
Jonathan menginjakkan kakinya diteras rumah, lantas dia langsung masuk dengan tergesa, melihat istrinya sudah siap pergi dengan koper di tangannya membuatnya semakin ketar ketir, Jonathan menghadang Lily sedangkan Lily membuang wajahnya "Sayang coba jelaskan apa yang terjadi, kenapa kamu melakukan ini, sayang kumohon ayo kita bicara.. ini pasti salah faham.."
Jonathan mengiba, dia tak melakukan kesalahan lalu kenapa istrinya murka hingga ingin pergi meninggalkannya.
Lily memberikan ponselnya yang berisi pesan dari seseorang yang mengirimkannya foto- foto Jonathan dengan seorang perempuan "Ini apa?"
"Kamu bertanya apa? itu kamu..Jo, aku sudah bersabar selama ini, aku kira kamu sudah berubah, tapi sepertinya usahaku sia-sia, kamu tak pernah mencintaiku"
Jonathan menggeleng,lalu dia meneliti lagi foto-foto tersebut "Sayang ini tak seperti yang terlihat"
"Itu kamu kan Jo!"
"Ya, itu aku, tapi ini tak seperti yang kamu fikirkan,..." Lily melengos dan melanjutkan langkahnya "Sayang aku bertemu dia di lobi hotel dan dia bilang dia sakit kepala, dan memintaku ke kamarnya, aku tak bisa minta bantuan siapapun saat itu Mike juga tak ada" Jonathan memang selesai mengadakan rapat di Restoran di hotel tersebut dan Mike asistennya sedang mengambil mobil di parkiran jadi dia bertanggung jawab atas perempuan itu, yang tak ia sangka mengapa ada foto-foto itu, bahkan dilihat dari foto tersebut mereka terlihat mesra, padahal Jonathan hanya membopongnya, dan mengantar ke kamar
"Begitu?, di hotel tidak hanya ada kamu Jo, kenapa tidak meminta pelayan hotel saja " Jonathan bungkam, memang benar harusnya dia melakukan itu, tapi sungguh dia tak punya niatan lain selain mengantar perempuan itu ke kamarnya, dia sungguh kasihan apalagi melihat perempuan itu benar-benar pucat, siapa yang menyangka dia di jebak "Kenapa diam, karena kamu seperti itu.. kamu berbohong"
"Beri waktu aku, aku akan buktikan bahwa ini tak seperti yang kamu fikirkan sayang.. ku mohon jangan pergi, aku mencintai mu"
"Baiklah, buktikan. Tapi biarkan aku sendiri dulu Jo.. aku lelah" Lily melanjutkan langkahnya, dan keluar dari rumah.
Jonathan meremas rambutnya "Akhhh sial"
Jonathan terduduk diruang kerjanya, dia diam namun fikirannya sedang berkelana, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, masalah datang bersamaan,dan membuatnya kacau. Sebelumnya hidupnya begitu damai, keluarganya, dia sangat mencintai istrinya, dan bahkan perusahaannya baik- baik saja, namun ini terjadi seperti seseorang menepuk di saat bersamaan dan mendapatkan dua target.. keluarga dan perusahaannya.
Pandangan Jonathan terpaku pada berkas Angel yang berada di atas meja, dia seorang Alonzo.. mungkinkah Axel mengirim putrinya sendiri untuk mengacaukan hidupnya, tapi kenapa tidak!
Jonathan gegas membuka laptopnya dan memeriksa CCTV, mata Jonathan mengkerut lalu tidak lama membeliak saat melihat Angel mengendap memasuki ruang kerjanya dan memfoto semua berkas miliknya.
Jonathan terkekeh lalu meraih ponselnya "Aku sudah menemukan pengkhianatnya"
__ADS_1
.
.
.
Bertha sedang mengemasi pakaian Angel, mereka akan pulang besok, dan meninggalkan semuanya, Bertha tak habis fikir apa yang ada di fikiran Nonanya, mengapa memulai tanpa mengakhiri, lalu bagaimana dengan tuan Leon? Bertha tidak tahu apa saja yang sudah Nona nya lakukan, namun melihat dia terus melamun dan memandang jauh, Nonanya sedang menyesali sesuatu.
Bertha beranjak saat mendengar suara bel berbunyi namun Angel mencegahnya "Aku saja Bertha, mungkin itu Leon" Bertha mengangguk, membenarkan biarlah Nonanya menghabiskan waktu lebih dulu dengan Tuan Leon, sebelum pergi, lebih bagus jika Nonanya meminta maaf dan menyelesaikan semuanya.
Angel berjalan dengan tergesa dia sudah menunggu untuk bicara dengan Leon, dia akan minta maaf dan menjelaskan semuanya.. sejak tadi Angel terus memikirkan Leon, dia berfikir tentang hatinya, apakah dia mencintai Leon? dan sekarang Angel sudah memantapkan hatinya. Tak ada hari yang paling bahagia dan menenangkan selain saat bersama Leon, bersama Leon Angel bahkan bisa menyingkirkan mimpi buruk yang selalu menghantuinya.
