Wanita Malam

Wanita Malam
Pekerjaanku


__ADS_3

"Kita akan bermain tapi aku yang memimpin" Baby menatap tajam Axel lalu berbisik.


"Sayang sekali tuan,tapi ini pekerjaanku" Baby mendorong Axel kerajang dan mulai melepas satu persatu penghalang di bagian tubuhnya yang melekat.


Baby benar ini pekerjaannya dan dirinya harus memuaskan penyewanya bukan? dan pelayan memang harus melayani majikannya,tanpa membiarkan Axel melakukan protes Baby mulai bergerak dan menjamah Axel dengan tangan nakalnya hingga Axel menggeram.


"Oh, Baby.." Axel merasa dirinya naik ke puncak ketika Baby masih bermain dengan mulutnya,Axel gila ketika melihat Baby melu matnya rakus diiringi lidah nya terus bergulir sesekali mata Baby menatapnya nakal semakin membuat Axel bergairah.


Saat dirasa Axel sudah berada di puncaknya Baby merangkak dan mengarahkan Axel agar memasukinya.


Sh it ini terasa kering dan sempit,apa Baby tak kesakitan,harusnya Axel melakukan rangsangan dulu pada Baby supaya Baby juga menikmatinya,saat Axel melihat Baby, Baby hanya senyum menggoda,namun Axel tau Baby menahan sakit hanya dengan kepalan tangannya yang berada di atas perutnya,astaga apa yang Baby lakukan..? lalu mengapa batin Axel terganggu bukankah Axel hanya perlu menikmati saja tanpa harus peduli apa yang dirasakan Baby, bukankah Axel hanya ingin merasakan lagi dirinya dalam diri Baby, tapi mengapa ini terasa berbeda.

__ADS_1


Axel bisa mendengar Baby mende sah namun tak ada rasa menikmati yang terlihat "Berhentilah Baby.." tapi Baby tak mendengarkan malah membungkam bibir Axel dengan ciumannya, gerakan naik turun Baby dibawah sana juga membuat Axel semakin menggila Axel kalah dia tergoda,ia menyambutnya dan menyesapnya merasakan bibir manis Baby hingga beberapa saat dirinya sudah akan meledak.


"Oh,,Baby.." Axel menggeram tertahan Dan selesai.. tugas Baby selesai, untuk sesaat Baby meletakkan tubuhnya di dada bidang Axel, untuk sesaat saja Baby merasakan kehangatan saat Axel mengelus punggungnya "Apa yang kau lakukan Baby?" dan kenyamanan Baby segera berakhir saat suara Axel merasuk ke telinganya,dengan cepat Baby menegakkan tubuhnya dan melepaskan dirinya dari Axel,lalu menunjukan senyumnya "Aku melayanimu.."


"Ya, aku menikmatinya tapi kamu tidak?"


Baby tertawa "Apa itu penting tuan? bukankah kau menyewaku untuk kepuasan mu" Axel tertegun lagi lagi perkataan Baby mengganggunya. "Jangan lupa dengan uangnya tuan" Baby menuliskan no rekeningnya dan menyimpannya diatas nakas "Biasanya orang akan memberiku tips saat aku selasai tapi untuk mu tak perlu karna kau sudah membayarku mahal" Baby masih tersenyum manis kearah Axel yang membeku, apa Baby selalu seperti itu pada pelanggannya, atau Baby hanya melakukan itu pada Axel.. mengapa ego Axel malah terluka sekarang,membayangkan Baby memperlakukannya berbeda.


"Hallo" Axel menyadari raut Baby terkejut sesaat lalu berkata "A..aku akan kesana"


"Ada apa?" tanya Axel, tapi Baby tak menghiraukan dan memakai pakaiannya

__ADS_1


"Aku tanya ada apa Baby?" Axel mengenggam tangan Baby, namun Baby menepisnya kasar.


"Bukan urusanmu tuan, ini selesai bukan? kau sudah mendapatkan keinginanmu, ku harap saat aku pulang kau sudah pergi dari rumahku" perkataan Baby sudah kembali seperti semula,tak ada nada menggoda di dalamnya.


Baby keluar kamar dan berlari,saat melewati kamar Angel, Baby berhenti sesaat lalu memejamkan matanya, ia sudah melakukan kesalahan dirumahnya rumah yang selalu dianggapnya surga kehidupannya dimana Angel malaikatnya berada,semakin menumpuklah rasa bersalah Baby.


Melewati pintu keluar terus bergumam maaf, dan berharap semoga disebrang sana ibunya baik baik saja.


"Maafkan mom Angel,maaf..


"Ibu tunggu aku.."

__ADS_1


__ADS_2