
Angel baru saja tiba di hotel bersama Bertha, dan memutuskan istirahat sebentar sebelum pergi bersama Leon.
"Bertha aku mau istirahat sebentar lalu pergi bersama Leon" Angel akan berbalik namun menghentikan langkahnya saat mendengar Bertha bicara.
"Apa nona yakin.. dengan apa yang nona lakukan?" Bertha tau rencana Angel menjerat Leon dan memanfaatkannya.
Angel memejam iya tau apa yang dia lakukan salah, dia sudah merasa bersalah, bahkan sebelum semua itu dia lakukan.
"Aku akan minta maaf nanti.." dan Angel akan berlaku tulus selama memanfaatkan Leon, dia berjanji.
"Nona, tuan Leon memang terlihat baik, tapi anda juga harus hati hati, saya dengar dia juga bukan orang yang baik pada penghianat.." Angel menelan ludahnya kasar,ketakutan merasukinya tapi Angel tak akan berurusan lama dengannya setelah dia bisa masuk dalam keluarga Michael dia akan memutuskan menjauhi Leon, dia akan menjauh sebelum Leon jatuh lebih dalam kepada perasaannya.
Yang Angel tak tau bahwa Leon, bahkan sudah jatuh sejatuh-jatuhnya pada Angel.
.
.
.
Sudah pukul 7 malam itu artinya sudah waktunya Angel pergi dengan Leon, dia sudah mematut dirinya di depan cermin.
"Bertha bagaimana penampilanku..?" tanya nya pada Bertha yang sejak tadi membolak balik kertas, di depannya.
Bartha mendongak lalu berucap "Itu sangat cocok untuk memerankan wanita lugu nona" Angel mencebik,Jika Angel bagaikan malaikat yang setiap perkataan lembutnya ia jaga, karena takut menyinggung perasaan orang lain,Bertha adalah kebalikannya, Bertha ini selalu datar dan gamblang dalam bicara tak peduli kata- katanya menyakiti orang lain, bahkan Nona nya sendiri.
"Aku tidak sedang berperan"
"Lalu apa nona?, anda berusaha menjerat tuan Leon dan memanfaatkanya, bahkan anda tak punya perasaan sama sekali, bukankah anda sedang memerankan metode tarik ulur seperti wanita lugu sekarang"
"Ya kamu benar, tapi apa yang aku lakukan benar benar tulus dari hatiku"
Bertha menatap lekat kearah Nona nya, dan melihat penyesalan dan rasa bersalah dimata Nonanya,lalu menghela nafas.. Apa pun yang dilakukan Nonanya tugasnya hanya melindunginya.
"Nikmati jalan- jalan mu Nona, anda cukup hubungi saya jika perlu sesuatu" Bertha pergi setelah memastikan Nona nya siap untuk pergi.
.
.
..
__ADS_1
Leon sudah menunggu Angel di depan kamarnya, dia berdiri dengan gelisah, sesekali dia merapikan jaketnya, memastikan penampilannya sempurna.
Dia sudah gugup seperti akan menjalani kencan, padahal dia hanya akan menjadi tour guide Angel saja.. tapi kan mereka akan jalan berdua saja.. itu sudah mirip kencan, kan?
Leon semakin gugup saat mendengar pintu terbuka, Leon sudah siap dengan senyum manis nya, namun senyum nya menjadi kecut saat mendapati Bertha di depan pintu, raut wajah Bertha yang datar membuatnya enggan untuk repot- repot tersenyum.
Bertha mengangguk pada Leon lalu pergi begitu saja dan memasuki kamarnya yang berada di sebelah kamar Angel.
Tak lama setelah itu, Angel keluar dari kamar dengan tas selempang kecil di bahu nya.
Leon melihat dari atas sampai bawah, penampilan Angel yang membuat Leon terpesona.
Angel mengenakan rok tutu berwarna navi dengan panjang di bawah lutut, atasan kaos putih dan di balut dengan jaket jeans biru muda,tak ada sepatu hak di kaki, hanya ada sepasang sepatu kets putih, dan rambut digerai dengan satu jepitan di poni nya cukup sederhana untuk seorang Alonzo, bahkan Angel terlihat lebih muda dari usianya.
"Maaf membuatmu menunggu.."
Leon tersenyum "Tidak masalah, aku juga belum lama.." Padahal Leon sudah berdiri di sana hampir satu jam, gegara dia takut telat, dan seharian dia dibuat tak sabar menunggu waktu malam datang, dan untuk meminimalisir hatinya yang membuncah jadi dia cepat cepat pergi dan menunggu di depan kamar Angel.
