
aleshia terbangun masih merasakan sedikit pusing akibat mabuk semalam
aleshia melihat sekelilingnya seketika aleshia menyunggingkan senyumnya
aleshia sudah yakin bahwa jemmy lah yang mengantarkannya pulang semalam dan menemaninya tidur sampai pagi di? dalam satu kamar namun jemmy tidur di sofa sedangkan aleshia tidur di ranjangnya
sudah menjadi kebiasaan jemmy jika aleshia mabuk dia selalu menemani sampai pagi, dan sebelum dia benar-benar meninggalkan aleshia, jemmy selalu menyiapkan satu gelas jeruk hangat agar tubuh aleshia segar kembali tidak lupa dengan satu piring nasi goreng yang jemmy siapkan untuk sarapan aleshia
"for you my soulmate, have a nice day aleshia paramitha" tulisan dari catatan yang jemmy tinggalkan di atas nakas
"thank's jem you're the best" gumam aleshia setelah membaca note dari jemmy
begitulah hubungan jemmy dengan aleshia, sangat dekat bahkan jika orang asing yang melihat kedekatan mereka pasti menyangka aleshia dan jemmy adalah sepasang kekasih, persahabatan aleshia dan jemmy begitu tulus tidak ada niat apapun dalam hati aleshia ataupun jemmy kasih sayang yang mereka milikki tidak lebih dari rasa sayang sebatas sahabat saja tidak lebih dari itu bahkan Jemmy sudah menganggap aleshia sebagai saudaranya sendiri apapun yang terjadi dalam hidup aleshia selalu jemmy orang pertama yang akan mengetahuinya bahkan jemmy lebih tahu semua tentang aleshia di banding dengan kedua orang tua aleshia sendiri
tidak heran jika artur merasa sangat cemburu melihat kedekatan antara aleshia dan jemmy, menurut artur semua perhatian yang jemmy berikan kepada aleshia melebihi perhatian seorang sahabat dan artur mengira jika jemmy mempunyai perasaan khusus untuk aleshia selain perasaannya sebagai seorang sahabat dan itu membuat artur ketar ketir sendiri takut aleshia akan mulai jatuh cinta kepada sahabatnya itu di ingat pertemuan mereka yang sangat intens dan dari segi fisik jemmy sangat tampan artur pun mengakui hal itu bukan tidak mungkin aleshia akan mudah jayih cinta dengan sosok seorang jemmy yang masih misterius bagi artur
"seneng banget kayaknya" ucap artur yang tiba-tiba muncul di apartemen aleshia
"mas artur, kamu disini?" tanya aleshia melihat artur yang sedang menyender di ambang pintu kamar aleshia
artur tidak menjawab ucapan aleshia, artur berjalan mendekati aleshia yang masih memakai selimut tebalnya dan rambut aleshia yang masih terlihat acak-acakan khas bangun tidur
"pulang jam berapa?" tanya artur duduk di samping aleshia
"semalam aku mabuk mas gak ingat pulang jam berapa" jawab aleshia jujur
__ADS_1
"mabuk? lalu kamu pulang di antar siapa? kenapa telfonku tidak di jawab?" tanya artur lagi
"di antar jemmy mas dan maaf semalam aku lupa bawa ponsel ke tempat kerja" jawab aleshia
"jemmy yang mengantarmu sampai ke kamar? dan itu sarapan jemmy yang menyiapkan untukmu?" tanya artur lagi dengan sorot mata yang begitu tajam membuat alesia diam hanya mengganggukan kepalanya saja sebagai jawaban atas pertanyaan artur
"brengsek" umpat artur dengan wajah yang sudah memerah dan rahangnya yang sudah mengeras menahan amarah
dengan kasar artur menyibakan selimut yang menutupi tubuh aleshia, aleshia memicingkan matanya tidak mengerti dengan sikap artur yang mudah marah tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi
artur memeriksa setiap inci tubuh aleshia, aleshia semakin geram dengan tingkah artur yang terlihat begitu posesif padanya
"kamu itu sebenarnya kenapa?" sentak aleshia tak terima dengan perlakuan artur
