
Angel sedang berada di dalam mobil Alcio, mereka menuju hotel tempat Angel menginap.
"Jadi bagaimana?"
"Apa?"
"Ceritamu?" Alcio mengerutkan keningnya.
"Aku ingin dengar cerita Ayah dan Ibu mu" Angel mencebik kesal, dan itu semua tak luput dari perhatian Alcio.
"Aku sungguh penasaran dengan kisah mereka, mereka sungguh pasangan yang romantis, kamu lihat tatapan Ayahmu, pada Ibumu, itu sangat manis" Angel tak peduli, dia tak asing dengan pemandangan seperti itu, Daddy dan Mommynya bisa lebih gila jika sedang bersama, bahkan mereka akan lupa dengan sekitar mereka jika sudah memadu kasih, tapi Angel tak suka melihat Jonathan bahagia.
"Ah, itu.." Alcio menerawang jauh
"Dulu Daddy menganggap semua wanita itu tidak bisa hidup tanpa uang, karena Ibunya, nenek ku dulu pergi meninggalkan kakek ku saat dalam keadaan miskin, maka Daddy selalu melampiaskan nya pada wanita- wanita lain dalam keadaan marah, Daddy selalu menyewa para gadis diluaran sana, dan itu berlangsung lama, bahkan setelah Daddy menikahi Mommy, dia terus melakukan itu "
Itu berlangsung hingga Alcio lahir, dan Lily tetap diam dan menunggu suaminya berubah.
Hingga Jonathan dimasukkan ke dalam penjara oleh Axel, namun tak lama Jonathan sudah dibebaskan dari tuduhan, meski begitu Jonathan tidak baik-baik saja, Jonathan dibuat bangkrut, bahkan perusahaannya di ambil alih oleh Axel, Axel membuatnya jatuh , sejatuh- jatuhnya, barulah Jonathan menyadari bahwa istrinya selalu mendampinginya, tak pernah sedikitpun dia- Lily menjauh meski Jonathan dalam keadaan susah, sejak itu pemikiran Jonathan berubah tentang semua wanita yang hanya menginginkan uang dan kekayaan, buktinya Lily tetap bersamanya meski dia sedang dalam keadaan menyedihkan, Jhordi meninggal dengan tragis lalu menyusul Camila adiknya, yang memutuskan mengakhiri hidupnya bersama janinnya, Jonathan dibuat frustasi dengan masalah yang menderanya, tapi Lily selalu menghiburnya.
Jonathan bahkan sudah mengusir Lily namun Lily tetap memegang tangan Jonathan dan berkata "Kita akan melaluinya bersama.."
"Mengapa kamu masih disini, aku sudah tak memiliki apapun sekarang, seharusnya kamu pergi.. Aku bahkan selalu menyakitimu" bukannya pergi Lily malah bersikeras tetap tinggal, dan jika Lily pergi Lily tak akan kekurangan, orang tuannya juga berasal dari keluarga kaya, bahkan dengan jelas mereka berkata pada Lily untuk meninggalkan Jonathan yang sudah jatuh miskin dan tak berdaya, tapi Lily memilih bertahan dengan Jonathan yang jelas- jelas sudah banyak menyakitinya.
"Karena aku mencintaimu.." Lily, tersenyum, dan memegang tangan Jonathan "Aku akan disini menunggu kamu.. kita akan bangkit dan berjuang bersama demi Alcio"
Dan Jonathan baru menyadari ketulusan Lily hingga dia merasa bersalah telah menyakitinya bahkan berulang kali, bahkan dosa- dosanya tak terhitung, Jonathan juga menikahi Lily demi sebuah kerja sama, dan jelas dia tak punya cinta sama sekali, tapi ternyata wanita ini benar benar mencintainya, dia benar benar sudah menyiakan Lily.
"Maafkan Aku, Aku merasa tak pantas untukmu, Aku terlalu berengsek.." Lily memeluk Jonathan yang menangis sesegukan Lily hanya mengusap punggung Jonathan untuk menenangkan.
"Aku yakin suatu saat kamu akan berubah.. dan waktunya sudah datang, dan perjuanganku tidak sia-sia.." Lily meneteskan air matanya, ketulusannya berbuah manis, kini suaminya menyadari kesalahannya dan kembali padanya.
