Wanita Malam

Wanita Malam
Kedatangan tamu


__ADS_3

Baby ingin keluar namun baru menyentuh gagang pintu Baby bisa mendengar suara perempuan di luar sana, Baby bahkan bisa mendengar Axel menyebutkan nama Ami, ah.. istrinya.


Berjalan mundur Baby memilih diam tanpa suara duduk di kloset yang tertutup tapi pandangannya menerawang jauh, beginilah nasib selingkuhan.. jika tidak di sembunyikan ya harus menyembunyikan diri.


Terserah..


Kata itu terus ia gumamkan dalam hati, namun sebanyak apapun ia menekankan dirinya tetap saja cubitan itu terasa, dirinya sudah banyak dosa dengan menjadi wanita malam, dan kini juga harus berdosa karena menyakiti hati wanita lain, bagaimana jika Ami tau suaminya selingkuh di belakangnya.


Terdengar percakapan Axel dan Ami, membicarakan bulan madu, Axel bahkan bisa dengan mudah membujuk istrinya, sibuk katanya, cih padahal dari tadi Axel hanya melihatnya tanpa berkedip.. Baby rasa Axel memang seorang player sejati,hingga dengan mudah menyakinkan istrinya untuk segera pulang.


Baby masih duduk disana bahkan saat suara dari luar sudah tak terdengar lagi, hingga suara Axel memenuhi telinga nya "Sampai kapan kamu di dalam sana Baby!" Axel bahkan mengetuk pintu sedikit keras.


Baby membuka pintu lalu melongkok sedikit kepala nya "Tuan, istrimu sudah pergi?"


Axel mendengus "Kau sengaja bersembunyi.."


"Tentu saja harus bersembunyi aku tak mau di jambak oleh istrimu" Axel terkekeh lalu mencubit hidung Baby.


"Untuk apa bersembunyi.."


"Aku kan harus tau diri tuan, masa selingkuhan tiba tiba muncul di hadapan istri sah"


"Berhenti berkata tentang selingkuhan Baby" Axel menyorot Baby dan suaranya jadi datar "Dan ingat ini baik baik, kau disini sedang bekerja sebagai asistenku, mengerti,!" Baby mengangguk.


Axel kembali ke kursinya sambil mendengus mengapa Baby selalu seperti ini, orang orang akan memperjuangkan lelakinya sekalipun mereka selingkuhan, tapi Baby, malah pasrah dan bersembunyi hanya karna mengakui dirinya seorang selingkuhan..


Apa Baby tak menganggap Axel sebagai prianya?


"Baby" Axel menggerakan tangannya, dengan patuh Baby pun mendekat dan pasrah saat Axel menariknya hingga kini dia duduk di pangkuan Axel.


Tak perlu canggung Baby langsung saja melingkarkan tangannya di leher Axel mengelus belakang leher Axel, dengan gerakan menggoda, tak butuh waktu lama Axel sudah mengerang dan mencium bibir Baby secara brutal, benar bukan Baby bisa menaklukan pria dalam hitungan detik saja, Baby sudah merubah cara duduk nya hingga kedua kakinya sudah melingkar di pinggang Axel.


Axel bangun dengan Baby yang masih di pangkuannya,mendudukan Baby di meja kerja nya dengan bibir yang terus mencumbu Baby,tangannya tak tinggal diam meremas dan mengelus perkukaan tubuh Baby, perlahan pangutan Axel terlepas, Axel menatap mata Baby dengan tatapan mata yang sayu,dengan nafas terengah, ia begitu menginginkan Baby hingga rasanya tak bisa habis terus dan terus.


"Baby aku ini apa untukmu?"

__ADS_1


Baby mengerut kan keningnya "Apa?" nafasnya masih tersengal akibat cumbuan Axel.


"Aku tau kamu mendengarku Baby"


Baby mengelus dada Axel yang masih terbalut jas "Aku milikmu dan aku budakmu begitu bukan? maka kamu adalah tuanku"


Axel menghela nafasnya lalu merapikan pakaian Baby yang sedikit berantakan karna tangannya yang bergerilya tadi.


Baby mengerut, apa yang terjadi? kenapa Axel merapikannya lagi "Tidak jadi? atau sudah bo.." sebelum Baby melanjutkan Axel sudah membungkam mulut Baby dengan ciumannya.


"Jangan bicara sembarangan, aku menginginkanmu kamu bisa rasakan ini.." Axel mengarahkan tangan Baby ke miliknya yang sudah menegang namun ia harus bisa menahannya sekarang.


"Lalu mengapa..?" Baby meremasnya pelan hingga Axel memejamkan matanya sesaat.


"Tidak sekarang Baby, kita akan kedatangan tamu"


Baby mengeryit "Tamu?"


