Wanita Malam

Wanita Malam
Angel


__ADS_3

Angel..


Nama yang berarti malaikat, mempunyai hati yang luas dan suci..


Tapi Angel hanya mempunyai arti dibalik nama, namun nyatanya dia hanya manusia biasa..


"Mommy, Angel takut, Mommy tolong Angel!"


"Jangan, jangan dekat-dekat Angel.. Mommy!"


.


.


.


18 Tahun kemudian..


Mempunyai Ibu secantik Baby, dan Ayah sambung sekeren Axel, sangat membuatnya bahagia, Baby yang begitu menyayanginya apalagi Axel selalu memanjakannya dan mengabulkan semua permintaannya termasuk menyekolahkannya di sekolah seni, Angel yang memang berbakat sudah mempunyai karya karya yang bahkan di hargai jutaan dolar.


Semua lukisannya sudah terpajang di galeri miliknya yang dibuka sejak dua tahun yang lalu, Axel memang mendukung semua kerja kerasnya tapi di balik itu Angel mengandalkan kemampuannya sendiri tanpa nama Axel di belakangnya.


"Nona semua sudah siap" Itu asistennya bernama Bertha, tentu saja dipilihkan oleh Axel, Axel sangat posessiv padanya, katanya dia anak perempuan satu satunya, maka penjagaannya juga harus ketat, karena adiknya berjenis kelamin laki-laki, adik satu satunya, setelah Mommynya melahirkan adiknya ia tak bisa hamil kembali karena ada masalah dengan rahimnya, Mommynya sempat down namun Daddy nya Axel selalu menghibur dan mendukung Mommynya, Angel bahkan dibuat bangga dengan pasangan itu, Daddynya memang sempurna, Daddy satu satunya bagi Angel.


"Hmm.. Bertha aku juga mau bertemu Mommy dan Daddy dulu sebelum berangkat" Mereka akan pergi ke sebuah negara untuk mengikuti pameran yang di ikuti banyak pelukis ternama di dunia, dan berkat bakatnya Angel bisa mengikuti pameran tersebut dengan memamerkan beberapa lukisannya.


Angel bangkit dan mulai melepas celemeknya dan membersihkan sisa cat yang melekat di tangannya.


"Baik Nona saya akan siapkan mobil" setelah bisa menghasilkan uang sendiri dari karya-karya nya Angel memutuskan membeli apartemen sendiri, tentu saja harus ada campur tangan Axel, keamanan apartemen juga kualitasnya.


Angel masih membersihkan tangannya saat ponselnya berdering "Ya?" Angel menjawab telponnya.


Terdengar suara di sebrang sana panjang lebar.


Ada jeda beberapa detik dan di jawab dengan gumaman Angel, lalu Angel menutup telponnya.


Bertha sudah kembali dan berkata "Nona mobilnya sudah siap"


Angel segera bersiap untuk menemui Mommy dan Daddynya.


Menempuh perjalanan selama hampir satu jam Bertha mengemudikan mobil membawa Angel ke mansion sang Daddy, Mansion yang di beli setelah Mommy melahirkan adiknya.


Tiba di depan gerbang, dengan menggunakan sensor, gerbang besar itu terbuka otomatis dan membawa mobil yang ditumpangi Angel melesat kedalam pekarangan rumah.

__ADS_1


Kaki jenjang Angel keluar dari dalam mobil dan melangkah dengan percaya diri, para pelayan yang berpapasan dengannya menunduk hormat dan dibalas dengan senyum ramah Angel, mereka bahkan kagum dengan keramahan Angel sebagai nona muda Alonzo dia tak tinggi hati, persis seperti nama nya yang berarti malaikat, Angel pun dikenal berhati malaikat oleh orang di sekitarnya.


"Mommy.." Angel memeluk Baby yang baru saja selesai dengan masakannya untuk menyambut putrinya, Baby sudah tau akan ada Angel dia pun segera menyiapkan segala makanan kesukaan Angel "Hmmm wangi Mom"


Baby menepuk tangan Angel saat tangannya akan menyentuh makanan "Cuci dulu tanganmu sayang"


"Ah.. Aku lupa Mom"


Angel segera berjalan menuju wastafel dan mencuci tangan, disisinya ada pelayan yang siap dengan handuk kecil di tanangannya "Terimakasih" Angel selalu membiasakan dengan ucapan itu, sejak dulu Baby selalu mengajarkannya untuk mengucapkan 'Tolong dan Terimakasih'.


"Sama-sama Nona" Pelayan wanita itu mengangguk.