"Terimakasih selalu bersama ku, Aku berjanji akan menebus semua kesalahan ku, dan mencintaimu seumur hidupku.." Lily tersenyum.
__ADS_1
"Berjanjilah kamu tidak akan mengingkarinya dan melakukan kesalahan yang sama"
"Aku berjanji"
...
"Sejak itu Daddy menjadi budak cinta Mommy" Alcio selesai bercerita.
Angel mengeratkan genggaman tangannya, jadi itu alasannya hingga Mommynya di beli dan dilecehkan, alasan yang dangkal, hanya karena pemikiran pendek itu Jonathan menyakiti semua gadis.
"Kisah yang manis" Alcio mengira Angel terharu dengan kisah orang tuanya hingga meneteskan air mata, lain dengan Angel dia menangisi nasibnya yang terlahir dari kebejatan Jonathan.
"Ya, kamu begitu terharu ya, sampai menangis.." Angel mengangguk lalu menyeka air matanya.
"Aku juga berjanji tak akan menyakiti wanita manapun" Alcio melirik Angel, ada maksud tertentu dalam ucapannya "Aku pastikan wanita yang bersamaku akan bahagia"
Angel terkekeh lalu mengangguk "Ya, jangan lakukan kesalahan apapun pada pasanganmu kelak, belajarlah dari kesalahan Ayah mu, belum tentu semua wanita sebaik ibumu" Angel mengusak rambut Alcio.
Alcio mendengus "Kenapa mengusak rambutku.." Angel semakin melebarkan senyummu dan berkata.
.
.
.
Leon berjalan tergesa kearah kamar Angel, dia dikuasai api cemburu, dia baru saja pulang dari rumah keluarga Michael, dan ternyata Angel sudah di antar pulang oleh bocah ingusan itu- Alcio.
Bukankah dia sudah mengatakan bahwa dia tak suka Angel dekat dengan bocah ingusan itu, tapi Angel tetap pulang dengan Alcio.
Leon menekan bel di pintu dengan tergesa, beberapa saat menunggu namun pintu tak kunjung terbuka.
Leon menekan ponselnya lagi dan lagi, dia menghubungi Angel, panggilan terhubung, namun Angel tak juga menjawab.
__ADS_1
Leon memutar langkahnya, dia cukup khawatir karena sejak tadi Angel tak menjawab telponnya.
Leon beralih ke kamar di sebelah Angel kamar Bertha "Bertha apa Angel bersama mu?"
Berta mengeryit "Bukankah Nona bersamamu?"
"Ya, aku menjemputnya ke rumah keluarga Michael, namun pelayan bilang dia sudah kembali dengan Alcio" Bertha masuk dan sesaat kemudian dia kembali dengan membawa kunci unit Angel, Angel sengaja meminta kunci cadangan untuk dan diberikan pada Bertha agar bisa bebas masuk unitnya, dia ikut khawatir bagaimana pun Alcio itu anak Jonathan Michael, bagaimana jika Jonathan sudah tau jika Angel itu Anak Tuan Axel, Axel adalah musuh Jonathan, bagaimana pun jika Angel tak bilang Jonathan tak akan tahu jika Angel anaknya, lagipula jikapun Jonathan tahu, belum tentu Jonathan akan menerimanya dengan senang hati.
Bertha harus siap dengan segala konsekuensi terburuk yang akan terjadi pada Angel.
Dengan segera mereka masuk setelah pintu berhasil di buka, namun begitu masuk mereka mendapati kamar Angel kosong.
"Kemana dia?" Leon semakin khawatir.
Bertha mengubungi Angel lewat ponselnya, namun sama seperti Leon panggilannya juga tak di jawab.
Bertha bergegas membuka laptopnya "Apa yang kau lakukan?"
"Aku melacak keberadaan Nona" tangan Bertha fokus mengutak ngatik laptop.
Leon juga melihat layar yang seketika menampilkan sebuah maps yang menunjukan keberadaan Angel.
Mereka melihat titik merah yang menandakan keberadaan Angel, Leon melihat kearah Bertha dan Bertha yang menipiskan bibirnya, rautnya berubah kecut.
"Astaga" desah keduanya bersamaan.
.
.
Terimakasih Kresentia Rosida atas koinnya🙏.
Like..
__ADS_1
Komen..
Vote..