
"maaf jika selama ini aku terlalu egois, maaf jika selama ini aku terlalu posesif aku hanya takut kamu ninggalin aku" lirih artur masih bergelayut manja di pundak aleshia
"aku tahu, maaf juga kalau aku kurang peka mas aku sadar semua yang terjadi di antara kita itu salah tapi jujur aku gak bisa tanpa kamu" aleshia menunduk sedih
"ssssttttt... jangan sedih sayang bersabarlah sebentar lagi aku akan membuat kamu jadi satu-satunya milikku percayalah"
"maksud kamu?"
"nanti juga kamu tahu sendiri"
"mas aku serius"
"memangnya aku terlihat bercanda"
"ish nyebelinnya kumat"
"jangan manyun gitu bibirnya"
"bodo"
"mas mandi dulu ya kamu lanjutin lagi masaknya"
cup
artur mengecup singkat kepala aleshia dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri
tiga puluh menit berlalu aleshia sudah menyelesaikan masakannya dan sudah menyiapkannya di atas meja makan
aleshia masuk ke dalam kamar mengajak artur untuk makan sebelum artur pulang
"mas aku berangkat kerja lebih ya" ucap aleshia yang sedang menikmati hasil masakannya
"tumben" sahut artur yang sedang sibuk mengunyah makanannya
"ada sesuatu yang harus aku urus dulu"
__ADS_1
"apa?"
"bang aska"
"ada apa dengan abang kamu?"
"dia tertangkap polisi mas"
"kok bisa? kapan? kasus apa?"
"narkoba"
artur memang sudah mengetahui anggota keluarga aleshia meskipun belum sempat bertemu namun aleshia sudah menceritakan sedikit tentang kehidupan keluarganya kepada artur
seperti masalah aska yang sedang berada di dalam sel tahanan aleshia baru menceritakannya kepada artur hari ini, setau artur aska baru pertama kali tertangkap namun pada kenyataannya aska sudah beberapa kali tertangkap karena kasus yang sama
artur menawarkan untuk membantu aska agar segera bebas namun aleshia menolak
artur heran dengan sikap aleshia yang membiarkan abangnya sendiri mendakam di balik jeruji besi tidak ingin terjadi kesalah pahaman akhirnya aleshia menceritakan semua tentang aska dan alasan kenapa aleshia tidak mau membantu aska untuk segera bebas artur pun merasakan apa yang aleshia rasakan saat ini artur mencoba untuk mengerti dan tidak mau memaksa aleshia untuk mengikuti sarannya
pukul 18:30 artur sudah pulang ke rumahnya dan aleshia segera bersiap-siap untuk berangkat menemui jemmy di sebuah cafe yang sudah jemmy sebutkan ketika mereka bertukar pesan sebenarnya bukan maksud untuk membohongi artur namun sifat posesif artur yang memaksa aleshia untuk bersikap seperti ini apalagi hal yang menyangkut tentang jemmy
aleshia langsung memakirkan mobilnya di halaman cafe sebelum turun aleshia mengecek kembali penampilannya serasa sempurna aleshia pun segera turun dan menemui jemmy yang sudah berada di dalam cafe
"di bayar berapa semalem sampai bisa beli mobil mewah kayak gini"
aleshia menghentikan langkahnya ketika mendengar suara yang tak asing lagi di telinganya
setelah hampir satu tahun berlalu baru hari ini aleshia kembali mendengar suara yang dulu kerap membuat hatinya terluka
dengan penuh percaya diri aleshia membalikan tubuhnya melangkah mendekati sumber suara yang membuat telinganya sakit
"ada masalah?" tanya aleshia dengan tatapan dinginnya
"sial kenapa ale semakin cantik dan seksi" batin reza menatap aleshia tanpa berkedip
__ADS_1
ya orang itu adalah reza mantan suami brengsek aleshia yang sudah berpisah sejak satu tahun lalu