"Ah, iya Juny bagaimana dengan anakmu apa sudah sehat kembali?" Pelayan itu tersenyum ia merasa tersanjung Nona nya mengingat namanya, bahkan jika ditanya semua pelayan yang ada di mansion Angel pasti tau satu persatu nama dari mereka, dan yang lebih mengangumkan lagi Angel masih ingat anaknya terakhir kali sakit, dan Angel yang baik hati memberi uang untuk merawat anaknya.


"Terimakasih Nona, berkat anda anak saya kembali sehat"


Angel tersenyum "Sama-sama Juny"


Angel kembali ke meja makan kali ini sudah ada Adiknya yang tampan namun berwajah datar duduk bersama Daddy nya, Matteo.


"Daddy.." Angel memeluk Axel dan mengecup pipi Daddynya.


"Kau sudah datang?" Angel duduk di sisi Axel dan di sebelahnya ada Matteo.


Matteo hanya mendengus dan merapikan dasinya, usianya baru 17 tahun tapi dia sudah bekerja di salah satu perusahaan keluarga sebagai Manager, hebat bukan.


Matteo kadang iri pada Kakak nya yang bisa bebas menggapai cita-citanya sedangkan dirinya harus terjebak dengan perusahaan Sang Daddy, ayolah dia masih 17 tahun.


Meski Axel juga tidak terlalu menuntut, namun dia menyadari dirinya anak laki-laki satu satunya dan harus melanjutkan perusahaan Daddynya, maka ia belajar dengan keras.


"Nak, kau yakin dengan pameran itu?" Axel bertanya dengan raut yang tak terbaca, ia tak membatasi Angel kemana pun, namun untuk kali ini Axel punya pengecualian.


"Daddy tau aku bahkan sudah menunggu dari tahun lalu dan sekarang tiba-tiba aku mendapat undangan kesana bagus kan" Angel bertepuk tangan, dia sangat antusias.


Axel menghela nafasnya "Daddy akan menyiapkan Bodyguard untukmu"


"Ayolah Daddy, aku bukan anak kecil lagi.. dan lagi aku juga bisa bela diri" Sejak insiden penculikkan 18 tahun lalu Axel memang mengajarkan bagaimana caranya menjaga diri, Axel bahkan mendatangkan guru karate untuk mengajari kedua Anaknya.


Dan itu juga yang menjadi pertimbangan Axel mengizinkan Angel tinggal sendiri.


"Sayang, Daddy dan Mommy hanya khawatir" Baby menggenggam tangan Baby.


"Ayolah Mom, ini bukan pertama kalinya aku ke luar Negeri, umurku sudah 24 tahun, Mom tau aku bahkan dulu malu karena kemana mana aku harus di ikuti Bodyguard"

__ADS_1


"Lagi pula ada Bertha bersamaku" Bertha juga tak kalah hebat soal bela diri, tentu saja Axel yang memilihnya "Dan selama ini tak ada sesuatu yang terjadi padaku"


"Tapi sayang" Axel memegang tangan Baby agar berhenti bicara.


"Baiklah, tapi jika terjadi sesuatu segera hubungi Daddy"


"Setuju.."


Baby melihat mobil Angel yang keluar dari gerbang lalu menghela nafasnya "Bagaimana jika?"


"Tenanglah sayang aku sudah menyiapkan orang untuk menjaganya.."


"Axel, kita tak tau apa yang akan terjadi nanti.."


"Dan aku akan melindungi putriku" Axel menangkup pipi Baby, "Tenanglah" Axel mendekap Baby dan memberi kecupan di bibir istrinya "Aku harus berangkat, sekarang" Baby mengangguk dan mengantar Axel hingga masuk kedalam mobil.


Diluar masih ada Matteo yang menunggu untuk berpamitan pada Mommynya.


"Mom, aku berangkat"


Baby mengangguk "Jangan terlalu keras Nak" Baby mengelus rahang Matteo.


"Hey Boy, kau jangan merayu istriku!" Axel berseru dari dalam mobil, sebelum mobil kembali melaju.


Matteo mendengus lalu mengecup pipi Mommynya "Aku akan pulang malam Mom, aku ada kuliah hari ini"


Baby mengangguk "Ya, hati hati sayang" Baby menepuk, dan mengelus jas Matteo seolah tak boleh ada debu yang menempel satu butir pun.


....


Angel menginjakkan kakinya di bandara, setelah melakukan beberapa prosedur, Angel memasuki ruang pesawat dan duduk dengan anggun ,di sebelahnya ada Bertha yang menyodorkan sebuah majalah.


-Pebisnis Jonathan Michael, merintis usahanya dari nol sejak 18 tahun lalu hingga sukses-


😱😱😱


Like..


Komen..


Vote...


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2