Wanita Malam

Wanita Malam
Penawar Untuk Angel


__ADS_3

Leon segera bangun dari baringannya, saat mendengar ponselnya berbunyi, dia baru saja muntah dari kamar mandi. ini Aneh, selama dia dekat dengan Angel dia tak pernah muntah, padahal Angel pun juga perempuan, dan dia bisa menahannya, saat berhadapan dengan Bertha. Namun saat dia pulang ke apartemennya, dia langsung muntah, padahal jarak apartemennya dan Apartemen Angel hanya berjarak satu pintu, Ya, Leon sengaja membeli Apartemen di gedung yang sama dengan Angel , dan Leon membeli tepat dilantai yang sama, meski dengan harga yang mahal, karena pemiliknya tak ingin menjualnya sama sekali, akhirnya setelah memberi harga tiga kali lipat dia bisa mendapatkan unit dilantai yang sama dengan Angel.


"Kali ini kau salah tuan, Nona tidak mau makan karena mu!" Baru saja Leon menempelkan ponsel ke telinganya, terdengar gerutuan Bertha.


Leon terkejut dengan perkataan Bertha.


"Apa maksudmu..?"


"Iya, Nona tidak mau makan pancake mu, dia ingin spaghetti dengan toping keju mozarella yang banyak.."


"Ini Aneh bukannya dia selalu memilih masakan ku dari pada punyamu"


"Kau terlalu percaya diri.." cibirnya, Leon berjengit saat ponselnya dimatikan dari sebrang.


"Sialan wanita itu, beraninya mematikan ponselnya."


Leon bangkit jika Angel ingin Spaghetti dengan keju yang banyak, artinya dia harus mengabulkannya bukan, dan dia harus segera memasaknya.


Namun saat Leon hendak keluar dan membuka pintu dia baru teringat, bahwa Angel akan tahu jika dia kesana sekarang.


Leon tertunduk lemas lalu menjatuhkan dirinya di sofa, dia sudah berjanji tak akan menampakan diri dalam waktu dekat, setidaknya itu persyaratan dari Axel, jika dia ingin bersama Angel, itu pun jika Angel masih ingin bersamanya.


Axel masih belum yakin jika Leon bukan alasan Angel histeris terakhir kali, setidaknya dia harus menunggu kandungan Angel kuat untuk membuat Angel terkejut, dengan kehadirannya.


Axel takut Angel histeris dan bisa berbahaya untuk janinnya jika Angel bertindak tanpa kesadaran.


Dan sialnya Leon juga takut itu terjadi.


Angel dan kedua bayinya terlalu berharga untuknya.


Beruntung Baby masih bisa mempercayainya hingga dia meminta Bertha untuk membantunya.


Setiap malam Leon akan menyelinap ke kamar Angel, dengan perjanjian jangan bertindak diluar batas, saat pertama dia masuk Angel tengah tidur dengan gelisah, dengan kepala yang terus menggeleng dengan gumaman tak jelas, namun melihat dikedua sisi tangannya saling mengepak menandakan Angel tengah bermimpi buruk, awalnya Leon panik hingga bingung harus melakukan apa, dengan memberanikan diri dia memeluk Angel setelah sebelumnya mematikan lampu kamar Angel, agar jika Angel terbangun dia tak langsung terkejut melihat wajahnya.


Leon mendekap Angel, dan seolah bisa membuat Angel tenang, nafas tidur Angel berlangsung memelan dan kembali normal.


"Tidurlah Honey aku disini untukmu.."


Itu berlangsung selama dua malam, dan Leon berhasil menyelinap, namun dihari ketiga Leon menegang saat Angel melakukan gerakkan mengejutkan dengan memeluknya erat, awalnya Leon kira Angel akan bangun, namun ternyata Angel hanya merubah posisinya dan kembali tidur nyenyak.

__ADS_1


Dipagi hari Leon akan memasak untuk Angel, di pagi hari awal pertemuannya dengan Bertha Leon habis- habisan muntah.


Kerena Bertha yang tak tahu Leon akan muntah jika dekat dengan perempuan lain, dia tak menjaga jarak dan berakhir dengan Leon yang langsung lari ke wastafel untuk muntah. ditambah dengan aroma parfum yang Bertha kenakan.


Barulah setelah Leon menjelaskan Bertha berada di jarak dua meter itu pun dengan syarat Bertha tak memakai parfum.


Leon tahu Bertha kesal, tapi dia tak peduli..


