Wanita Malam

Wanita Malam
Lukisan


__ADS_3

Angel merebahkan dirinya di ranjang,Bertha yang sejak tadi menunggu pun bergegas menghampiri "Nona kau sudah pulang? bukankah aku yang akan menjemputmu?"


"Aku di antar Alcio" Angel menghela nafasnya lalu kembali bicara "Bertha aku memberi syarat pada Leon, jika dia bisa mendapat lukisanku di pelelangan aku akan jadi kekasihnya"


"Apa? Nona kau sudah gila?"Bertha mengusap wajahnya "Apakah kau menyukainya?"


"Tentu saja aku suka Leon orang yang baik.."


"Jangan membodohi diri sendiri Nona, kau tahu maksudku, aku mohon jangan lakukan sesuatu yang akan menyakiti dirimu sendiri nanti.. aku tak tau apa yang akan tuan Leon lakukan jika dia tau kau hanya memanfaatkan nya" Angel diam, dia menelungkupkan wajahnya ke bantal lalu bergumam..


"Bertha aku mau tidur" Bertha pasrah, jika nonanya sudah bicara seperti itu, itu artinya dia ingin sendiri.


Awalnya Angel tak ingin melibatkan Leon lebih jauh, lagi pula dia sudah bisa masuk ke keluarga Michael, tapi saat Angel masuk ke dalam rumah itu, rumah yang memiliki kehangatan keluarga, Angel kembali merasakan kesakitannya.


Dulu Angel kecil harus sendiri dirumah saat Baby pergi bekerja dimalam hari, mengunci pintu dan mengurung diri di kamar karena dia takut sendirian dirumah.


Dengan ceria dia akan bilang "Angel tidak takut, Angel kan sudah besar Mom" dia menenangkan Mommynya saat dia tak mau dititipkan ke rumah tetangganya.


Padahal Angel selalu merasakan iri saat dia berada di rumah tetangganya.


Anak tetangganya akan tidur bersama kedua orangtuanya, sedangkan Angel tidur sendiri di kamar lain di sebelahnya, tetap saja Angel sendiri.


Sejak itu Angel tak mau di titipkan lagi kerumah tetangganya.


Angel menekan dadanya terasa sakit, semuanya dia simpan sendiri, Angel bisa saja bicara dengan Sang Mommy namun melihat Mommynya juga menderita dan hampir setiap malam menangis membuat Angel diam dan memasang senyum manisnya.


Hingga Axel muncul dan sedikit demi sedikit memberi kebahagiaan yang tak pernah dirinya dapatkan dari seorang ayah, namun pernahkah mereka berfikir jika semuanya sudah terlambat.


.


.


.

__ADS_1


Malam pelelangan sudah dibuka, masing- masih pelukis mengeluarkan karya mereka yang paling bagus untuk menarik peminat.


.


.


Leon datang dan menghampiri Angel "Hay, kamu sudah siap menjadi kekasihku" Angel terkekeh lalu tersenyum.


"Bagaimana jika kamu tak mendapatkannya.."


"Aku akan menghabiskan semua uangku untukmu"


Angel tersenyum "Bagaimana kamu bisa mengorbankan semua milikmu hanya demi aku Leon?"


Leon mengedikkan bahunya, "Mungkin semua itu tak lebih berharga darimu"


"Kamu tak mengenalku Leon, bagaimana bisa kamu bilang aku berharga"


"Aku hanya mengikuti hatiku, hatiku menginginkanmu" Angel menunduk sesaat lalu kembali menegakkan kepalanya dan tersenyum.


"Karena lukisan ini adalah aku" Leon tertegun, dia sendiri belum melihat lukisan tersebut, lalu seperti apa Angel menggambarkan dirinya "Pertanyaanmu akan terjawab saat kamu mendapat lukisanku, semoga berhasil"


Sebuah lukisan punggung gadis bergaun hitam terduduk di sebuah batu di tepi danau, rambut yang tergerai kebelakang punggung tak menutupi kulit tangannya yang putih namun mempunyai warna kemerahaan di lengan bawahnya yang seputih susu, tangan nya terangkat ke atas hendak menyentuh setitik cahaya di kegelapan, namun tangan nya tak pernah sampai.


Dan yang paling menarik perhatian adalah sepasang sayap kecil di punggung sang gadis yang patah.


"Baiklah kita mulai dari 1000 dolar.."


Seseorang mengangkat papan bertuliskan nomer 102 lalu berkata "1500$" itu Alcio, Angel tersenyum saat melihat Alcio benar benar ikut menawar lukisannya.


Lalu muncul yang lain dan ikut menawar "1700$"


"2000$" seorang wanita mengangkat papan bernomor 55 ikut menawar, Angel memicingkan matanya dia tahu orang.

__ADS_1


"Daddy benar benar" orang itu suruhan Daddy nya Axel, Angel ingat dia salah satu bodyguard yang ditugaskan Axel menjaganya.


"Sepertinya Tuan besar begitu penasaran dengan anda Nona" Angel mengerucutkan bibirnya, tentu saja Axel akan menunjukan kekuasaannya.


begitu terus bergantian hingga lukisan tersebut mencapai 5000$ namun Leon tak juga mengangkat papan nya.


Saat angka mencapai 80.000$ suasana menjadi senyap, Angel pelukis cukup berbakat di negaranya, namun dia juga belum bisa disandingkan dengan pelukis yang sudah mendunia, orang orang tak menyangka saat lukisan Angel berharga sangat tinggi.


Alcio sudah menyerah dia tak mungkin menghabiskan uang sangat besar hanya untuk sebuah lukisan, meski dia punya tujuan tertentu jika bisa mendapat lukisan Angel.


Saat suasana masih hening muncul suara "200.000$" semua orang menoleh ke asal suara, pria berpapan angka 208.. itu Leon.


Angel tak berani menelan ludahnya, sejak tadi pria itu diam Angel kira Leon tak serius dengan kata-katanya, namun kini dia menyuarakan penawarannya dengan mengejutkan, meski Angel yakin uang 200.000$ tak ada apa apanya untuk Leon, tapi Angel kira itu berlebihan.


Orang suruhan Axel pun sudah diam, dia sudah mendapat instruksi dari Axel untuk berhenti.


Di sebrang sana Axel terus mendengarkan acara lelang yang berlangsung lewat sambungan telpon dengan suruhannya, dan mendengar ada yang menawar dengan harga tinggi membuat Axel sedikit penasaran.


Leon, gundah.. tidak bukan soal harga, baginya itu tidak ada apa-apanya,tapi sejak tadi dia diam sedang mencari arti dibalik lukisan Angel, Angel bilang lukisan ini adalah dirinya, tapi dia tak mengerti dengan maknanya.


Pelelang tak menjabarkan makna dari lukisannya hanya mengatakan bahwa itu mewakili isi hati sang pelukis dan ini adalah dirinya, sepertinya Angel sengaja membuatnya penasaran.


.


.


.


.


Baru bisa up🙏


Like..

__ADS_1


komen..


vote..


__ADS_2