Sebelum berkeliling Leon dan Angel makan malam di sebuah Restoran, Angel memilih Restoran Italia, bukan tanpa alasan Angel memilihnya karena dia mengetahui Jonathan Michael juga ada perjamuan di Restoran tersebut, tentu saja Leon tak tahu, Angel beralasan jika dia mencari dari Aplikasi pencarian dan menemukan Restoran tersebut.
"Apa tidak apa-apa langsung datang, bukankah harus memesan sejak awal?"
"Tidak apa, aku punya member disini" jawab Leon ringan, meskipun tidak dia akan mengusahakan apapun yang Angel mau.
Angel tak berfikir kata-kata 'Aku beruntung punya kau' yang bisa Leon salah artikan.
Leon merasa ada kebanggaan tersendiri dalam dirinya, saat mendengar pujian Angel.. dan apa tadi katanya 'Aku beruntung punya kau' seperti sebuah kode dari Angel agar dia bisa menjadi miliknya.
Benar saja, saat tiba Leon bisa langsung masuk bahkan bisa langsung memesan ruang privat agar lebih leluasa, namun Angel menolak dia ingin makan di tempat biasa bahkan sengaja memilih meja mengarah ke pintu agar bisa melihat Jonathan.
Benar saja belum lima menit mereka duduk Angel bisa melihat Jonathan dengan seorang wanita yang menggandengnya mesra, dan satu pria di belakang mereka, dia memilik paras yang sama seperti Jonathan,, ah itu anak Jonathan.
Angel bisa melihat pancaran bahagia di mata keluarga itu Ibu, Ayah, dan Anak.
Begitu lengkap..
Adik, mengingat itu membuat Angel menggeram dalam hati, tidak adiknya hanya Matteo saja.
Angel menunduk menahan perih dihatinya pria itu membesarkan anaknya penuh kasih, dan bahagia dengan istrinya, sedangkan dia dengan Mommynya hidup penuh derita, semasa kecil, meski itu semua berganti sejak bertemu Axel, namun tetap saja semua akan berbeda jika saja itu Ayah kandung.
Angel yang tumbuh karena benih yang sengaja dibuang dalam rahim mommynya, dan tak pernah di inginkan tumbuh oleh si pembuang benih.
__ADS_1
"Tuan Mckanzie, kau disini?" Leon segera menoleh dan tak menyadari Angel mengusap air matanya.
"Tuan Michael, ya aku sedang makan dengan seorang teman.." Leon menyalami Jonathan.
"Ah.. teman?" Jonathan tersenyum menggoda.
"Ya, aku harap setelah ini akan lebih.." Angel mendongak melihat Leon yang tersenyum kearahnya.
"Oh ya, Tuan Michael perkenalkan ini Angel.." Leon ragu harus menambahkan nama belakang Angel atau tidak, sedangkan Angel pun tak pernah membicarakan tentang nama Alonzo padanya
"Hallo tuan" Angel mengulurkan tangannya dan langsung di sambut dengan senyuman oleh Jonathan.
"Hallo nona.. ah ini istri dan anakku Alcio" katanya ringan.
"Kau cantik seperti namamu Nona" puji nya. "Kau akan beruntung jika mendapatkannya" godanya pada Leon, yang di sambut dengan senyum bahagia dan melihat Angel dengan tatapan lembutnya.
Angel hanya tersenyum menanggapi.
"Suamiku benar kau cantik Nona" puji istri Jonathan yang tersenyum ramah pada Angel.
"Tuan Mckanzie beri tahu aku jika kau tidak berhasil meluluhkannya, aku akan mengangkatnya jadi menantuku untuk Al" Jonathan meraih bahu Alcio dan mengacak rambut putranya, Leon tersenyum kecut.. enak saja.
Angel menggigit bibirnya menahan rasa ingin menangis.
Hatinya bergejolak antara benci dan ingin.. ingin di akui seandainya Jonathan tau dia anaknya apakan akan di sayangi seperti Alcio.
"Baiklah aku akan masuk dahulu, nikmati makan malam kalian.. selamat bersenang senang" Jonathan merasakan tatapan menusuk di berikan Leon pada putranya, lalu terkekeh dia hanya bercanda dan Leon sudah terpancing.. dia benar benar menyukai gadis ini.
"Ya, terimaksih Tuan"
Istri Jonathan bahkan menyempatkan mengelus rambut Angel seraya berlalu.
.
.
.
Like..
komen..
__ADS_1
vote..