Wanita Malam

Wanita Malam
Baby atau Harta


__ADS_3

Axel kecolongan entah bagaimana Jhordi bisa keluar dari penjara, dan bagaimana ia tau tentang Baby dan Angel,apakah dia juga tau jika Angel adalah cucunya? sial, sial, sial..


Jhordi sudah tau, dan dia melakukan ini itu artinya ia mengibarkan bendera perang..


Axel segera menghubungi Dion untuk melacak keberadaan Jhordi dari no telpon yang menghubunginya tadi.


Namun Dion belum bisa menemukan titiknya, Axel mencoba terus menghubungi Jhordi namun tidak tersambung.


Axel mengumpat sepanjang jalan, ia harus pulang dulu untuk menemui Dion dan melacak keberadaan Jhordi.


"Sial nomor nya tidak aktif.."


Alfredo memperhatikan Axel yang memegang kemudi dan mengemudikannya seperti kesetanan.


"Apa rencanamu?"


"Entahlah aku bahkan tak tau Baby dan Angel berada dimana, apakah mereka aman atau tidak.."


"Siapa dia?"


"Mantan mertuaku.."


Alfredo mengangguk "Konplik rumah tangga huh?"


Axel mendengus,ini tak sesederhana itu semuanya lebih kepada saling balas membalas akibat dendam, Axel yang baru selesai balas dendam pada Jhordi,dan Jonathan dan kini Jhordi yang kembali membalas perbuatan Axel, Jhordi sedang berusaha membuat skor satu sama, namun Axel tak akan membiarkan itu terjadi..


Dion sudah menunggu dan siaga di ruang kerja Axel menunggu instruksi selanjutnya.


"Dion, bagaimana bisa Jhordi keluar dari penjara..?"

__ADS_1


"Menurut kepala kepolisian ia kabur dari mobil polisi saat akan menuju ke persidangan tuan" Dion melihat rahang tuannya mengeras tangan Axel juga terkepal, lalu Dion melanjutkan "Menurut polisi yang mengawal dia lari ke arah utara di tengah hutan mereka kehilangan jejak"


"Kita sudah meremehkan dia" tidak menyangka Jhordi ternyata bukan orang sembarangan, dia bahkan nekat menculik Baby dan lari dari penjara.


Dia tak takut sama sekali dengan status buronan yang ia sandang kini.


"Jika ada yang dia inginkan maka Baby dan Angel akan aman.." Axel dan Dion melihat kearah Alfredo.


"Apa maksudmu..?"


"Mertuamu menjadikan Baby sebagai alat tukar, mungkin dia menginginkan sesuatu, jika tidak dia tak mungkin terang terangan memberitahumu Baby dan Angel ada bersamanya"


Ya dan Axel tau apa yang Jhordi mau..


Setelah memutuskan menunggu, ponsel Axel kembali berdering, benar saja begitu Axel mengangkatnya Jhordi memberi penawaran.


"Kembalikan semua milikku, maka aku akan mengembalikan ja lang mu.."


Jhordi tertawa keras "Aku tak punya pilihan kau mengambil semua kerja kerasku, maka yang aku lakukan adalah memintanya kembali, bukankah itu adil.. aku dapat uangku kau mendapat ja langmu.."


"Hentikan omongan kotormu itu brengsek.. dia bukan ja lang seperti putrimu, sial.." Darah Axel mendidih saat Jhordi terus mengatai Baby Ja lang,dihatinya Baby lebih berharga.


"Hahaha.. terserah.. bawa semua dokomen kepemilikkan perusahaanmu, sore ini, alihkan semua atas namaku, dan tarik semua laporan dari kepolisian..- bicaralah.." Jhordi mengarahkan ponselnya pada Baby, terdengar suara Baby sangat lirih "Ax...el tolong selamatkan Ang..el" Jhordi kembali berbicara "Kau dengar suaranya terdengar putus asa bukan,tapi itupun jika kau masih menginginkannya, tapi jika tidak- dia cukup cantik untuk melayaniku..hahaha"


"Sial jangan sentuh mereka seujung rambut pun.."Axel masih mendengar Jhordi tertawa hingga Jhordi mematikan telponnya.


"Arrrgggghhh" Axel meremas rambutnya, ia bisa mendengar suara Baby terdengar putus asa, dia pasti ketakutan, rasa bersalah merasuki Axel andai Baby tak terlibat dengannya mungkin ia juga tak akan terseret oleh Jhordi.


Alfredo masih memperhatikan raut Axel, ia akan lihat apa yang akan Axel pilih, harta atau Baby dan Angel, jika Axel memilih harta maka Axel tak cukup baik untuk Baby.

__ADS_1


Baby memang hanya seorang ja lang, namun Baby memiliki hati yang murni,Alfredo yakin kelak Baby bisa menemukan kebahagiaannya jika andai Axel tak memilih Baby maka Alfredo yang akan menyelamatkan mereka meski menggunakan nyawanya sendiri.


Alfredo juga bukan orang baik, semua orang dari dunia malam pasti mempunyai sisi gelap,untuk kekuatan dan dirinya juga punya cukup anak buah untuk menyelamatkan Baby,apalagi setelah menggantikan Mery, semua anak buah Mery berada dipihaknya.


Tapi jika dilihat tentu Axel lebih punya banyak kekuatan di banding dirinya.


"Apa yang akan kau pilih?" tanyanya pada Axel yang masih menunduk "Keputusan mu menentukan keputusanku selanjutnya"


Axel mendongak, melihat Alfredo "Apa maksudmu?"


"Jika kau ragu, kau tak perlu melakukan itu, kau bisa hidup tenang dengan hartamu, dan lepaskan Baby.." lagipula orang gila mana yang mau menukar semua hartanya untuk seorang wanita malam seperti Baby.


"Kau meremehkanmu.." Alfredo menggedikkan bahu, sedangkan Axel menyeringai..


"Semua yang sudah menjadi milikku tak akan pernah aku lepaskan"


.


.


.


Bentar lagi end kok, jadi seloooow aja yak..😅


jangan lupa


like..


komen..

__ADS_1


vote..


sekuntum bunga juga boleh🌹 apalagi kalo taburan bunga yang banyak🤭


__ADS_2