merasa tidak menemukan apa yang sedang dia cari, artur segera memeriksa rekaman cctv yang berada di aparteman aleshia untuk memastikan rasa curiganya
artur memang sangat posesif jika berhubungan tentang aleshia seperti saat ini artur mengira bahwa semalam telah terjadi sesuatu antara aleshia dengan jemmy mengingat aleshia pulang dalam keadaan mabuk pasti aleshia tidak akan ingat apapun tentang kejadian semalam apalagi ketika tahu jemmy yang menemani aleshia semalaman membuat artur semakin di landa kecemasan dan rasa cemburu
artur menghela nafas karena kecurigaannya ternyata tidak benar, jemmy benar-benar mengantarkan aleshia pulang dan menjaga aleshia sampai pagi tanpa melakukan apapun
artur kembali lagi ke kamar aleshia untuk minta maaf
"honey maaf aku sudah berpikiran macam-macam tentang kamu dan jemmy" ucap artur tulus
"apa serendah itu aku di mata kamu mas? aku memamg wanita malam dan pekerjaanku memaksaku untuk berinteraksi dengan banyak pria tapi aku bekerja hanya sebagai DJ bukan jual diri" sahut aleshia yang sudah menitikan air matanya
__ADS_1
"ya aku tahu aku hanya cemburu maafkan aku" lirih artur ingin memeluk aleshia namun aleshia menolaknya
"kenapa rasa cemburu selalu membuat kamu kehilangan akal sehat kamu, pekerjaan aku memang hina tapi setidaknya aku bisa menjaga diri dari sesuatu yang seharusnya aku jaga, aku gak nyangka kamu berpikiran sekotor itu sama aku mas aku kira selama ini kita berhubungan dengan saling percaya satu sama lain tapi kenyataannya hanya aku saja terlalu berharap"
"honey sumpah aku gak bermaksud untuk melukai perasaan kamu, aku cinta sama kamu tulus tidak peduli dengan apapun pekerjaan kamu"
"tapi kenyataannya berkali-kali kamu merendahkanku karena pekerjaanku di dunia malam, sudah aku bilang tinggalkan aku jika kamu merasa malu memiliki kekasih sepertiku lagipula seharusnya aku sadar diri pria kaya sepertimu mana mau terikat hubungan yang serius dengan wanita malam sepertiku sudah bagus kamu bersama istri kamu bukan denganku seorang wanita malam yang berstatus janda"
"kenapa jadi merembet kemana-mana, demi apapun aku tidak masalah dengan pekerjaan kamu apalagi statusmu yang seorang janda toh jika aku sudah bercerai statusku juga akan menjadi duda tidak ada masalah bukan" artur terus meyakinkan aleshia
namun aleshia hanya diam rasanya aleshia sudah sangat lelah harus terus berdebat dengan artur karena masalah yang itu-itu saja seperti hari ini baru saja aleshia membuka mata sudah di suguhkan perdebatan yang membuat moodnya hancur
artur memang tidak mempermasalahkan pekerjaan dan status aleshia artur menerima setiap kekurangan aleshia dan artur begitu tulus mencintai aleshia hanya saja rasa cemburunya yang terkadang tak terkendali, artur hanya takut kehilangan aleshia dan artur tidak mau sampai aleshia berpaling ke lain hati namun cara artur menunjukan rasa cemburunya jelas salah bahkan terkesan membuat aleshia semakin rendah di mata artur
"sayang aku mohon jangan seperti ini" bujuk artur bersimpuh di bawah kaki aleshia yang masih duduk di atas ranjang
"terserah aku lelah" sahut aleshia cuek
"jangan membuat aku gila dengan sikap kamu yang seperti aleshia, aku mencintaimu sungguh percayalah aku tidak main-main dengan perasaanku"
"tapi tingkahmu membuat aku tidak yakin kalau kamu benar-benar tulus mencintaiku, selalu saja seenaknya jika berbicara tidak memikirkan perasaan orang lain, arogan, egois" sentak aleshia
"harus dengan cara apa aku membuktikan kalau aku tulus dan benar-benar cinta sama kamu"
"entahlah, baru saja bangun tidur sudah berdebat bikin moodku hancur saja"
__ADS_1