Wanita Malam

Wanita Malam
eps 05


__ADS_3

Sebelumnya....


"Disa malu punya ayah seperti ayah, Disa nyesel harus menginjakkan kaki Disa ke rumah ayah dan harus bersujud di hadapan laki-laki berhati iblis sepeti tuan HANDOKO!! pengusaha kaya yang somboh seperti anda!!" Disa pun langsung meninggalkan ayahnya dan berlari sekencang kencangnya.


Namun si Mbok hanya bisa melihat non Disa pergi dari rumah nya sendiri, si mbok sangat lemah, ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk anak majikan nya itu, ia hanya bisa menangis melihat kesedihan dari Disa.


Setelah Disa meninggalkan rumah ayahnya, si Mbok langsung menemui tuannya untuk mencoba berbicara dengan nya.


"Den, apa kamu bisa setega itu terhadap anakmu sendiri, dia itu putri mu darah daging mu sendiri" ucap si Mbok kepada majikannya itu.


"Mbok, bukannya aku tega kepada putri ku sendiri, mbok tau kan semua keuanganku di kendalikan oleh istri ku" jawab ayah Disa kepada si Mbok.


"Itu bukan alasan untuk kamu menghina ibu yang sudah melahirkan anakmu sendiri, si Mbok sudah mendengar semua yang aden ucapkan kepada putri mu sendiri, si Mbok tau ini bukan sikaf kamu yang sebenarnya. si Mbok yang sudah merawat kamu dari kecil pun merasa aneh kenapa kamu bisa setega ini kepada anakmu sendiri. Jujur si mbok sangat kecewa dengan perlakuan mu terhadap anakmu sendiri" ucap si Mbok sambil meninggalkan Handoko sendiri di ruang tamu.


Handoko sangat bingung dengan perlakuan nya selama ini, ia bisa meninggalkan anak dan istrinya untuk wanita lain, sementara itu sebelum ia mengenal wanita itu, ia sangat menyayangi dan mencintai istrinya ibu dari Disa.


Si mbok segera pergi ke dapur untuk mengerjakan pekerjaannya, ternyata istri baru ayah Disa yang bernama Anggelina mendengar percakapan si Mbok dan suaminya itu, ia pun segera menemui si mbok yang berada di dapur.


"Apa yang kau ucapkan kepada suamiku? lancang sekali kau, kamu lupa status mu di rumah ini hanya sebagai PEMBANTU." ucap Anggelina dengan sangat sinis.


Si Mbok pun tersenyum mendengar ucapan dari istri baru majikannya itu.


"Sebelum kamu bersama dengan tuan Handoko saya sudah lama bersama dengannya, bahkan sebelum tuan Handoko menikah dengan ibunya Disa pun saya sudah bersama dengan dia, kamu lupa bahwa saya sudah bersama dengan tuan Handoko dari sebelum tuan Handoko di lahirkan saya sudah bersama dengan kedua orangtuanya, jadi saya juga telah ikut serta mengurusi tuan Handoko dari ia masih bayi, bahkan saya pun sudah menganggap beliau adalah anak saya sendiri, apalagi semenjak ibu dan ayah tuan Handoko meninggal tanggung jawab itu jatuh kepada saya, jadi saya berhak menasihati nya jika dia salah" ucap si Mbok dengan tegas kepada anggelina istri dari Handoko.


Anggelina sangat marah mendengar jawaban dari si Mbok, si Mbok sangat berani berbicara itu kepadanya.


"Sialan kau berani berbicara itu kepadaku" Anggelina pun berniat menampar si Mbok, tapi si Mbok bisa menahan tamparan dari Anggelina.

__ADS_1


"Kamu tidak bisa melakukan itu kepadaku" jawab si Mbok dengan tersenyum sambil menahan tangan Anggelina, "Semakin kamu bersikap seperti ini, semakin aku curiga kepadamu nyonya Anggelina" jawab si Mbok sambil meninggalkan Anggelina.


"Kurang ajar, aku akan membuat mu terusir dari rumah ini" ucap Anggelina dengan nada yang sangat kesal.


Langkah si Mbok pun berhenti, ia langsung membalikkan badannya dan kembali kehadapan Anggelina dan berkata.


"Aku yang akan membuktikan siapa dirimu sebenarnya, dan aku akan membawa nyonya Lasmi dan Disa kembali ke dalam rumah ini, mau sepintar apa pun kamu menyimpan kejahatan pasti akan terbongkar, kita liat itu" ucap si Mbok dengan tersenyum dan langsung meninggalkan Anggelina seorang diri.


