
"ada sesuatu yang ingin kalian katakan pada ayah?" tanya ayah adjri dengan nada serius menatap aleshia, jemmy dan bunda lena secara bergantian n
"baiklah mau sampai kalian menyembunyikan berita ini dari ayah?" tanya ayah adjri lagi karena ketiganya masih saja bungkam dengan wajah tegang mereka
"maksud aya apa? bunda gak ngerti" ucap bunda lena memberanikan diri
"sejak kapan bunda jadi pintar berbohong?"
"ayah" lirih aleshia merasa takut melihat tatapan ayahnya seperti akan memangsa bundanya hidup-hidup
"kalian tidak menganggap keberadaan ayah? apa penyakit ayah separah itu sampai kalian menyembunyikan masalah penting ini dari ayah?" sarkas ayah adjri dengan wajah yang sudah merah padam
"ayah maafkan kami, kami hanya takut" ucap aleshia dengan menundukan wajahnya
"takut ayah mati karena mendengar kabar abang kamu kembali masuk penjara begitu? ayah tidak selemah itu aleshia"
"maaf ayah semuanya salah bunda, bunda yang meminta ale untuk merahasiakan ini semua dari ayah"
"apa kalian semua menganggap ayah ini terlalu bodoh, tidak ada seorang ayah yang akan diam saja ketika anaknya tidak pulang ke rumah selama berminggu-minggu" sentak ayah adjri membuat aleshia, jemmy dan bunda lena takut
aleshia meremat kedua tangannya sendiri mendengar semua ucapan ayah adjri selama ini aleshia melupakan bahwa ayahnya bukan orang yang bisa di bodohi dengan mudah aleshia terlalu menganggap enteng masalah ini sampai saat ayah adjri merasa kecewa karena tidak di beri tahu secara langsung tentang apa yang sudah terjadi pada anak sulungnya aska
aleshia dan jemmy hanya diam lidah mereka seakan terasa kelu untuk berbicara hanya bunda lena yang berusaha meminta maaf dan menjelaskan alasan kenapa aleshia dan jemmy merahasiakan ini dari ayah adjri
"sudahlah semuanya sudah terjadi, bagaimana keadaan abang kamu di dalam sana aleshia? kapan sidangnya akan di gelar?" tanya ayah adjri kepada aleshia
"hari senin ayah, maafkan ale karena tidak bisa memenuhi keinginan bang aska untuk membebaskannya ale sudah ada tabungan lagi" sahut aleshia masih menundukan wajahnya
"kalaupun kamu ada uang lebih baik uang kamu simpan untuk kebutuhan kamu sendiri, bisa besar kepala anak itu kalau terus di lindungi biarkan dia mendapatkan hukuman yang seharusnya dia dapatkan, ayah sudah lelah dengan tingkah abang kamu yang tidak pernah berubah"
"ayah gak marah sama ale?"
"untuk apa ayah marah selama ini kamu selalu mengalah dan menuruti apapun keinginan abang kamu, sudah berapa kali dia keluar masuk pen jara dan selalu kamu yang menebusnya kali ini biarkan dia tugas kita sekarang hanya mendoakan dia supaya bisa berubah dan menjadi lebih baik lagi kedepannya bukan ayah tidak sayang dengan abang kamu tapi ayah ingin dia tahu bahwa tidak selamanya semua yang dia inginkan harus dia dapatkan dengan mudah, bunda setuku kan dengan apa yang ayah lakukan?" ayah adjri melirik bunda lena yang diam membisu
__ADS_1
"bunda terserah ayah saja" lirih bunda dengan suara bergetar mencoba untuk menahan tangisnya
"om maafkan jemmy juga ya yang sudah ikut campur dalam masalah keluarga om, semoga setelah ini bang aska bisa benar-benar berubah" seloroh jemmy
"tidak apa-apa jem, kamu sudah om anggap seperti anak om sendiri meskipun sekarang kedua orang tua kamu tidak menyukai aleshia"
jemmy tertegun mendengar ucapan ayah adjri yang mengetahui bahwa kedua orangtua jemmy sekarang sudah berubah dan membenci aleshia dengan alasan yang tidak masuk akal padahal aleshia tidak pernah berbuat salah kepada mereka ataupun merugikan kedua orang tua jemmy
aleshia yang mendengar obrolan jemmy dan ayah adjri hanya diam saja, tidak ingin membahas sesuatu yang membuat mood nya hancur hari ini
