Wanita Malam

Wanita Malam
Selesai


__ADS_3

"Kau bilang dia tak berani? kau tak tau apa yang sedang dia rencanakan.. dia akan mengadakan rapat direksi hari ini dengan agenda pemecatanmu.. dan mengambil alih perusahaan kita"


"Apa!" Jonathan terlonjak kaget "Bagaimana bisa, dia tak punya kuasa itu papa, dan bagaimana ada rapat direksi tanpa persetujuanku"


"Lagipula aku hanya menjaminkan saham kita, sampai proyek kita berjalan normal dan aku sedang mengawasi secara langsung" benar karna kasus direktur keuangannya dan juga pemegang proyek yang sekaligus sahabatnya menghianatinya, pekerjaan jadi berantakan.


"Kau yakin?"


"Tentu saja, dan papa tenang saja mungkin Axel melakukannya karna desakan pemegang saham, kita tinggal panggil Ami, dan Axel akan takluk pada kita"


Jhordi menghela nafasnya "Benarkah.."


"Papa tenang saja Axel bahkan menenangkan para direksi yang menuntut ku karena bujukan Ami"


Jhordi sedikit lega, dia menyandarkan tubuhnya disandaran sofa,namun ada sesuatu yang membuatnya cemas, apakah Axel tau semuanya maka dia merencanakan pembalasan dendam, dan berniat menghancurkan perusahaannya, bagaimana pun Axel seorang Alonzo, yang pernah ia hancurkan.


Jhordi memeriksa ponselnya lalu melihat beberapa pesan gegas dirinya menghubunginya.


"Bagimana?"


"Tuan Axel memang tinggal di sebuah vila yang agak jauh dari kota, dan dia bersama seorang wanita dan anak kecil berumur sekitar enam tahun.."


"Baiklah awasi terus, dan cari tau siapa wanita itu" Jhordi mematikan telponnya, lalu berbicara pada Jonathan "Hubungi adikmu segera kemari" Jhordi merasa ada yang aneh, ia memang melihat Axel yang perhatian pada Ami dan rencana bulan madu mereka membuatnya yakin Axel memang mencintai Ami,jika benar maka itu akan ia jadikan tameng jika Axel macam macam nanti, namun jika Axel benar benar mencintai Ami lalu siapa wanita dan anak kecil yang tinggal dengannya di villa.


Jonathan menghubungi Ami, dan memintanya datang, meski Ami enggan namun ia tak bisa menolak karna ada desakan Jhordi juga, Ami bersiap dan segera mencari penerbangan untuk menjumpai kakak dan papanya yang entah kapan pergi ke negeri yang ditinggali kakaknya.


Disisi lain Axel sudah dalam pesawat dan bersiap memulai eksekusinya, hari ini juga Axel akan memulai pembalasannya pada keluarga Michael, perusahaan Michael memang berpusat di luar negeri dan ia harus pergi sendiri untuk memastikan semuanya terlaksana dengan sempurna dan Jhordi jatuh sejatuh jatuhnya.


Axel mengepalkan tangannya saat mengingat mayat kedua orang tuanya yang mengenaskan akibat kecelakaan yang mereka alami, dan Jhordi yang berada di baliknya.


Dion berada disebelahnya masih bekerja dengan tab yang menyala,memastikan semua berkas siap untuk rapat Axel kali ini, setelah menunggu sekian lama akhirnya waktunya telah tiba.


Dion mengalihkan fokusnya saat ponselnya berdering.


"Ya.."


"Kami masih terus mengawasi tuan.."


"Hmm, pastikan keselamatan nyonya dan nona muda,jaga jarak aman jangan sampai nyonya tau kalian mengawasinya" Dion melihat kearah Axel, yang wajahnya masih berseri.. Dion sampai tercengang saat Axel mengumumkan bahwa mereka harus memanggil Baby nyonya, dan Angel kini bergelar nona muda.


Axel bahkan berkata sambil tersenyum padanya.


"Bagaimana?" Axel bertanya saat Dion sudah memutus sambungan telponnya.

__ADS_1


"Mereka pergi ke selatan kota tuan.. dan nyonya pergi tanpa membawa pengasuh nona muda"


Axel mengangguk lalu terkekeh "Aku tau itu.."


Pesawat yang membawa Axel mendarat dengan mulus tanpa kendala "Tuan anda masih ada waktu satu jam untuk istirahat.."


"Kita langsung saja, aku sedang bersemangat sekarang.."


Dion mengangguk dan mengarahkan supir ke tempat dimana Mich corp berada.


Mereka tak hanya berdua, Axel diiringi beberapa Bodyguard juga seorang pengacara.


Begitu tiba di gedung Mich corp,Axel masuk tanpa hambatan,tak ada petugas yang menghalanginya bahkan para karyawan mengangguk hormat padanya. Seperti sudah tau tuan mereka akan berganti mulai hari ini, sebagian besar pemegang saham sudah ada di pihak Axel, bukti kuat yang Axel miliki bahwa dirinyalah pemilik Mich corp sekarang ia disambut dan langsung di arahkan keruang rapat.


Diruang rapat semua kursi sudah terisi, termasuk dua bajingan di depannya, Jonathan tersenyum masam sedangkan Jhordi masih terlihat tenang.


