Wanita Malam

Wanita Malam
Rumah Michael


__ADS_3

"Sayang aku merindukan mu.." Ami berhambur pada Axel dan memeluknya, Axel memutar bola matanya di balik punggung Ami namun mengulurkan tangannya lalu mengelus pinggang Ami.


"Hm.. aku juga"Axel merenggangkan pelukannya "Bagaimana liburannya?" Axel benci basa basi namun ia juga harus berperan yang baik untuk mencapai tujuan nya.


"Menyenangkan andai kamu ikut" Ami merangkul tangan Axel dan mereka memasuki rumah besar Axel.


"Hmm aku sibuk, nenek juga meminta kita untuk berbulan madu lagi tapi aku sangat sibuk sekarang"


"Benarkah, nenek bilang begitu?" Axel mengangguk.


"Bagaimana jika minggu depan" tawar Axel


"Benarkah?.." Kini mereka sudah memasuki kamar dan Axel mendudukan dirinya di sisi ranjang tanpa menunggu lama Ami pun duduk di pangkuan Axel.


"Jika aku sudah menemukan waktu, kau ingin kemana?" nada suara Axel masih terdengar dingin namun itu sudah biasa bagi Ami, baginya mendapat Axel sebagai suami adalah keberuntungan disaat semua temannya bermimpi memiliki Axel, namun Axel justru mendekatinya, dan tawaran bulan madu kedua ini sudah menjadi angin segar untuk Ami, apakah Axel sudah mulai memikirkan tentang anak? jika benar itu bagus bukan, anak akan lebih mengikat Axel dengannya.


"Bagaimana jika Itali?"


"Baiklah.. siapkan semuanya" Ami sudah mulai meraba rahang Axel, selama ini Ami harus puas dengan sikap acuh Axel, hidup sepi demi terus bersama Axel, maka ia sering menghabiskan waktu di luar bersama teman temannya bahkan tak jarang ia menghabiskan malam dengan para pria.


Axel memang hebat dalam urusan ranjang namun Ami sangat jarang mendapatkannya karna kesibukan Axel.


Dan kini Ami sedang memanfaatkan waktu berdua dengan Axel, namun baru saja sebuah ciuman ia berikan Axel menghentikannya "Apa?"


"Tidak sekarang Ami, kita akan makan malam dirumah papa hari ini dan juga akan ada Jonathan malam ini aku akan membicarakan pekerjaan"


"Kak Jo datang?" selama ini kakak nya Jonathan tinggal diluar negeri mengurus bisnis Jhorgi Michael, juga kini dirinya sudah menikah dan memiliki anak maka jarang sekali berkumpul bersama "Baiklah" Ami pun turun dari pangkuan Axel dan bersiap untuk kerumah orang tuannya..


Di perjalanan Axel memberikan perlakuan manis pada Ami, dan Ami merasa ada sesuatu yang aneh dengan Axel pun bertanya "Ada apa dengan mu?"


"Kau tau aku merasa bersalah selama ini karena kesibukan aku mengabaikanmu,melihat nenek yang menginginkan cicit, maka aku berniat agar kita bisa memberinya segara, kita bisa mulai saat bulan madu nanti" mendengar perkataan Axel membuat Ami begitu bahagia.

__ADS_1


"Benarkah" rona wajah Ami benar benar merah tersipu. Ternyata Axel berniat memperbaiki hubungan mereka "Terimakasih aku bahagia Ax," Ami bergelayut manja di lengan Axel, tadinya ia khawatir dengan kehamilannya yang baru ia ketahui saat sedang berlibur kemarin, namun jika Axel mau ia hamil bukankah ini kebetulan jadi semuanya sudah aman sekarang..


Axel dapat bayi, dan ia dapat Axel.. sungguh sempurna.


"Kau terlihat senang?"


"Tentu saja, aku sudah lama menantikan ini, kau tau aku selalu ingin segera memberikan nenek cicit"


"Terimakasih sudah mau menyayangi nenek.." Ami sungguh merasa di awang awang karna Axel yang berubah manis.