Leon begitu senang saat Bertha mengatakan Angel memakan Pie buah buatannya,juga di hari kedua salad buahnya juga dilahap dengan habis, namun mengapa kini pancake buahnya tidak dimakan Angel?.


Seolah mematahkan keyakinannya bahwa dia punya ikatan batin dengan bayi- bayinya.


Leon menghembuskan nafas lesunya kembali.


"Apa yang harus kulakukan.."


Leon beranjak untuk bangun, dia juga harus bekerja, meski berada di Negara berbeda namun Leon tak bisa mengabaikannya sedangkan dia juga punya tanggung jawab, benar saja tak lama Leon bangun ponselnya langsung berdering.


Leon mendesah malas melihat nama Daddynya di layar ponselnya, namun mau tak mau dia juga harus menjawabnya.


"Apa yang kau lakukan Leon, kau fikir Aku menjadikanmu Direktur agar kau bisa bersenang- senang dan pergi kemana pun kau mau!"


"Hari ini kau tidak hadir dalam rapat, dan hampir di depak dari perusahaan jika tidak mengingat kau pemegang saham terbesar.. kau tahu orang tua Emily berhasil menghasut mereka semua"


Leon mendesah, dia tahu mereka tak sebaik itu ini buktinya "Lakukanlah.."


"Apa?"


"Daddy bilang mereka akan mendepak ku bukan, lakukan saja.. aku akan mundur, jangan berfikir dengan ini aku akan segera pulang.


"Aku tidak peduli sejak awal aku ingin mendirikan perusahaanku sendiri memulai dari awal, tapi Daddy selalu mengekangku.. bahkan dalam Lima tahun terakhir aku sudah bisa menjadi pemegang saham terbesar, bukan? lalu apa yang harus aku lakukan lagi sekarang?. jika ada yang berani menggeserku dan mereka fikir mereka bisa membeli semua sahamku dengan harga pantas lakukan saja.. dan biar mereka lihat tanpa ada aku, apa perusahaan akan melejit seperti sekarang"


Daddy Leon terdiam, benar setelah dia mengangkat Leon jadi Ceo perusahaan berkembang pesat.


"Aku tidak peduli, sekarang aku sedang berjuang untuk kehidupanku, untuk cintaku, kekasihku, bahkan anak-anakku, jadi lakukan apa pun yang Daddy mau.."


Daddy Leon tercengang "Apa kau bilang.. Anak..?"


"Aku tutup dulu.."

__ADS_1


"Tunggu sebentar Anak apa yang kau maksu..d" Leon mematikan ponselnya tak peduli lagi dengan ucapan Daddynya.


Dengan marah Leon menutup kembali Laptopnya, niatnya untuk bekerja hilang sudah, silahkan saja mereka lakukan apa yang mereka mau, dan kita lihat apa yang bisa mereka lakukan tanpanya.


Ponselnya kembali berdering kali ini nama Asistennya tertera "Tuan.." baru saja akan memberi laporan, Leon lebih dulu menyela.


"Kau keduluan Daddy ku.."


"Maafkan aku tuan.."


"Hentikan semua pekerjaan mu, kita lihat apa mereka masih bisa menentang ku, mereka bicara seolah aku hanya bersenang- senang" Jef mengiyakan, padahal dimana pun Tuannya berada, dia tak pernah lupa pekerjaannya, bahkan satu bulan terakhir tuannya bekerja siang malam tanpa tidur, meski patah hati melatar belakanginya.


"Biarkan Daddy Emily melakukannya, dia fikir bisa melawanku.." Sejak pertunangan di batalkan Daddy Emily mencoba melawan Leon, dan berusaha mencari celah untuk menjatuhkannya.


Leon melangkahkan kakinya, dengan tekad, sama seperti dirinya yang tidak pernah takut apapun, termasuk pelengseran jabatannya, maka dia juga harus menghadapi Angel, dan menerima apapun yang akan dilakukan Angel padanya.


Dan akan dia pastikan keselamatan Angel tidak akan terancam, dia memang sudah menjadi luka Angel, namun akan dia buktikan bahwa dia juga bisa menjadi penawar bagi Angel.


.


.


.


Bagaimana jika mereka bertemu?


Mau baper aja?


Atau mau nangis aja?


Atau mau nangis sambil baper?


Like..


Komen..


Vote..


Cus ah bungaaaa di taburkan..🤭

__ADS_1


__ADS_2