Ya, Angel benar-benar jatuh cinta pada Leon, satu satunya orang yang menyingkirkan rasa takutnya perlahan, dan membuatnya merasa nyaman.
Angel menyunggingkan senyumnya, berfikir Leon akan datang dengan senyumnya yang penuh cinta, namun saat pintu terbuka senyumnya kembali sirna.
"Lihatlah, apa yang kau lakukan?"
Tanpa basa-basi Jonathan menunjukan rekaman CCTV rumahnya, Angel melihat dirinya di sana, namun rautnya menjadi datar.
"Apa yang kau lakukan Nona? kau di suruh Axel menyusupi kehidupanku, dan mengacaukannya" Angel mengerut ini tak ada hubungannya dengan Daddynya, mengapa Daddynya.
"Sejak dulu dia memang pria breng sek yang selalu mengacaukan hidupku, apa dia belum puas dengan apa yang dilakukannya dulu, hingga mengumpankan putrinya sendiri, aku tahu kau anak haramnya dengan ja lang itu, tapi bukankah lebih bagus dia biarkan putrinya tetap di kandang, atau dia tak menyayangimu, hingga mengorbankanmu"
"Jangan bawa-bawa Daddyku!" teriak Angel, demi Tuhan.. Daddy nya benar- benar menyayanginya. "Kau bahkan tidak berhak mengatai Mom!" mata Angel memerah, seumur hidupnya dia membenci Jonathan dan kini dia semakin membencinya.
"Lalu mengapa dia memang ja lang, dan ya, sebutan apa yang pantas untuk dia yang menjajakan dirinya demi uang"
"Diam!!" Angel berteriak nyalang matanya penuh air mata, dia sudah siap dengan semua ini, tapi kenapa melihat Jonathan rasanya ingin menangis dan sakit bersamaan, dia tak rela Mommynya dihina dan direndahkan, dia tidak tahu semua ini terjadi karena dirinya "Kau yang brengsek, sialan.. kau! aku.. aku yang melakukan semuanya sendiri, akan ku buat hidupmu menderita, kau akan tahu bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang yang kau cintai!"
__ADS_1
Jonathan sedikit tercengang, dia tak menyangka Angel akan mengakui dirinya secepat ini, dia bahkan tak mengelak dengan tuduhannya, dan mengapa melihatnya menangis Jonathan merasakan sesuatu di hatinya. "Kau fikir aku percaya, dari mana pemikiran itu jika bukan dari Axel yang merencanakannya, dia sudah memperalatmu anak kecil"
"Sudah ku bilang jangan bawa-bawa Daddyku breng sek!"
"Lalu apa? kau melakukannya sendiri menyusup ke rumahku, menjebak ku dengan wanita itu,dan membuat kacau kehidupanku, Ah.. kau bahkan memanfaatkan kekasihmu hanya untuk ini.. kau juga pasti tau bukan kerugian sebesar apa yang kau lakukan pada perusahaannya.. ck, atau kau memang sengaja, dan tak punya perasaan sama sekali padanya, malang sekali tuan Mckanzie kau sudah dibodohi gadis ini hanya demi menghancurkan ku"
Angel terdiam, mulutnya mendadak kelu, dia bisa melihat seseorang muncul dari balik pintu, berjalan gontai kearahnya, Angel tercengang melihat tatapan itu, Leon menatapnya dengan tatapan nanar dan penuh luka. "Le..on.."
"Mengapa tidak di jawab Nona Alonzo.." Leon tertawa sumbang "Karena semua ucapannya benar, begitu bukan? aku tau kau belum mencintaiku, tapi dengan bodohnya aku percaya bahwa kau akan berusaha, dan aku juga akan meyakinkanmu dengan perasaanku agar kau bisa mencintaiku, tapi sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa mencintaiku, karena dihatimu tak pernah ada aku" Leon meremas rambutnya bahkan sesekali menekan dadanya terasa perih, Angel mencoba mendekat dan meraih Leon, sungguh dia juga merasakan sakit dihatinya. Melihat Leon seperti itu, membuat rasa bersalahnya semakin besar,tangan Angel terulur hendak menyentuh Leon, tapi kata-kata Leon berhasil menghentikannya "Tidak, kerugian yang kuderita tak seberapa, bahkan jika perusahaanku habis olehmu aku tak peduli, sudah kubilang kau lebih berharga dari itu, tapi.. kau berhasil menyakiti hatiku, membuang semua harapanku tentangmu, tentang kita"
😭😭😭😭
Ku menangiiiiis..
Cus ah,
Like
Komen
Vote..
Bunga mana bunga, kopi mana kopi?
Jangan lupa mampir ke karyaku yang baru First L❤️ve👇
😘😘😘😘
__ADS_1