Tiba dirumah Michael, Axel dan Ami disambut oleh Jhorgi Michael dengan senyum cerahnya, memiliki Axel sebagai menantu adalah suatu kebanggaan, bagaimana tidak Axel adalah seorang billionaire muda,membanggakan bukan? dimasa tuanya sungguh sempurna bergelimang harta dan begitu santai mengingat perusahaannya sudah di pegang anak sulungnya yang juga sangat kompeten, hingga dalam satu bulan miliaran uang masuk ke rekening nya di tambah lagi bermenantukan Axel membuat koneksinya semakin luas.


"Selamat datang anak ku ayo masuk" Jhorgi memeluk putrinya lalu Axel dan membawa mereka masuk kedalam rumah.


Di dalam rumah sudah ada Jonathan dan istrinya yang menggendong seorang bayi laki laki usia dua tahun, melihat Jonathan hidup damai dan bahagia seperti itu membuat Axel menggeram dalam hati, dia hidup senang sedangkan Baby harus rela menjerumuskan hidupnya di dunia malam demi membesarkan anaknya. Sial, Axel ingin segera menghajarnya bila perlu hingga dia meregang nyawa.


"Apa kabar kakak ipar?" Jonathan menjabat tangan Axel.


"Hmm.. bagaimana perkembangannya?"


"Baik, semua berjalan sesuai rencana, investasimu tak akan sia sia.."


"Baguslah, jika itu benar aku berencana menaikan investasiku 50%" mendengar itu sontak saja Jonathan merasa senang bagaimana tidak dia akan mendapat banyak keuntungan, ayolah 50% sangat sangat banyak.


"Benarkah itu bagus, bagaimana jika aku yang datang ke kantormu nanti untuk membahas semuanya"


"Ya, aku tunggu" Jonathan terlihat antusias dengan perkataan Axel.


"Sudah sudah, berhenti membahas pekerjaan, kita disini untuk berkumpul dan makan malam bersama" Jhorgi segera mengajak anak anak dan menantu nya untuk segera makan.


Di meja makan sesekali di iringi percakapan yang juga seputar bisnis,namun Jhorgi penasaran dengan satu hal maka ia bertanya pada anak dan menantu nya "Nak, bagaimana dengan kalian, ini sudah satu tahun apa kalian sudah berusaha untuk anak, lihatlah kakak mu mereka sudah bahagia karna sudah memiliki putra diantara mereka"

__ADS_1


"Sebenarnya kami baru mau merencanakannya papa" Ami bicara sambil tersipu "Benarkan sayang?" Axel mengangguk lalu tersenyum. "Kami akan bulan madu kedua hanya menunggu waktu Axel luang saja, papa tau kan dia sangat sibuk"


"Begitukah, bagus sekali, papa menunggu kabar baik kalian.."


.


.


Setelah makan malam bersama di rumah Michael Axel mengantar Ami pulang dan segera pergi lagi dengan alasan ada pekerjaan mendadak yang harus ia kerjakan, dan mungkin ia akan menginap di kantor.


Ami merajuk dia baru saja datang tapi Axel masih tak punya waktu dengannya, namun Axel mengatakan Ami juga harus mempersiapkan bulan madu mereka membuat list kemana saja mereka pergi, tentu saja Ami menjadi lebih tenang karna setidaknya Axel akan menuruti kemauannya kemana nanti mereka menghabiskan waktu bersama.


Namun Axel bukan pergi ke kantornya melainkan pergi ke vila miliknya yang di tempati Baby, saat masuk kedalam rumah suasana sudah gelap mungkin Baby sudah tidur mengingat ini sudah pukul 11 malam, Axel memasuki kamarnya dan Baby namun tak menemui Baby, Axel mendesah lalu kembali kelantai satu dan memasuki kamar Angel, benar saja Baby sedang tidur bersama Angel.


Perlahan Axel menyelipkan tangannya di tubuh Baby, dan membawanya untuk menuju kamarnya.


Merasakan guncangan ditubuhnya Baby tiba tiba terbangun dan memekik kaget saat merasakan tubuhnya melayang.


"Akh.. tuan, apa yang kau lakukan?" Baby melingkarkan tangannya di leher Axel takut terjatuh, apalagi kini mereka berada di tangga jika terjatuh maka akan menggelinding hingga bawah.


"Sepertinya kau senang ya, aku tak dirumah.."


.


.


.


Like..


komen..

__ADS_1


vote..


__ADS_2