
Malamnya Leon sudah menyiapkan persiapan untuk makan malamnya dengan Angel, di Restoran yang ada di rooftop hotel, dia tak menyangka Angel akan setuju mengingat dia sudah punya kekasih, Tapi apa pedulinya? namun mengingat suara Angel yang lembut saat berkata 'I love you' pada lawan bicaranya ditelpon membuatnya menipiskan bibirnya "Sial, baru kali ini aku melakukan ini".
Leon menggosok hidungnya, biasanya ia tak perlu repot menarik perhatian perempuan, karena dengan sendirinya mereka akan mendekat padanya.
Sejak kejadian di lift Leon menyimpan ketertarikan pada Angel, ditambah pribadi Angel yang tak mudah di dekati membuatnya penasaran, terbukti dari ajakannya yang langsung ditolak oleh Angel.
Ya, penasaran, Leon yakin dia hanya penasaran..!
Tapi jika semakin ditelisik lagi setiap Leon mengingat wajah cantik Angel dia merasakan perasaan yang asing..
Apa ini yang namanya cinta?
Leon menggeleng dia tak boleh menyimpulkan sekarang dia harus menelisik lebih jauh lagi, dia tak boleh ceroboh dan berujung kegagalan apalagi perempuan itu sudah punya kekasih.
Leon tertegun sesaat.. Ah, dan satu lagi kenyataan bahwa dia adalah putri Axel Alonzo, pebisnis yang sudah tak diragukan lagi sepak terjangnya di dunia bisnis, putri Axel yang selalu tersembunyi atau sengaja di sembunyikan, mungkin karena trauma yang dimiliki Angel? mengingat kejadian di dalam lift melihat Angel yang ketakutan, tentu saja itu bukan kepura-puraan, Leon bisa merasakan seluruh tubuh Angel bergetar karena takut, pasti dia punya kejadian di masalalu yang membuatnya trauma.. Angel semakin membuatnya penasaran.
Angel memang tak mengenalkan dirinya sebagai seorang Alonzo, namun data diri yang dia dapat dari data tamu hotel tertulis nama Alonzo dibelakangnya.
Leon bisa melihat Angel berjalan kearahnya dengan gaun hitam semata kaki, rambutnya diikat setengah, dengan hiasan anting yang menjuntai di telinganya.
__ADS_1
Leon meneliti setiap inci wajah Angel, mata, hidung, bibir, semuanya sempurna..
Angel tersenyum sangat cantik hingga membuat Leon semakin berdebar,meski nyatanya Angel tak hanya tersenyum padanya, bahkan pada pelayan yang berpapasan dengannya pun Angel tetap tersenyum.
Angel, sama seperti namanya dia seperti menguarkan aura malaikat di sekitarnya hanya karena senyumnya yang cantik saja bisa membuat mereka yang melihat terpesona, termasuk dirinya.
"Apa aku terlambat Tuan Leon?"
Leon gelagapan, saat ketahuan memperhatikan Angel bahkan tanpa berkedip "Ah.. tidak" Leon menarik kursi untuk Angel "Silahkan.."
"Terimakasih.." suara lembut Angel begitu merasuk ke telinganya, bahkan bisa ia rasakan hatinya ikut menghangat hanya kerena mendengar suara lembut Angel.
"Boleh Aku katakan sesuatu padamu?"
Angel terkekeh "Tuan Leon kau terlalu memuji, aku yakin aku hanya sedikit cantik dibanding para wanita mu"
Leon berdehem untuk melegakan tenggorokannya yang tercekat "Ah,," Leon hampir tak bisa berkata kata karena malu, dia memang bukan orang suci, dia pria matang yang juga butuh pelampiasan, alih alih mencari wanita untuk serius ia pacari lalu nikahi, Leon malah memilih jajan diluar.
Yah, tidak jarang tapi tidak rutin juga, jika hasratnya sudah tak bisa tertahan baru Leon akan mencari penyaluran.
__ADS_1
Dan ketahuan oleh wanita yang dikagumi dia jadi malu sendiri, yah, kagum kagum akan kecantikan Angel, tapi dia tak bisa mengelak "Itu, kebutuhan biologis ku Nona" akunya.
Angel tersenyum lalu mengangguk.. lagi lagi Leon tenggelam dalam cantiknya raut Angel.
Melihat Leon lagi-lagi bengong begitu, akhirnya Angel pun bertanya "Tuan Leon, kau melamun?"
"Ah, tidak aku hanya sedang terpesona pada kecantikan mu"
Angel tersipu lalu menyelipkan rambutnya kebelakang telinga "Jangan membuatku berdebar karena tersanjung tuan, kau terus saja memujiku.."
Sontak saja ucapan Angel membuat Leon semakin belingsatan di kursinya, percakapan mereka terhenti saat pelayan membawakan makanan yang sudah Leon pesan sejak awal.
.
.
.
Wah, apa ya rencana Angel pada Leon?
__ADS_1
Cek.. bab selanjutnya😘
Boleh atuh saweran dulu 🌹🌹🌹