tenanglah, dia akan baik baik saja" Axel mengelus punggung Baby.
"Axel.. apakah Angel tau tentang dia"
.
.
.
Like..
__ADS_1
komen..
vote..