
Seperti kata Axel operasi kini tengah di lakukan dan Baby menunggu di luar ruang operasi menatap kosong pintu yang tertutup rapat,kedua tangannya terkatup di dada seraya berdoa untuk sang ibu, percayalah meskipun hidup Baby sudah jungkir balik dan menyalahkan takdirnya yang buruk tapi dalam hati mengharap tuhan beri satu kali saja kebaikan untuknya, kesembuhan ibunya.
"Mom.." disisinya Angel menyentuh ujung bajunya dan menyadarkan lamunan "Nenek pasti sembuh.." Angel tau jika dirinya mempunyai nenek namun baru kali ini ia ikut kerumah sakit, karna alasan nenek yang sakit parah dan tak bisa di jenguk anak kecil.
"Ya, tentu saja.." Baby menggenggam tangan Angel lalu mengecupnya seolah itu bisa menguatkannya. "Maaf janji mom ke pantai harus batal.." Baby ingat akhir pekan ini ia berjanji mengajak Angel ke pantai sebagai ganti pekan keluarga yang diadakan disekolahnya, karna Angel tak punya ayah jadilah ia enggan untuk datang,maka Angel minta Baby untuk berlibur ke pantai,namun ternyata situasi ini datang tak terduga, mereka berdua malah ada di koridor rumah sakit.
"Gak papa mom, kita bisa pergi setelah nenek sembuh..dan berlibur bersama" Baby mengangguk setuju "Huum, kita bisa ajak nenek bersama.."
"Ya mom, pasti seru!"
lalu setelahnya kembali hening, hanya dua tangan saling bertaut,saling menguatkan.
.
.
.
Dokter sudah menjelaskan kondisi ibu Baby, yang koma pasca operasi, namun meski begitu Baby bisa bernafas lega karna operasi berjalan lancar..
__ADS_1
"Makanlah kamu pasti belum makan" Alfredo datang untuk ikut menguatkan Baby, dia juga membawa makanan meski hanya burger dan hot dog untuk Baby dan Angel, Angel sedang tidur karna lelah menunggu, selain menanggung biaya operasi Axel juga memastikan perawatan terbaik untuk ibu Baby, terbukti dengan ruangan VVIP yang mereka tempati,dan Angel bisa tidur nyaman di ranjang yang tersedia, ruangannya juga cukup luas dengan beberapa sofa yang nyaman.
"Terimakasih, bukankah kamu sibuk mengurus Mery, mengapa datang" Baby tau Alfredo kelelahan mengurus kasus Mery, terbukti dengan matanya yang mempunyai lingkar hitam.
"Aku sudah membawa tiga pengacara,tapi sulit, Axel benar benar akan membuat Mery membusuk di penjara" Alfredo menghela nafasnya "Lupakan itu biarkan itu jadi urusan pengacara Mery.. oh ya kau belum menjelaskan dari mana semua ini"
Baby tau Alfredo akan menanyakan ini, darimana organ ginjal itu, biayanya, juga ruang rawat ini, sedangkan Baby tak punya uang sebanyak itu..
"Aku tak tau, apa ini takdir baik atau buruk tapi kita sedang berurusan dengan orang yang sama Al.." Alfredo mengerutkan keningnya "Axel.."
"Maksudmu Axel Alonzo" Alfredo terbelalak lalu duduk di sisi Baby "Bagaimana bisa?"
Alfredo mengedipkan matanya "Kau akan bekerja untuknya.."
"Tepatnya aku menjadi budaknya.."
"Barapa lama?"
"Hingga dia bosan" Baby tertunduk, Al tau Baby sedang dilema dalam keadaannya sekarang,Baby paling menghindari melayani orang yang sama berkali kali, untuk menghindari masalah dikemudian hari..
__ADS_1
Alfredo menepuk pundak Baby "Setidaknya Axel, lumayan tampan.. kan? jadi kamu bisa menikmatinya" itu hanya penghiburan untuk Baby, Alfredo tau Baby tak pernah menikmati pekerjaannya, dan lebih memilih menyakiti dirinya sendiri,katanya agar ia selalu ingat bahwa pekerjaan yang ia lakukan bukanlah suatu kebanggaan yang harus ia nikmati.
Baby tertawa "Ya kau benar Axel juga punya tubuh yang bagus,dan se xy.." Baby menggerlingkan matanya.
"Kau tau aku juga punya tubuh yang bagus, mau bukti.." Alfredo bergerak hendak melepas jaket kulitnya, namun Baby memberikan pukulan.
"Sialan kau" Baby cemberut, namun setidaknya ia sudah bisa tersenyum karna perkataan Alfredo. "Terimakasih sudah menghiburku"
"Kau tau aku hanya bisa melakukan itu, tapi bagaimana dengan sekali pelukan.." Alfredo melebarkan tangannya, meski Baby tak pernah mau memeluknya tapi Alfredo selalu melakukan hal yang sama, melebarkan tangannya yang entah kapan Baby menyambutnya.
"Kau tau aku tak pernah mau, tapi karna hari ini ibuku sudah dioperasi dan berhasil aku akan memberi pelukan.." Baby masuk kedalam pelukan Alfredo dan menenggelamkan dirinya, untuk sesaat Al, tertegun ia tak menyangka pelukannya akan tersambut tapi merasakan punggung Baby berguncang di pelukannya menyadarkan Alfredo untuk segera menepuk punggung Baby.. Baby menangis dipelukannya,untuk pertama kalinya.
"Aku takut Al.. aku hanya takut itu terulang kembali.."
"Tidak apa apa,Baby.. aku akan berdoa semua segera berakhir dan si Axel bisa cepat bosan agar kau bisa lepas darinya.. setidaknya kau punya jembatan untuk lepas dari keadaanmu sekarang, soal itu.. kau hanya perlu ingat untuk membentengi dirimu.." Alfredo berdoa dengan tulus ia sudah menganggap Baby adiknya sendiri meski hanya doa yang bisa ia berikan.
lima tahun saling mengenal membuat Alfredo mengenal Baby, dan hanya Alfredo sahabat dan saudara satu satunya.
"Yah.. kau benar semoga dia cepat bosan..!"
__ADS_1