Wanita Malam

Wanita Malam
Melihat Dari Jauh


__ADS_3

Leon masih terus memperhatikan wanita di sebrang sana yang terduduk di kursi roda menghadap ke sebuah taman, di sebelah tangannya terdapat jarum infus yang menyalurkan cairan yang menggantung di sisi kirinya, sebelah tangannya lagi terdapat perban melilit di pergelangan tangannya. Tatapan wanita itu begitu nanar namun Leon tak tahu wanita itu melihat apa, tatapannya terlihat kosong.


Leon merasa jantungnya berdebar kencang, dadanya terasa sesak, mengingat Angel diposisinya sekarang karena ulahnya "Maafkan aku Sayang.." gumamnya, Leon tak berani mendekat dia hanya melihat dari jauh saja, seolah malu jika harus berhadapan, Leon memilih menyembunyikan diri di balik pohon besar di sudut taman.


Terlihat seorang pria berjas menghampiri Angel dengan membawa seikat besar bunga mawar putih, lalu pria itu berjongkok dan memberikan bunga tersebut pada Angel, dan Angel menerimanya dengan senyuman, bahkan Angel mencium bunga tersebut. Lalu Leon melihat pria itu memeluk Angel dan mencium dahinya.


"Dasar kau!, tahu diri lah jika cemburu" Leon menepuk dadanya yang terasa perih lalu pergi dari sana.


Angel sedang melamun saat pria dengan buket bunga besar datang menghampirinya "Matt" Matteo membungkuk dan memberikan buket bunga untuk Angel.


"Kau punya berapa nyawa hingga berani bunuh diri..?" celetuknya.


Angel tersenyum lalu menghirup aroma bunga mawar putih kesukaannya "Aku baik-baik saja"


"Ya, sayangnya begitu.."


Angel makin melebarkan senyumnya "Terimakasih sudah mengkhawatirkan ku"


"Aku tidak peduli .." Lalu Matteo memeluk dan mengecup dahi Angel, Matteo memang selalu mengatakan sebaliknya tapi perlakuannya selalu menunjukan perasaannya.


"Ayo aku antar ke kamar.." Matteo mendorong kursi roda Angel.


"Ish... aku sedang menghirup udara segar" Matteo membawa Angel memasuki lift menuju dimana ruangan Angel berada, tepatnya satu lantai penuh yang di sewa Axel.


"Aku baru saja turun dari pesawat dan langsung kesini, bukan untuk melihatmu kembali sakit.. Aku tak peduli, tapi Mommy akan memarahiku jika Aku tak menjengukmu, dan itu merepotkan"

__ADS_1


Angel terkekeh.. "Matt.."


"Hmm?"


"Terimakasih sudah mengkhawatirkanku" Matteo tertegun sesaat lalu rautnya kembali datar.


"Angel?"


"Hmm?"


"Meski itu tak bisa kau dengar, tapi kau bisa merasakan bukan.. Aku peduli padamu, Jika nanti kau melakukan hal bodoh lagi, lalu kau selamat, maka aku sendiri yang akan menghabisi mu! kau mengerti!!"


Angel meneteskan air matanya. Ya, harusnya dia bersyukur begitu banyak orang yang menyayanginya, termasuk adiknya yang satu ini, Angel tak butuh apapun lagi.


.


.


Leon mengingat kembali saat Angel dihampiri seorang pria dengan buket bunga besar, lalu tiba-tiba dia ingin menjadi bunga itu yang dihirup dan di dekap oleh Angel.


Leon mengacak rambutnya bahkan dia cemburu pada seikat bunga yang di berikan Matteo pada Angel, dia sungguh konyol..


Jika saja dia punya keberanian dia ingin datang dan menemui Angel, bila perlu dia akan bersimpuh asalkan Angel mau memaafkannya, tapi Leon takut kedatangan dirinya hanya akan membuat Angel kembali histeris.


Leon sudah tahu kejadian terakhir kali dari dokter Carol, dia bahkan sengaja mendatangi dokter Carol untuk menanyakan perkembangan Angel.

__ADS_1


Meski awalnya Dokter Carol tetap menutup mulutnya, namun saat Leon mengakui bahwa dirinya lah pria yang telah melukai Angel hingga jadi seperti ini, dan dia sungguh menyesal, barulah Dokter Carol memberitahu tentang Angel.


Meski awalnya Leon dicaci maki, karena sudah mele ceh kan Angel.


"Pantasnya kau mendekam di penjara!"


"Aku tak keberatan, tapi sebelum itu.. biarkan aku menebus kesalahanku padanya" Akhirnya Dokter Carol menyerah dan memberitahu tentang Angel dan segala hal yang sering di alami Angel, jika dia ingat kejadian itu.


Lalu bagaimana Leon bisa menampakan dirinya, jika dirinya menjadi alasan kesakitan Angel.


.


.


.


Nanti siang up lagi, ganti kemarin aku libur🤗


Like...


komen..


vote..


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2