
Sesampainya Disa di depan pintu rumah ayahnya, hati Disa sangat ragu untuk meminta bantuan kepada ayahnya namun apa boleh buat Disa hanya lah gadis remaja yang seharusnya tidak memikul beban yang sangat berat ini, cuma ayahnya lah satu-satunya orang yang bisa Disa andalkan, karna faktor ekonomi ayahnya yang sangat baik, ayah Disa adalah pemilik perusahaan besar yang sukses dan memiliki beberapa cabang perusahaan di seluruh pelosok tanah air, jadi tidak mungkin bahwa ayahnya tidak bisa membantu ibunya wanita yang pernah ayahnya cintai.
"Sudah lama sekali rasanya aku tidak berada di rumah ini" gumam Disa sambil memperhatikan rumah yang pernah ia tinggali bersama ibunya, rumah yang penuh dengan kebahagiaan tapi itu dulu.
Tok..tok...tokkk...
"Ayahhh... ini Disa.." Disa berharap bahwa ayahnya sedang berada di rumahnya, Disa pun mencoba membalikkan badannya sambil menunggu ada orang yang membukakan pintu rumah ayahnya itu.
Tiba-tiba pintu rumahnya ayahnya terbuka, ternyata si mbok lah yang membukakan pintunya.
"Cari siapa mbak?" ucap si mbok
Disa pun langsung membalikkan tubuhnya, betapa terkejutnya si mbok melihat non Disa sudah beranjak dewasa, dan terlihat sangat cantik dengan postur tubuh tinggi, berkulit putih, dan berambut panjang, Disa adalah sosok anak remaja yang sangat menghormati orang yang lebih tua darinya, pribadi yang ramah membuat semua orang yang bertemu dengannya sangat menyukainya.
"Non Disa......" ucap si mbok yang langsung berlari untuk memeluk anak dari majikannya itu.
"Mboook, Disa kangen sama mbok hihkssss..." ucap Disa yang langsung menitihkan air mata ketika pertama kalinya ia bisa memeluk wanita paruh baya yang selama ini sudah menjaganya dari ia kecil.
"Si mbok juga kangen sama non Disa, kenapa non Disa baru kesini" ucap si mbok yang langsung mengusap air mata Disa.
"Ibuuu... mbok hihihiksss..." ucap Disa yang terus menangis.
"Kenapa dengan ibu non Disa" jawab si mbok yang terlihat sangat panik.
"Ibu harus di operasi mbook, apa ada ayah di rumah?" ucap Disa yang mencoba menghapus air matanya sendiri.
"Astagfirullah, tuan ada non. ayo kita masuk, si mbok bakalan panggilkan ayah non" si mbok pun langsung menarik tangan Disa agar segera masuk kedalam rumahnya.
__ADS_1
Sebenarnya Disa engan untuk masuk kedalam rumah ayahnya, tapi berhubung ia sangat membutuhkan bantuan dari ayahnya ia pun terpaksa untuk masuk dan bertemu dengan ayah kandungnya sendiri.
Tiba-tiba ayah Disa pun keluar dari kamarnya untuk menemui anak gadisnya itu.
"Disaaaaa?? ada apa kamu kemari??" ucap ayahnya sambil duduk di sebelah Disa.
"Aku kesini ingin meminta bantuan kepada ayah, ibu ku sedang berada di rumah sakit dan harus segera di operasi dan biaya operasi nya itu sangat mahal, ibu membutuhkan dana sebesar 80juta itu pun cuma untuk biaya operasi nya saja, sedangkan biaya inap dan obat tidak termasuk, aku berharap ayah bisa membantu ku meminjam kan uang untuk biaya operasi ibu saja, biarkan biaya inap dan obat itu tanggung jawab aku" ucap Disa sambil menitihkan air matanya.
"Ibu mu itu selalu menyusahkan semua orang, kamu ngapain sih terus berjuang untuk ibumu, mending kamu tinggal bersama ayah, kamu ga usah perdulikan ibu mu lagi, ibu mu itu ga bakalan sembuh, berapa banyak biaya yang sudah ayah keluarkan dari dulu untuk membiayai pengobatan ibumu? tapi nyatanya tetep ibumu masih terus sakit-sakitan, ujung-ujungnya pasti di kubur hemmmm......." Jawab ayah Disa yang langsung berdiri dari kursi nya.
Disa sangat marah mendengar perkataan dari mulut seorang lelaki yang tak punya perasaan seperti ayahnya itu.