reza menatap penuh kagum melihat sosok aleshia yang semakin menggoda, penampilan aleshia yang semakin terlihat mahal dengan body bak gitar spanyol membuat reza terbesit rasa menyesal karena meninggalkan aleshia hanya demi wanita lain
sejak dulu memang penampilan aleshia selalu terlihat keren dan kekinian apalagi sekarang semua yang melekat pada tubuh aleshia merupakan barang branded dan rwza menyadari semua itu
"makin liar ya sekarang" celetuk reza membuat aleshia mengepalkan tangannya
"seperti yang lo liat, gue semakin liar dan semakin kaya" timpal aleshia tersenyum sinis
"gue kasian ya sama ayah bunda punya anak cewek jadi simpanan pria hidung belang yang cowok keluar masuk penjara, benar-benar keluarga yang menyedihkan"
ucapan reza benar-benar membuat aleshia naik pitam namun sebisa mungkin aleshia tetap dan harus bisa mengendalikan emosinya karena untuk menghadapi pria julid seperti reza harus di lawan dengan main otak bukan dengan main otot
"gue bersyukur kita udah pisah kalau sekarang kita masih bersama gak kebayang gue bakal nanggung malu karena punya kakak ipar seorang napi" cerocos reza membuat aleshia semakin geram
"sudah selesai ngomongnya bapak reza yang tidak terhormat, gue masih banyak kerjaan" sahut aleshia santai
"jadi simpanan om-om aja bangga" ledek reza semakin menjadi-jadi
"lebih baik jadi simpanan tapi banyak duit daripada jadi seorang istri tapi gak di kasih nafkah lahir batin, miris kan"
"denger gue baik-baik reza keluarga gue memang keluarga menyedihkan dan berantakan tapi setidaknya keluarga gue gak pernah nyusahin dan ngerugiin orang lain, keluarga gue sangat berkecukupan hanya sekedar untuk makan bukan menjadi seorang penjilat untuk memanfaatkan jabatan seseorang agar bisa di sanjung orang dan terlihat bermartabat, an jing banget gak sih" sarkas aleshia
"brengsek, gak usah terlalu sombong lo, wanita kotor selamanya akan tetap kotor dan akan selalu terlihat rendah di mata orang lain, wanita murahan"
"wahai reza yang hidupnya tanpa dosa dan suci tanpa noda bae-bae karma itu nyata dan satu lagi bersikaplah seperti orang yang tidak saling mengenal, gue muak liat tingkah lo yang menjijikan" tegas aleshia dan pergi meninggalkan reza yang masih berdiri menatap aleshia
dalam hati kecil reza masih ada rasa cinta yang dia simpan untuk aleshia namun karena kesalahpahaman yang terjadi antara reza dan aleshia menutupi rasa cinta yang reza milikki menjadi rasa kecewa, bukan tanpa alasan reza bersikap seperti itu karena hasutan seseorang membuat reza benci dan merasa jijik ketika melihat aleshia sampai pernikahannya yang baru seumur jagung reza tega menceraikan aleshia dengan alasan yang tidak aleshia pahami
jika di tanya bagaimana perasaan aleshia sekarang terhadap reza jawabannya tentu aleshia sudah mati rasa terhadap reza rasa kecewa dan luka yang sudah reza torehkan untuk aleshia begitu dalam membuat tasa cinta yang dulu di miliki aleshia untuk reza pupus begitu saja
jemmy yang sejak tadi memperhatikan perdebatan antara aleshia dan reza hanya diam saja karena jemmy tahu bahwa aleshia bisa menyelesaikan masalahnya dengan reza tanpa bantuan dirinya
aleshia bukan tipe wanita yang lemah jika di tindas maka aleshia akan membalas bukan diam saja dan pasrah menerima keadaan
__ADS_1
jemmy menghampiri aleshia yang sedang berjalan ke dalam cafe dengan tatapan yang entah
"are you oke?"