Wanita Malam

Wanita Malam
Emily..?


__ADS_3

Semua duduk berhadapan di atas sofa diruangan Angel, Jonathan, Axel, Baby dan Lily, sedangkan Bertha dia menunggui Angel yang belum sadar, tepat di sisi ranjangnya, Angel seolah enggan terbangun, perempuan itu terus saja memejamkan mata.


"Jadi dia benar anakku?" desah Jonathan menunduk dengan mata merah,lalu dia melihat kearah Baby, seolah mencari dalam memorinya apakan dia mengingat Baby.


"Berhenti bicara omong kosong, jika pun kau tidak percaya itu bukan masalah, kami hanya ingin tahu apa yang kau lakukan hingga dia jadi seperti ini"


Disisi Jonathan Lily terus mengusap air matanya, dia dan Jonathan baru selesai mendengarkan apa yang terjadi hingga Angel terbaring di ranjang di depan mereka.


"Aku tak melakukan apapun, aku yakin asistennya sudah menceritakan semuanya bukan"


"Lalu bagaimana bisa Angel histeris dan traumanya semakin parah?"


"Cih, kamu tahu Sayang kadang sebuah kata-kata bisa lebih tajam dari sebilah pedang" Axel mencibir dia ingat Bertha mengatakan bahwa Jonathan memanggil Angel Ja lang.


"Ya itu salahku, maaf.." Baby dan Axel tertegun "Juga apa yang dilakukan Ayahku, Aku minta maaf, meski dia tak pantas mendapat ampunan dari kalian sedikit pun, apalagi Angel.." Jonathan merasa tercekat.. ya Tuhan Angel benar-benar Anaknya.


"Jika kau merasa tak percaya kau boleh melakukan tes DNA, tapi menurutku itu tak berguna Angel sudah tak membutuhkan pengakuan mu, sejak kau melukai hatinya" Baby melihat Angel yang masih belum bangun "Dia hanya putriku.."


Lily semakin sesegukan "Malang sekali anak itu.."


Jonathan menoleh kearah Lily "Maafkan aku" Lily menggeleng dia melanjutkan bicara..


"Saat aku melihat Angel, aku langsung menyukainya, dia manis,cantik dan anggun, Aku bahkan berfikir akan menjodohkannya dengan Alcio, jika saja dia tak punya kekasih.." Lalu semua hening, Bertha yang juga mendengar langsung bangkit.


"Tuan, Nyonya.. sebelum pulang Nona juga menemui tuan Leon.. hanya saja.. aku tak yakin, namun Nona datang dengan pakaian kusut dan rambut berantakan, juga.." Bertha menegang saat mengingat sesuatu "Apakah.. Astaga.. apakah"


"Bicara yang jelas Bertha apa yang terjadi pada putriku" desak Axel.


"Pergelangan tangan Nona memerah.. apakah dia melakukan kekerasan.."


"Brengsek!!" mereka menoleh itu keluar dari mulut Jonathan "Itu akan menjadi urusanku"

__ADS_1


Axel terkekeh "Lucu sekali kau, aku tidak butuh, jika semua yang terjadi karena bocah itu, aku sendiri yang akan membunuhnya"


Baby menggeleng sembari membayangkan apa yang pria itu lakukan pada putrinya mungkinkah dia melakukan pelecehan pada Angel, hingga Angel kembali terpuruk "Tidak, jangan lagi Axel, Aku tak mau ada pembalasan dendam atau apapun, aku hanya ingin fokus pada kesembuhan Angel, biarkan Tuhan menggunakan caranya untuk membalas apapun kesalahannya."


"Dia akan menyesal jika melakukan itu pada Angel" Lily mengusap bahu Baby.


.


.


.


Sementara itu orang yang mereka bicarakan sedang menelungkupkan wajahnya di meja Bar di kamar hotelnya setelah meneguk beberapa botol bir, ponsel di sebelah kirinya terus berdering, Leon melihat kearah ponselnya lalu menghela nafasnya berat, tanpa mengangkatnya Leon pergi memasuki kamar mandi.


Setelah beberapa saat Leon sudah kembali rapi dan keluar dari kamar hotelnya berjalan dengan raut datar menaiki lift, Leon teringat pertemuan pertamanya dengan Angel di lift itu, lalu mendengus dalam hati mengingat semua yang Angel lakukan adalah kepalsuan.


Leon menaiki mobilnya dan segera melaju dengan kencang tanpa menghiraukan kepalanya yang mulai berdenyut akibat bir yang dia minum.


Leon memarkirkan mobilnya sembarang dan masuk tanpa perlu sibuk menyapa pelayan yang menyambutnya di depan pintu.


Di dalam sudah ada Emily beserta kedua orang tuannya, Daddy dan Mommynya duduk bersebrangan dengan mereka, Emily segera berdiri saat Leon datang "Kau datang" senyum indah menghiasi Emily dia tak menyangka Leon akan datang hari ini.


"Akhirnya kau menyerah?" Daddynya mencibir.


"Paman, jangan begitu.. Leon sudah datang aku bahagia sekali"


Daddy Leon menghela nafasnya "Ku bilang jangan pulang jika kau tak setuju bertunangan dengan Emily! apakah itu berarti kau sudah setuju?"


Leon tak menjawab namun masuk begitu saja kedalam rumah, Emily tersenyum senang "Itu berarti semua sudah di tentukan paman?"


Daddy Leon mengangguk "Ya!"

__ADS_1


Emily tak bisa tak bahagia, dia bahkan memeluk semua orang diruangan itu termasuk Daddy dan Mommy Leon.


"Akhirnya Kami akan resmi bertunangan"


"Hmm kau senang?" Ayah Emily mengusap kepala Emily dengan sayang, Emily adalah putri satu-satunya dia akan melakukan apapun agar putrinya bahagia.


"Tentu saja" Emily tak sedikit pun kehilangan senyumnya.


"Dan kau pasti akan lebih senang pestanya akan kita adakan dua hari lagi"


Emily semakin bersorak, sedangkan Leon hanya mendengus lalu melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


.


.


.


Hualah.. Leon mau tunangan bagaimana ini..😱😱😱


Like..


komen..


vote..


Ditunggu sawerannya🤭


🌹🌹🌹🌹


☕☕☕

__ADS_1


__ADS_2