
"Malam ini akan menjadi malam yang menyenangkan untukku, aku akan menikmati malam ini bersama mu..." ucap Gunawan sambil mengecup kembali bibir kecil Disa.
Tangisan di mata Disa terus terjatuh, ia tidak bisa banyak berbicara, lidahnya seperti tertelan, mulutnya bagaikan terkunci gembok yang kuncinya hilang ntah di mana, mata nya pun terus terpejam menahan rasa takut yang sedang menggerogoti hatinya nya.
"Kamu tidak usah menangis, kamu percaya kepadaku jika kamu menuruti semua keinginanku hidupmu akan terjamin, tugas mu hanya melayaniku di atas kasur, dan berdandan yang cantik agar aku terus mencintai mu" usapan lembut yang terus di lakukan Gunawan kepada Disa untuk menghapus air matanya.
"Aku belum siap melakukan ini, aku takuuuut hihihihikkkss....." jawab Disa sambil menatap mata bosnya itu.
"Ciiiaaaaah... takut?? aku tidak mau mendengar kata-kata seperti itu, aku hanya ingin mendengar desahan manja mu di atas ranjang sana, kamu liat ranjang itu Disa? sungguh manisnya tempat itu untuk kita memadu kasih" Gunawan pun membalikkan tubuh Disa ke arah tempat tidur dan memeluk nya dari belakang.
Disa pun hanya memejamkan matanya, ia tidak mau melihat sesuatu yang ada di ruangan itu. Tiba-tiba Gunawan meninggalkan Disa untuk mengambil sesuatu di dalam lemari.
"Aku ingin kamu memakai itu" Gunawan pun melemparkan baju tidur berwarna putih yang sangat lembut dan teransparan. "Ingat jangan memakai bra" ucap Gunawan sambil mengelus rambut Disa.
Disa pun segera mengambil pakaian itu dan pergi ke kamar mandi untuk segera berganti baju, tangisan nya pun terus ia tahan agar tidak pecah dan membuat Gunawan marah kepada-nya.
"Tuhaaaan... apakah ini sudah takdir jalan hidup ku yang sudah engkau tuliskan untukku hihihikks.." ucap Disa sambi menangis, dan ia pun segera keluar dari kamar mandi untuk menemui Gunawan.
Gunawan pun tersenyum ketika melihat Disa sudah memakai pakaian yang sudah ia pilihkan, Gunawan pun segera beranjak dari tempat tidur untuk menemui Disa.
"Kamu sangat cantik, aku sudah tidak sabar untuk mencicipi tubuhmu Disa...." Gunawan pun segera menggendong Disa untuk di bawanya ke atas tempat tidur.
Ketika Disa sudah berbaring di atas tempat tidur, Gunawan pun segera ******* bibir Disa tanpa basa-basi, tangannya pun segera mengelus tubuh Disa, Disa hanya bisa menangis menyaksikan bahwa ia harus kehilangan keperawanan nya untuk laki-laki yang sama sekali ia tidak cintai.
"Aku ga mau..... hihihiksss...." ucap Disa, sambil mendorong Gunawan sampai terjatuh dari atas tempat tidurnya.
"Sialaaaaaaaan....." Gunawan pun sangat marah kepada Disa melihat perlakuan Disa kepadanya, Gunawan pun langsung bangun dan langsung naik ke atas tempat tidur, Disa menutupi tubuhnya dengan selimut dan duduk ketakutan di atas tempat tidur. "Plaaaaaaakkk...." Gunawan pun menampar Disa dengan sangat keras. "Kurang ajar kau, aku sudah membayar mu sangat mahal, seharusnya kau membuat aku bahagia bukan membuat aku sangat kesal, apa kamu ingin di perlakukan kasar olehku" ucap Gunawan sambil memegang wajah Disa dengan sangat keras.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku janji tidak akan membuat mu marah lagi dan aku akan membuat mu bahagia untuk malam ini" ucap Disa sambil memeluk Gunawan dan meminta maaf kepadanya.
Disa pun segera memeluk Gunawan, tangan Disa pun segera membuka kancing baju milik Gunawan, Gunawan pun tersenyum melihat Disa bisa seagresif ini kepadanya.
Gunawan pun segera menciuman Disa dengan penuh gairah, Gunawan pun segera mengecup leher Disa dan meninggalkan tanda merah di tubuhnya. Tangan Gunawan pun segera memainkan gunung kembar milik Disa dengan sangat kencang, Disa pun mulai berdesah dan tanpa ia sadari bahwa ia pun menikmati permainan dari Gunawan, dan itu semua membuat gairah Gunawan semakin memuncak ketika mendengar desahan dari Disa.