"Ayah tega berbicara seperti itu, dimana hati nurani ayah? ayah sudah mencampakkan ibu, dan sekarang ayah menghina ibu, yang sudah melahirkan aku, aku kesini untuk meminta bantuan ayah ga lebih yah.... Disa mohon sama ayah tolong bantu Disa untuk membiayai operasi ibuku, Disa ga tau harus cari uang sebanyak itu dari mana, sedangkan pihak rumah sakit menunggu Disa sampai jam 5 sore yah, Disa mohon sama ayah, setelah ini Disa tidak akan merepotkan ayah kembali" jawab Disa yang langsung berlutut di kaki ayahnya dan terus menangis agar ayahnya mau membantu nya untuk membiayai operasi ibunya itu.
"Sudah ayah bilang dari dulu, ayah sudah tidak mau lagi mengurusi ibumu itu apalagi harus membiayai semua pengobatan ibumu itu, biarkan ibumu itu mati agar ia tidak merepotkan kamu dan ayah lagi" ucap ayahnya dengan tegas dan sedikit membentak Disa.
Disa pun langsung berdiri dan menghadap ke depan ayahnya.
Namun si Mbok hanya bisa melihat non Disa pergi dari rumah nya sendiri, si mbok sangat lemah, ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk anak majikan nya itu, ia hanya bisa menangis melihat kesedihan dari Disa.
"Tuhaaaaaan... kenapa aku harus memikul beban yang sangat berat ini, aku sudah tidak sanggup hihihiksss.... kemana lagi aku harus mencari uang sebanyak itu, aku ingin menyelamatkan ibuku, karna cuma ibu lah harta satu-satunya yang aku miliki di dunia ini, aku ga mau kehilangan ibu hihihikssss..." Disa pun terus berlari dan terus menangis, sampai akhirnya Disa memutuskan pergi ke caffe dan meminta bantuan kepada bosnya.
Sesampainya di caffe Disa pun langsung mencari Ayu.
"Ayuuuuuu.... hihihiksss" ucap Disa sambil memeluk sahabatnya itu.
"Saa, kamu kenapa?" Ayu pun terlihat sangat panik ketika melihat Disa menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
"Ibuuu, Ay..." jawab Disa sambil memeluk Ayu.
"Kenapa ibu?" ucap Ayu sambil melepaskan pelukannya dan menatap mata Disa.
"Ibu harus di operasi dan aku membutuhkan dana yang sangat besar Ay... aku pergi dulu untuk menemui pak Gunawan karna aku sudah tidak punya banyak waktu lagi ay" Disa pun langsung meninggalkan Ayu dan menemui bosnya di ruangan kerjanya.
Sebelum mengetuk pintu ruangan bos nya, dia hanya bisa menarik napasnya dalam-dalam dan berharap kali ini bosnya mau meminjamkan uang untuknya.
Took..tookkk...tokk.. tanpa pikir panjang Disa pun langsung membuka pintu ruangan bosnya itu, dan langsung bersudut di hadapan kaki pak Gunawan.
"Ada apa denganmu Disa???" pak Gunawan pun sangat terkejut melihat Disa menemuinya dengan wajah yang penuh dengan air mata dan bersujud di hadapan nya.
"Pak, Disa ga punya waktu lama lagi, Disa kemari untuk meminjam uang kepada bapak, untuk biaya operasi ibu Disa, Disa mau bekerja tanpa di gajih sepeserpun dan Disa mau menjadi pemantu di rumah bapak sampai hutang Disa lunas hihihikksss...." Disa terus menangis sambil bersujud di hadapan bosnya itu.
"Sudahlah ayoo beridiri.." pak Gunawan pun segera membangunkan Disa dan mengajaknya duduk di sofa panjang dalam ruangan kerjanya itu. "saya mau membantu kamu untuk membiayai semua pengobatan ibumu, tapi kamu tidak harus membayar dengan uang kepada saya" ucap pak Gunawan sambil tersenyum.
"Lantas dengan apa Disa membayar nya pak?" jawaban yang sangat polos untuk seusianya.
"Dengan tubuhmu.... apa kamu mau?" jawab pak Gunawan sambil mengelus pipi disa dengan lembut.
.
.
.
.
__ADS_1
Hallo sahabat semoga kalian suka dengan cerita yang author buat 🤗🤗
jangan lupa tinggalkan jejak seperti like, dan komen 😍😍