Wanita Malam

Wanita Malam
Akhir dari Ami


__ADS_3

Ami tau semua yang dilakukannya ber resiko namun ia tetap melakukannya pagi-pagi sekali ia mendatangi mansion nenek Axel, untuk mengadu.


Ami yang begitu disayangi oleh nenek Axel disambut antusias, menyadari cucu menantunya datang ia begitu bahagia.


"Nak kamu terlihat murung kalian baik baik saja bukan?" rasa khawatir tiba tiba datang saat Nenek melihat Ami terlihat sedih..


"Nenek apa yang harus aku lakukan.. hiks"Ami menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Nenek mendorong kursi rodanya ke arah Ami lalu mengelus bahunya "Ada apa Nak?" Nenek Axel memang tak tau tentang keluarga Ami, tentang jhordi dan Jonathan, karna Axel melarang siapa pun di mansion memberi tahu neneknya.


"Nenek aku ham..il"


Nenek memekik senang saat mendapat berita ini karena inilah yang sejak lama ia inginkan "Oh, nak ini berita bagus lalu kenapa kamu menangis.."


"Aku harus bagaimana nenek, aku juga bahagia tapi apa artinya bahagia ini jika Axel akan menceraikanku.." Ami menangis terisak.


Sedangkan nenek sangat terkejut mendapati kenyataan itu "Apa..?"


"Ya nenek aku harus bagaimana, aku tak mau anakku tumbuh tanpa Ayahnya.."


"Bagaimana mungkin dia ingin bercerai.."


"Entahlah mungkin Axel punya wanita lain"


"Tidak nak, itu tak akan terjadi aku tidak akan membiarkannya" Nenek bergegas meminta ponselnya lalu menghubungi Axel.


.


.

__ADS_1


.


Setelah menempuh waktu selama satu jam Axel tiba di mansion neneknya.


Axel merasakan darahnya memanas saat melihat Ami sedang bercanda dengan neneknya, neneknya bahkan mengelus perut Ami yang tengah hamil entah anak siapa Axel tak tau dan tak mau tau.


Axel geram dengan muka dua Ami, dia tersenyum bahkan tertawa di depan neneknya sedangkan Axel tau di hatinya sedang merangkai rencana balas dendam padanya.


Melihat Axel datang Ami tersenyum senang "Axel.." namun tatapan Axel yang tajam menghentikannya, tapi ia tak boleh gentar ini adalah satu satunya cara yang harus dilakukannya setelah ini Ami sudah selesai..


"Apa yang kau lakukan disini.."


"Tentu saja mengunjungi nenek.." Ami menunjukan senyumnya namun Axel sama sekali tak tersentuh sedikitpun.


"Axel mengapa kamu sangat kasar pada istrimu, dia bahkan sedang mengandung anakmu"


"Nenek aku tak bisa percaya padanya begitu saja dia ini wanita murahan yang menjijikan.."


"Nenek lihat Axel selalu memperlakukanku seperti itu.." Ami menunduk sedih sedangkan Axel memandangnya semakin gelap. "Axel bahkan aku sedang mengandung teganya kamu.."


Axel terkekeh dan berjalan mendekat kearah Ami, lalu menyeringai "Kau yakin itu anakku?"


Ami mundur beberapa langkah, ada rasa takut yang menyerangnya,namun ia mencoba menguatkan dirinya "Tentu saja.."


"Lalu apa ini?" Axel menekan tombol di remot tv kebetulan sekali mereka sedang berada diruang keluarga disana tersedia layar televisi yang cukup besar.


Saat tv menyala berita tentang Ami bermunculan, sontak saja Ami membelalak tak percaya..


Di perjalanan tadi Axel sudah meminta Dion untuk menayangkan skandal Ami termasuk vidio syurnya, meski vidio tersebut di blur namun wajah Ami tak tertutup.

__ADS_1


Dalam satu jam perjalanan Axel membuat berita Ami tayang di semua stasiun tv, dan langsung trending.


Ami langsung pucat pasi saat mendengar berita nya di tayangkan di tv, adegan demi adegan terekam jelas, ternyata Axel tak main main dengan ancamannya.


Nenek menutup mulutnya ia terlihat shok dengan adegan demi adegan di depan layar.


"Setelah kasus dari Jhordi Michael dan Jonathan Michael kini muncul kembali scandal dari Camelia Michael putri bungsu keluarga Michael, beredar foto foto dan vidio syur yang menyebar luas di jagad maya, sepertinya dunia sedang di ramaikan dengan kontroversi keluarga Michael" tutur pembawa acara di televisi.


"Astaga.."Nenek menjerit tertahan dan Axel menggenggam tangannya untuk menenangkan.


"Kau sudah menyia nyiakan kesempatan yang ku berikan Ami.. enyahlah kau!"


Axel membawa Nenek pergi meninggalkan Ami yang masih terduduk lemas..


"Papa semuanya sudah selesai bukan.." gumamnya, Ami pun bangkit dengan tatapan kosong ia keluar dari mansion nenek Axel, semua sudah berakhir berikut harga dirinya yang hancur tak bersisa.


.


.


.


Baby dan Angel sudah berada di mobil yang Axel kirim untuk menjemput mereka, Angel tak hentinya berceloteh senang, ia tak sabar untuk kembali sekolah, Angel juga mengatakan ia merindukan Om Axelnya.


Di sebelahnya Baby menggenggam tangan Angel erat, entah mengapa ia merasakan sesuatu yang aneh, seolah sesuatu yang buruk akan terjadi..


Baby melihat sekelilingnya lalu mengeryit ini bukan jalan menuju kota.


like

__ADS_1


komen


vote


__ADS_2