
Baby merapikan pakaiannya kedalam lemari Angel, dan memasukan pistol Axel kedalam plastik hitam dan membungkusnya, benda itu berbahaya jika sampai di temukan Angel, setelah menyembunyikannya dan merapikan semuanya Baby keluar kamar untuk merapikan rumahnya dan menyiapkan makanan untuk Angel sebelum ia pergi bekerja nanti malam.
Baby keluar kamar dengan mata terkejut tak percaya dengan apa yang dilihatnya lemari esnya benar benar sudah berganti dengan tiga pintu dan memakan ruang dapurnya, Baby mengerjap saat melihat ruang dapurnya menyempit bagaimana dia bisa memasak nanti.
Axel sedang duduk di ruang tamu dengan kopi dan laptop di depannya,dengan kaki yang di bebat perban dan berselonjor sepanjang kursi panjang yang ia duduki, apa sebenarnya mau orang itu?santai sekali dia.
Axel menegakkan pandangannya ke arah Baby yang mulai bekerja mencuci dan menyapu rumahnya, batin Axel sedang bergejolak dan bertanya tanya, apakah sosok yang ia lihat malam itu benar benar Baby yang kini ada di depannya, mengapa terlihat berbeda, yang ia lihat malam itu Baby menari dengan begitu liar dan membiarkan dirinya di sentuh oleh semua pria, tapi Baby yang kini di depannya seolah wanita suci nan murni.
Teringat perbincangannya dengan Axel satu jam lalu yang mengatakan Baby adalah seorang wanita malam.
"Apa kau yakin Dion?"
"Ya tuan dia bekerja untuk Mery"
Axel terkekeh merasa lucu ia tertarik hanya untuk wanita malam, sesuatu yang ia tahu dan ia kira rendahan, Axel bahkan bisa mendapat model terkenal,bahkan anak pejabat sekalipun,akan dengan mudah ia dapatkan tapi kini ia malah menjebak dirinya sendiri dengan seorang wanita, wanita malam?
"Lalu anak itu, itu benar anaknya?"
"Ya tuan, nona Angel benar anak nona Baby, tapi saya belum mengetahui siapa ayahnya?"
__ADS_1
Axel mendengus "Jika dia wanita malam,bagaimana bisa di ketahui siapa ayahnya.. pasti dirinya sendiri tak tahu siapa ayah dari anaknya bukan?"
"Tapi tuan.." Dion ingin menjelaskan jika Angel lahir sebelum Baby menjadi wanita malam,tapi sepertinya Axel tak membiarkannya berbicara malah berbalik memunggunginya.
Axel membanting berkasnya ke lantai,mengapa ia kecewa saat tau Baby seorang wanita malam,tapi ia juga tak ingin pergi,harusnya Axel pergi dan tak berurusan dengan Baby yang hanya wanita murahan baginya, tapi baiklah tak masalah dirinya juga bukan pria baik bukan, dengan begitu tak akan jadi masalah untuk kedepannya karna Axel memang hanya akan bermain main saja disini.
Kembali saat ini, saat Baby selesai dengan masakannya tepat saat jam Angel pulang sekolah, Baby segera menjemput Angel kedepan gang dan membawanya bersama masuk kedalam rumah masih dengan Axel yang terus memperhatikan interaksinya.
Baby tak peduli Baby anggap Axel tak pernah ada.
"Sekarang ganti pakaian Angel lalu makan, mom harus siap pergi bekerja"
Setelah mempersiapkan Angel untuk tidur Baby bersiap untuk pergi bekerja.
Saat Baby keluar Axel sedang berdiri bersedekap memperhatikan penampilan Baby "Mau bekerja?"
Tanpa menjawab Baby melewati Axel begitu saja.
"Apa anakmu tau pekerjaan ibunya?"
__ADS_1
Baby menghentikan langkahnya,lalu menatap Axel tajam,Axel tau pekerjaannya? "Jangan menatapku seperti itu Baby!" Axel menyeringai
"Apa mau mu sebenarnya?"
"Aku hanya bertanya apa anakmu tau ibunya seorang wanita malam?" bisiknya.
"Aku bertanya apa mau mu sebenarnya,tuan?" Baby mengepalkan tangannya.
"Tidak ada aku hanya tidak menyangka sosok ibu yang sempurna dirumahnya tapi ternyata diluar sana dia menjajakan tubuhnya" Baby menelan salivanya tenggorokannya mendadak kering mendengar perkataan Axel apa maksud Axel mengatakan semua itu padanya,apa salahnya, dirinya yang bekerja mengapa Axel yang repot? Baby menjual tubuhnya sendiri bukan tubuh orang lain,lagi pula apa Axel tau jika takdir memberinya nasib hidup yang baik Baby tak ingin menjadi seorang pemuas na fsu pria hidung belang,air mata sudah mengembun dimata Baby,bibirnya bahkan tak bisa berucap sepatah katapun.
"Bagini saja hari ini kau tak perlu keluar rumah,bekerjalah disini layani aku malam ini, aku akan membayar tiga kali lipat dari penghasilanmu setiap harinya,jika kau bisa memuaskanku kau tak perlu lagi menjual dirimu pada orang lain cukup layani aku setiap aku menginginkanmu maka aku akan memenuhi kebutuhanmu hanya dengan menjadi budak ku saja" Axel mendekat dan berbisik dibelakang Baby,tentu saja Axel akan senang dengan pelayanan Baby bahkan ia sudah merasakan kenikmatan tubuh Baby berkali kali. yang Axel tak tau kini air mata Baby jatuh tanpa bisa ditahan, tapi dengan cepat Baby menghapusnya kemudian kembali menegakkan tubuhnya dan berbalik menatap Axel sambil tersenyum menawan.
Axel terpaku saat melihat senyum itu senyum yang ia lihat di club malam itu senyum berbahaya Baby dan memabukkan,Axel bertanya tanya dari mana datangnya senyuman dan tatapan mata Baby kali ini, berbeda dari yang ia lihat saat Baby bersama Angel. kini mata dan senyum Baby tanpa emosi sama sekali tak ada kebahagiaan disana.
"Baiklah..tiga kali lipat tentu aku tertarik" Baby meraba kemeja Axel dan menautkan jemarinya. "Tapi tuan aku hanya bermain sekali dengan satu pria tidak lebih" Axel kira Baby akan marah lalu menampar nya karna Axel menghina harga dirinya,tapi ternyata Baby menyambutnya hanya karna tawaran uang tiga kali lipat darinya,sial apa Baby benar benar semurah itu.
Dengan gemulai Baby menuntun Axel kearah kamarnya lalu mengunci pintu, Axel masih diam memperhatikan tingkah Baby yang mulai menggoda "Kau yakin Baby?"
Baby terkekeh "Kau sendiri yang menawarkan tuan lalu kau sekarang ragu? apa uang mu akan berkurang jika memberiku tiga kali lipat?" Baby melepas satu persatu kancing kemeja Axel,tapi ditengah jalan Axel menahannya.
__ADS_1
"Kita akan bermain tapi aku yang memimpin"