jika memang kedua orang tua jemmy mau membencinya aleshia silahkan saja yang terpenting untuk saat aleshia masih di sayangi oleh kedua orang tua kandungnya sendiri untuk apa repot-repot mengurusi orang lain yang tidak menyukai dirinya
"le gue mampir ke rumah bentar ya" ucap jemmy kepada aleshia yang sedang sibuk pada ponselnya
"iya pergi aja" sahut aleshia cuek
"lo marah sama gue?" tanya jemmy
"marah kenapa?" aleshia mengernyitkan keningnya tak mengerti
"sejak kapan seorang aleshia jadi baperan jem, terserah bokap nyokap lo kalau mau benci sama gue, gue gak mikirin hal itu banyak hal yang lebih penting dari pada harus mikirin orang-orang yang gak suka sama gue, biarin aja mereka dengan asumsi mereka sendiri gue gak ada kewajiban buat ngasih pembelaan sama mereka semua"
"tapi jangan marah same gue ya"
"gak akan jem, lo sahabat terbaik gue mana bisa gue marah sama lo"
"ya udah gue ke rumah dulu ya jangan kemana-mana sebelum gue balik lagi kesini"
"iya bawel"
jemmy melangkahkan kakinya menuju rumah kedua orang tuanya yang memang berada tepat di samping rumah aleshia
sebenarnya jemmy sangat malas untuk menemui kedua orang tuanya namun karena pesan ancaman dari mama winda terpaksa jemmy mengikuti keinginan mama nya dari pada mama nya membuat ulah lagi
__ADS_1
"jemmy datang ma" teriak jemmy saat masuk ke dalam rumah
"salam dulu dong jem jangan teriak-teriak gitu kayak di hutan saja" sahut mama winda yang datang dari taman belakang
"assalamualikum mama" ucap jemmy tersenyum paksa
"wa'alikum salam anak mama" mama wi da tersenyum dan mengajak jemmy untuk makan bersama
"ma jemmy udah makan masih kenyang" tolak jemmy
"kamu makan di rumah wanita malam itu kan? kamu kenapa sih susah banget kalau fi bilangin sama mama jem"
"mama jangan bicara sembarangan dong, pedes amat melebihi pedesnya bon cabe level 1000"
"lho mama cuman ngomong fakta kok, itu buktinya si ale-ale bisa punya mobil mewah kayak gitu pasti hasil dari jadi wanita simpanan kan gak mungkin si ale-ale mampu beli mobil semahal itu, berapa sih bayaran seorang wanita malam gak mungkin lebih besar dari gaji kamu di perusahaan kan" ceplos mama winda membuat jemmy geram
"mama bisa gak sih kalau ngomong itu di cerna dulu jangan asal jeplak aja, mama itu harus tobat ikut pengajian sana biar mulut mama gak terus-terusan nyakitin hati orang lain terutama ale, ale sahabat jemmy ma jemmy gak rela mama jelek-jelekin ale di depan jemmy"
"punya temen wanita malam aja bangga, jangan-jangan kamu udah di kasih yang enak-enak ya sama si ale-ale itu makanya sampai segitunya ngebelain wanita murahan itu" ucap mama winda merendahkan aleshia
"mama cukup ya, atas dasar apa mama bilang ale wanita murahan apa selama ini ale pernah keliatan bersama pria hidung belang? apa ale pernah berbuat sesuatu yang merugikan mama apa salah ale sampai mama segitu bencinya sama ale padahal mama dulu sayang banget sama ale sama kayak mama sayang sama aku dan jesi" sentak jemmy mulai tersulut emosi
"berani kamu ngebentak mama jem? derajat kita udah beda sama mereka jangan bikin malu mama sama papa karena kamu terus bergaul dengan aleshia, mama gak mau nama baik keluarga kita tercoreng hanya karen dekat dengan seorang wanita malam"
"mama itu harus bener-bener
di rukiyah biar setan-setan yang ada di dalam tubuh mama itu keluar"
"Jemmy kamu keterlaluan mau mama coret kamu dari kk"
"coret aja nama aku dari kk kalau mama mau aku bisa kok numpang dalam kk om adjri dan tante lena"
"berani kamu jem"
__ADS_1
"sudahlah ma kalau mama nyuruh aku pulang cuman mau ngajak ribut aku gak mau takut durhaka"