Amarah Anggelina pun semakin memuncak, ia segera menemui suaminya yang sedang berada di dalam kamarnya.


"Mas aku sangat kesal dengan si Mbok, aku mau kamu mengusirnya sekarang juga" ucap Anggelina dengan penuh dengan amarah.


Handoko hanya bisa mengerutkan keningnya, ia sangat heran kenapa istrinya bisa berbicara itu kepadanya.


"Apa yang kamu katakan? aku harus mengusir wanita yang sudah lama hidup bersama ku, bagaimana bisa aku melakukan itu semua kepadanya, dia sudah seperti ibu ku sendiri sayang" jawab Handoko sambil mengusap pundak istrinya.


"Aku tidak suka kepadanya..." ucap Anggelina


Anggelina pun terdiam ia memikirkan cara lain untuk mengusir si Mbok pergi dari kehidupan Handoko, karna dengan adanya si Mbok di sisi suaminya akan menghambat rencanya untuk menguasai semua harta suaminya itu, karna tujuan dari Anggelina menikah dengan Handoko adalah karna harta.


_


Air mata yang jatuh di pipinya terus mengalir, hati Disa sangat hancur, ia sangat malu dengan apa yang sudah ia lakukan.


"Aku melakukan ini semua hanya untuk ibu, maafkan aku ibu, semoga suatu saat ibu bisa mengerti dan mau memaafkan aku hihihiksss...." ucap Disa sambil mengacak-acak rambutnya.


Disa pun segera pergi dari kamar hotel itu, ketika Disa membuka pintu nya, Disa sangat terkejut ternyata sahabat nya begitu setia menunggu nya di depan kamar hotel. Disa langsung memeluk Ayu dengan sangat erat, ia menangis sekencang-kencangnya, ia mengeluarkan semua isi hatinya kepada sahabat nya itu.

__ADS_1


"Ayuuuu.... hidup Disa sekarang hancur, Disa malu, Disa takut kalo ibu mengetahui ini semua hihihihikkksss ..." ucap Disa sambil memeluk Ayu dengan sangat erat.


"Sudah Disa kamu harus sabar, kamu harus kuat, Ayu yakin pasti kita bakalan nemuin jalan keluar dari masalah ini" jawab Ayu yang terus menenangkan hati dan pikiran Disa. "Kita harus pergi kerumah sakit, kita harus liat keadaan ibu sekarang, Ayu akan terus menemani Disa sampai kapanpun, kita anggap malam ini tidak terjadi apapun." Ayu pun melepaskan pelukannya dan segera menghapus air mata yang ada di pipi Disa sambil tersenyum manis mencoba menguatkan hati dari sahabat nya itu.


Merekapun segera pergi kerumah sakit untuk menemui ibu Disa, sesampainya di rumah sakit ternyata operasi ibunya belum selesai, bi Nur pun sudah terlihat sangat panik dan cemas menghawatirkan keadaan dari kakak nya itu.


"Bi, bagaimana keadaan ibu???" ucap Disa yang terus menangis kepada bi Nur.


"Ibu mu masih di dalam sa, sedari tadi perawatan keluar masuk ruangan operasi, bibi sangat takut terjadi apa-apa kepada ibumu" ucap Bu Nur sambil memegang tangan Disa.


"Engak bi, Disa yakin bahwa ibu akan sembuh" jawab Disa kepada bibinya itu


Bi Nur pun menganggukan kepalanya dan segera merangkul Disa, "Oh Iyah kamu dari mana saja sa??" ucap bi Nur kepada Disa.


Disa pun segera melihat kearah Ayu, dan Ayu pun tersenyum kepada Disa. "Kita habis dari caffe bi ada kerjaan yang harus kita kerjakan" jawab Ayu kepada bi Nur sambil tersenyum.


Tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruangan operasi untuk menemui Disa.


"Alhamdulillah operasi ibu Lasmi berjalan dengan lancar, kalian bisa menemui nya jika sudah berada di dalam ruangannya" ucap dokter kepada Disa.


"Terimakasih dok, dokter sudah menyelamatkan ibu saya" jawab Disa sambil tersenyum.


.


.


.

__ADS_1


Semoga kalian suka dengan cerita yang author buat, kalo kalian suka dengan cerita nya tolong di like dan komen yah 🤗🤗


Tunggu cerita selanjutnya jauh lebih seru ❤️


__ADS_2