"Ya, siapkan dirimu Baby" Axel mengelus rambut Baby "Dan jangan tunjukan kelemahanmu" Axel menurunkan Baby dari mejanya dan kembali mengecup bibir Baby.


Deg, Baby bisa melihat siluet dibalik punggung Dion pria itu?


Axel mengangguk lalu mempersilahkan masuk, Baby berdiri di belakang Axel dengan kedua tangan yang saling meremas kuat,jantungnya berdegup kencang, antara benci, marah dan takut.


Axel mempersilahkan Jonathan untuk duduk di sofa "Silahkan tuan Jo.."


"Jangan terlalu formal Axel, aku tetap kakak mu bukan?" Jonathan terkekeh seraya mendudukan dirinya, di belakangnya seorang asisten menunduk hormat pada Axel.


"Tidak begitu tuan, jika ini soal pekerjaan, disini kita akan membicarakan bisnis jadi anda adalah rekan bisnis saya.."


Jonathan masih tertawa "Baiklah terserah kau saja, tuan Axel" Jonathan juga mengganti cara bicaranya menjadi formal.


"Bisa kita mulai sekarang.. Baby bisa ambilkan berkasnya kemari" Baby berjengit,namun ia mengerti sekarang mengapa Dion memintanya membaca tadi, rupanya berkas tadi yang di maksud Axel, Baby hanya membaca tulisan 'Mich corp' tadi.namun ternyata itu nama perusahaan Jonathan Michael, sesaat lalu ia masih memperhatikan raut Jonathan memastikan pria brengsek itu benar benar dia, yang kini ada di depannya, pria yang dengan keji nya memaksa Baby dan mengoyak keperawanannya.


"Baik tuan" Baby berjalan kearah meja nya dan melewati Jonathan yang kini mengerutkan keningnya karna baru melihat Baby, setelah sempat beberapa kali ke kantor Axel baru kali ini ia melihat ada wanita di ruangan Axel, sedangkan sekertarisnya saja di tempatkan diluar pintu.

__ADS_1


"Apakah Dion sudah berganti?" tanyanya langsung matanya melihat kearah Axel, yang menunduk membaca sesuatu di tab nya.


Axel mengerut lalu tatapan Jonathan teralih ke Baby yang sedang berjalan ke arah mereka membawa beberapa map "Ah, dia Baby asisten ku yang baru, karna Dion sedang sibuk menangani pekerjaan diluar kantor maka aku merekrut asisten baru agar Dion bisa lebih fokus pada pekerjaannya"


Jonathan mengangguk "Ya, tapi dia sangat cantik, dari mana kau mendapatkannya " bisik Jonathan, tepat saat Baby menyimpan berkas yang di minta Axel.


Axel mengepalkan tangannya dengan geram dia menatap Jonathan tajam,apalagi Axel bisa melihat tangan Baby yang bergetar saat menyimpan berkasnya di atas meja,


melihat tatapan tajam dari Axel Jonathan tertawa "Aku bercanda tuan Axel.."


Jonathan langsung saja menandatangani berkas yang Baby berikan "Apa anda tak membacanya terlebih dulu tuan Jo?"


"Tidak, aku percaya padamu.."seperti perkiraan Axel, Jonathan menurunkan kewaspadaan nya, Axel menyeringai lalu berkata "Anda tidak takut aku menipu anda?"


"Tentu saja tidak kau adik iparku, tentu kau tak akan berani menipuku mengingat ada adik ku sebagai istrimu..kau tau aku bisa membuat istrimu mengancammu nanti " Jonathan tergelak, Axel mendengus dalam hati Cih.. dia tak sebeharga itu.


"Benarkah, bukankah sudah kubilang bisnis adalah bianis tuan Jo?" Jonathan mematung sesaat lalu Axel tertawa "Baiklah tuan Jo, senang berbisnis dengan anda" Axel menjabat tangan Jonathan yang masih terepekur dan melihat berkas yang sudah dirapikan oleh Baby, tanda tangannya sudah tertera bukan kah sudah terlambat untuk menariknya kembali?


Lalu Jonathan teringat Axel yang memperlakukan adiknya dengan baik, maka pasti Axel begitu mencintai Ami, hingga tak perlu ia takutkan jika sesuatu terjadi nanti, akan ada Ami yang menjadi tamengnya.


"Ya, tuan Axel semoga ini sama sama menguntungkan untuk kita" Jonathan langsung pamit karna harus menghadiri pertemuan lainnya, namun saat melihat Baby ia berhenti beberapa saat lalu mengerutkan keningnya.


Sepanjang perjalanan keluar kantor Axel, Jonathan terus berfikir dimana dia pernah melihat Baby, rasanya tak asing, tapi dimana?


Jonathan melihat ponselnya lalu menekan layarnya sebelum mendekatkannya ketelinga


"Ami, kamu tau Axel punya asisten baru?"


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2