"Apa ini nak, kau mengadakan rapat di kantorku tanpa memberitahu pemiliknya." Jhordi menyertakan senyum tipis, menahan amarah dihatinya, melihat beberapa orang dibelakang Axel Jhordi merasa ia tengah di serang oleh Axel dan pasukannya.


Axel tak kaget sama sekali dengan kehadiran mereka meski tanpa undangan karna Axel sudah menyangka akan kehadiran mereka.


Dengan tenang Axel duduk di kursi yang masih kosong "Kau bercanda tuan Jhordi, kau tidak dalam kuasa sekarang, Mich corp sudah menjadi milikku " Axel menumpu tangannya di atas meja "Setelah perjanjian dan kerugian yang aku alami, kau fikir kalian masih berhak ck.. tidak tau malu.."


"Apa maksudmu!" Jonathan menunjuk wajah Axel murka.


Mata Jonathan membeliak "Perjanjian pertama adalah syarat saat aku menginvestasikan uangku, apa bila terjadi kerugian maka kau akan menggantinya 3x lipat, lalu pembangunan mangkrak dan uangku hilang oleh anak buahmu sendiri, itu artinya kau sudah berhutang padaku 3x investasiku, ck uang yang tak main main banyaknya" Axel menginvestasikan satu miliyar dolar itu artinya dia berhutang tiga miliyar dolar.


Jonathan makin lemas saat membaca perjanjian kedua "Yang kedua kau menjaminkan semua saham keluargamu padaku dengan syarat pembayaran uang investasiku dalam satu hari.. dan ini sudah lebih dari berganti hari namun kau belum mengembalikan uangku.. itu artinya semua saham mu menjadi milikku sekarang" Axel bersandar dan memainkan kursi dengan seringaian di wajahnya.


Jhordi mengepalkan tangannya sedangkan Jonathan sudah pucat pasi.


"Kau berlaku licik Axel" Jhordi menggebrak meja "Perjanjian itu tak masuk akal sama sekali" Axel bahkan lebih kejam dari rentenir.


Darimana bisa menyediakan tiga miliyar dolar dalam satu malam,apa Axel sudah gila.


"Tuan Jhordi kau aneh sekali, aku hanya memegang tanda tangannya dan seharusnya Jonathan lebih teliti jika takut tertipu"


"Kau menipuku sialan,kau tak bilang semua persyaratan itu.." kini Jonathan berdiri hendak menerjang Axel namun Axel sudah bersiap dengan beberapa bodyguard yang menghalangi.


"Nak kau melakukan ini pada keluargamu sendiri" kini Jhordi menekan malunya dihadapan para direksi menurunkan nada suaranya, berharap Axel bisa melunak, ia menyadari semua berkas yang dibawa nya sudah sah secara hukum, bagaimana pun cara Axel mendapatkannya dia tetap tak berdaya sekarang.


"Tuan Jhordi tak ada keluarga dalam bisnis, lagipula apa kau tak membacanya saat menandatangani nya tuan Jonathan,ck sayang sekali.. apa kalian mempercayakan uang kalian pada orang ini" Axel melihat ke arah para direksi yang mulai saling berbisik, dan menerima semua dokumen kepemilikan yang sudah legal,Jonathan terduduk lemas, dan Jhordi semakin bergetar bayangan kemiskinan menghampirinya.


"Dan mulai hari ini perusahaan ini berada di naungan Alz company"

__ADS_1


Tak ada suara semua seolah sudah pasrah, namun para pemegang saham juga percaya seorang Axel Alonzo tidak akan merugikan mereka.


Tepat saat suasana hening terjadi pintu ruang rapat terbuka tiba tiba Ami datang dengan terengah "Ah, istriku sudah datang" seperti perkiraannya Ami juga pasti akan menampakan dirinya.


Ami merasakan atmosfir sekitarnya terasa panas "Axel ada apa ini?"


"Tak apa bukan masalah, kemarilah" Axel melambaikan tangannya dengan tenang, dengan ragu Ami berjalan mendekat dan Axel membawa pinggangnya erat.


Ami melihat kearah ayahnya dan kakaknya yang terlihat tak berdaya "Papa..?"


"Kakak?"


"Axel ada apa ini..?"


"Ssssttt sudahlah urusan kita disini sudah selesai,ayo kita pulang" Axel menyibak rambut Ami, menunjukan bahwa dirinya begitu mengagumi Ami, dan membawa Ami untuk keluar.


"Tapi Axel papaku..?" Ami menoleh kebelakang melihat tatapan penuh harap dari Jhordi dan Jonathan.


Axel berdecak lalu melepas genggamannya "Baiklah kau putuskan sekarang kau ikut aku, atau ayahmu, yang sudah tak punya apa apa lagi sekarang"


"Axel apa yang kau lakukan sebenarnya.."tiba tiba tubuh Ami bergetar,katakutan ayahnya tak punya apa apa lagi?


"Ck.. ini hal biasa dalam bisnis sayang tak perlu risau.."


"Tapi kau melakukannya pada ayahku.."


Axel tiba tiba menatap tajam Ami "Kau membuang waktu ku sudah ku bilang kau ikut aku atau ayahmu itu .. putuskanlah.." Axel berbalik dan sebelum pergi ia berperan menjadi suami teladan sekali lagi dengan mengusap pipi Ami.


Suasana hening kembali tak ada yang berani bicara satu persatu anggota direksi keluar tanpa suara.


.


.


.


Like


komen


vote..


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2