"Aaaaarrrrhhhh eeeuuhhhh...." ucap disa sambil memeluk Gunawan dengan sangat erat.
"Aku sangat menyukai ini, sungguh aku sangat menyukai tubuhmu Disa..." Gunawan pun terus menikmati malam ini bersama Disa.
Disa pun hanya bisa tersenyum kepada Gunawan sambil mengusap wajah Gunawan dengan lembut, namun di balik senyuman Disa tersimpan seribu kali tangisan kesedihan.
Ketika mereka sudah bertelanjang bulat, Gunawan terus menciumi tubuh Disa dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Tidak sia-sia aku membayar mu sangat mahal, tubuh mu sangat bersih dan harum, bahkan sama sekali tidak ada noda di tubuhmu, tubuh mu sangat indah Disa... apa kamu siap melakukan nya sekarang? Apa kamu ingin aku lebih lama memainkan tubuhmu terlebih dahulu?" ucap Gunawan sambil menatap mata Disa.
Gunawan pun langsung tersenyum, ia pun langsung mengigit tubuh Disa dan membuat Disa menjerit kesakitan, tapi di balik kesakitan Disa lah Gunawan sangat menikmati itu.
"Jleeeeeeb... aaaarhh..." ucap Gunawan sambil memasukkan miliknya kepada Disa.
Disa menjerit sekencang-kencang nya untuk menahan rasa sakit, ia terus menangis meratapi bahwa keperawatan nya sudah di renggut laki-laki berengsek seperti Gunawan.
"Ayaaaah, ini semua gara-gara kau. Aku sangat membencimu tuhan HANDOKO!!!!!!" gumam Disa dalam hati dan terus menangis.
2jam sudah Ayu menunggu Disa di luar kamar hotel, dan sudah 2 jam juga Disa di dalam kamar hotel untuk melayani laki-laki itu.
"Disa.. lama sekali sih, apa kamu baik-baik saja di dalam?? bahkan aku sama sekali tidak bisa mendengar suara mu." Ayu pun terus berjalan bulak balik di depan kamar hotel tersebut, ia sangat cemas akan ke adaan sahabatnya itu.
__ADS_1
__
"Aku sangat puas dengan pelayanan mu Disa, sungguh kamu masih orisinil, aku sangat beruntung menjadi pria pertama yang menikmatimu." ciuman di kening yang di lakukan Gunawan adalah penutup di akhir cerita malam mereka.
"Apa kamu puas?" jawab Disa sambil menitihkan air mata.
"Aku sangat puas, aku janji sama kamu aku akan membiayai semua kebutuhan kamu dan ibumu, asal kamu bersedia untuk melayani aku lebih dari malam ini, untuk malam ini aku maklumi karena ini kali pertama untukmu, tapi selanjutnya kamu harus jauh lebih bergairah agar aku terus jatuh cinta kepadamu." Gunawan pun langsung memeluk tubuh Disa dengan sangat erat.
"Baiklah, aku akan turutin semua kemauan kamu untuk melayanimu setiap kamu menginginkan aku, tapi untuk malam ini tolong izinkan aku pergi kerumah sakit untuk menemui ibuku" jawab Disa sambil menatap mata Gunawan, ini kali pertamanya Disa menatap mata bosnya itu.
"Baiklah aku akan izinkan kau pergi, tapi jika tengah malam aku merindukan mu kamu harus segera kembali untuk menemani dan melayani ku" ucap Gunawan sambil mengecup bibir Disa.
Disa pun segera beranjak ke kamar mandi untuk berganti baju, namun ia sangat merasakan kesakitan setelah melakukan hubungan itu. Disa pun menatap wajahnya di cermin, ia terus menangis merasakan kejadian malam ini, hidupnya sudah hancur, bagaimana dengan perasaannya ibunya ketika suatu saat ibunya mengetahui apa yang terjadinya kepadanya.
Air mata yang jatuh di pipinya terus mengalir, hati Disa sangat hancur, ia sangat malu dengan apa yang sudah ia lakukan.
"Aku melakukan ini semua hanya untuk ibu, maafkan aku ibu, semoga suatu saat ibu bisa mengerti dan mau memaafkan aku hihihiksss...." ucap Disa sambil mengacak-acak rambutnya.
.
.
.
Semoga kalian suka dengan cerita yang author buat, kalo kalian suka dengan cerita nya tolong di like dan komen yah 🤗🤗
Tunggu cerita selanjutnya jauh lebih seru ❤️
__ADS_1