
Angel menampakkan wajah murung, rupanya dia hanya bermimpi, dia bermimpi melihat Leon ada disana dan memeluknya, Angel bahkan melihat tatapan mata Leon, mata itu yang Angel tahu penuh dengan Cinta.
Angel ingat saat Leon memperlakukannya dengan penuh kasih sayang tatapannya sama seperti itu, bedanya mata itu juga diliputi kesedihan dan penyesalan.
Berbeda dengan Leon yang dulu, menatapnya dengan binar bahagia.
Angel menghela nafasnya, apa dia begitu merindukan Leon, hingga dia melihat Daddy Jo, sebagai Leon?.
Jelas sekali mereka bilang kalau Daddy Jo, yang datang lebih awal dan melihatnya histeris, Angel tak ingat semua, hanya saja ia jelas seperti melihat Leon.
"Tapi kenapa aku juga mendengar suaranya."
["Dengar aku.. lihat aku.. aku disini, maafkan Aku.."] Jelas sekali itu suara Leon, tidak mungkin Angel salah dengar.
Axel dan Baby membawa Angel pergi berlibur ke pulau pribadinya, dengan membawa bertha, mereka sudah dua minggu berada disana, sejak Angel keluar dari rumah sakit dua minggu lalu Axel langsung membawanya ke sana.
Angel sedang berjalan- jalan di tepi pantai, sesekali dia bermain dengan air, sekedar membasahi kakinya, Bertha menemani di belakang dan juga ikut bermain dengan Nonanya.
Suasananya cukup tenang dan damai, dalam dua minggu ini Angel tak histeris lagi, Dokter Carol juga menyarankan agar Angel lebih sering bersenang-senang seperti liburan ke tempat-tempat yang tenang seperti sekarang.
.
.
Leon berlari kearah toilet dan kembali memuntahkan isi perutnya, sudah tiga kali Leon muntah pagi ini.
__ADS_1
"Tuan, mau ku panggilkan dokter saja?" Jef melihat tuannya sudah pucat, dan terlihat lemas mungkin tuannya sakit mag, karena sudah beberapa minggu ini makannya tak teratur, Tuannya ini lebih sering menghabiskan waktu untuk bekerja, bahkan sampai- sampai dia akan tertidur di kursi kerjanya hingga pagi.
Sejak kepulangannya dari Negara A, tuan Leon lebih banyak diam dan bersikap dingin.
Pintu ruangan Leon diketuk hingga muncullah sekertaris Leon dengan seorang wanita cantik di belakangnya.
Emily..
Leon melihat Emily dengan datar tanpa perlu repot menyapa, Leon bingung dengan Emily terbuat dari apa dia, apa dia tak punya harga diri dan rasa malu, bahkan Leon sudah mengacuhkannya tapi dia tetap bersikeras mendekati Leon, bahkan setelah dia di permalukan di acara pertunangan mereka.
Emily masuk dengan membawa sebuah kotak bekal bersusun di tangannya, dan meletakkannya di depan Leon.
"Mommy memintaku memberikan ini untukmu.." Emily mencondongkan tubuhnya lebih dekat pada Leon hingga Leon bisa mencium wangi parfumnya yang bagi Leon terasa menyengat, sontak saja Leon menutup hidungnya, dia merasa mual.
"Bisakah kau menjauh.." Emily sedang menata kotak makan siang untuk Leon pun mendongak.
"Aku sudah bilang jika tak bisa bersama dalam pernikahan, bisakan kita berteman.."
Emily tak mengerti, Leon benar-benar tak ingin meski hanya berteman, dan sekarang dia juga merasa tak nyaman dengan bau Emily, mungkin karena asam lambungnya, dia merasa sangat mual.
"Leon aku .." Leon sudah tak tahan, dia berlari kearah kamar mandi dan memuntahkan kembali cairan dari tubuhnya, tentu saja hanya cairan karena makanan Leon sudah habis karena muntahannya kali ini adalah yang ke empat kalinya.
"Ada apa dengan Leon apa dia sakit?" tanyanya pada Jef.
"Tuan sudah empat kali muntah hari ini, nona"
__ADS_1
Emily merasa khawatir, setelah Leon keluar dari kamar mandi, Emily memapah Leon yang sudah sempoyongan "Apa yang terjadi padamu, kau sakit" Leon menepis tangan Emily yang hendak menyentuhnya.
"Sudah ku bilang pergilah, menjauh dariku!!" Leon menatap Emily dengan tajam, tak peduli mata Emily berkaca-kaca "Jef bawa dia pergi!"
"Baik tuan,mari Nona.." Jef menggiring Emily untuk pergi keluar.
"Tapi Leon, kau harus diperiksa kau sedang sakit.."
"Jangan khawatir Nona, saya akan membawa tuan Leon ke dokter.." Jef angkat bicara meski nyatanya sejak tadi Leon tak peduli saat Jef menyarankan untuk memanggil dokter.
"Baiklah.." Emily pergi dari ruangan Leon dengan lesu, niatnya mendekati Leon gagal lagi, sejak acara pertunangan mereka yang gagal satu bulan lalu, Emily tak bisa mengalah begitu saja, dia sudah di permalukan, maka dia berniat untuk meluluhkan Leon dan memastikan Leon berlutut di kakinya.
Namun lagi-lagi dia gagal..
"Sial.."
.
.
.
Like..
komen..
__ADS_1
vote..
🌹🌹🌹🌹🌹