
Axel dan Baby masih terbaring di tempat tidur, seolah enggan beranjak dari rasa nyaman itu, Baby bahkan masih memeluk Axel yang berbaring di dadanya, tangan Baby mengelus dan sesekali meremat rambut Axel yang masih memejam.
"Axel..?"
"Hmm.." Baby kira Axel tertidur, tapi ternyata masih menjawab meski dengan gumaman.
"Kita harus mengubur masa lalu dan berjalan ke masa depan bukan?" tatapan Baby melayang jauh, ia sedang berfikir sesuatu yang mungkin melawan dirinya sendiri.
"Ya, tentu saja" Axel masih saja memejam dan menduselkan wajahnya di dada Baby, sontak saja Baby menggeliat geli.
"Axel, aku bicara serius.." Baby mencebik, Axel bisa merusak konsentrasi nya.
"Aku dengarkan sayang, lagi pula ini sangat empuk" Axel meremas lembut buah yang menggantung di depan wajahnya,dan Axel merasa ini semakin besar, apakah efek dari kehamilan Baby.
"Astaga Axel, ternyata benar benar mesum" Baby mende sah lirih.
"Itu sejak dulu, jika aku tak mesum aku tak akan menemukanmu" Axel mengecup leher jenjang calon istrinya itu.
"Baiklah aku akan serius mari mulai, apa yang ingin kau bicarakan" Axel menegakkan dirinya lalu duduk, tanpa disadari selimut mereka melorot akibat pergerakan Axel,dan tentu saja Baby buru buru menyembunyikan dirinya dengan menarik keatas selimutnya.
"Astaga sayang kenapa harus di tutup kita bahkan sudah tau isi masing masing"
"Ya tuhan Axel,aku serius" ya ampun sejak kapan Axel suka bicara, kemana Axel yang dingin itu pergi.
"Baiklah.."
Baby menghela nafasnya "Aku berencana memberitahu Angel tentang Ayahnya.." Baby bisa melihat mata Axel menajam tiba tiba bulu kuduknya merinding, selama ini ia selalu berkata Ayahnya tidak ada dan tak pernah ada, tapi Angel selalu mengangguk, bukankah dia sangat menyedihkan "Axel aku hanya.." belum selesai Baby bicara Axel memotongnya.
__ADS_1
"Biarkan Angel tau Ayahnya dengan syarat Ayahnya tak perlu tau siapa Angel"
"Tapi Axel itu tak adil untuk Angel, dia selama ini menginginkan kasih sayang Ayahnya"
Rahang Axel mengeras "Kamu fikir jika pria brengsek itu tau ia akan menyayangi Angel, bagaimana jika Angel tak diakui bukankah itu lebih menyakitkan, lebih baik dia tak tau tentang pria brengsek itu, dan Aku, biar Aku yang menjadi Ayahnya" Axel menunjuk dadanya sendiri lalu bangkit dan masuk ke kamar mandi, ia marah dengan ucapan Baby, seolah tak ada dirinya dihidup mereka, bukankah dirinya sudah berusaha menjadi Ayah untuk Angel, bahkan dia yang tak pernah dekat dengan anak kecil mencoba mendekatkan dirinya pada Angel, dan dia benar-benar tulus, setulus cintanya pada Baby.
Mereka pulang disore menjelang malam, selama perjalanan pulang tak ada pembicaraan diantara mereka, Axel bahkan hanya mengemudi tanpa menoleh ke arah Baby,begitu tiba Axel langsung keluar dari mobil bahkan tak menghiraukan Baby yang terpaku di tempatnya, Baby hanya mampu menghela nafasnya, Axel benar-benar marah.
Baby mengetuk kamar Angel lalu masuk, Angel langsung salah tingkah karena sedang melukis untuk pernikahan Mommynya ini "Mom?"
Baby tersenyum lalu memeluk Angel "Tidak apa Mom sudah tau, terimakasih sudah melakukan nya untuk Mom.. itu pasti melelahkan Angel"
Angel menggeleng "Angel suka melukis, Mom, Angel akan buat lukisan lebih banyak lagi untuk Mom nanti, juga Om Axel orang yang paling Angel sayangi"
Baby melihat beberapa fotonya di atas meja, ia begitu terharu dengan kata kata Angel "Ada yang ingin Mom bicarakan.. Angel mau dengarkan?" Angel hanya mengangguk untuk mendengarkan.
Baby pun memberitahu apa yang harus ia beritahu dan menyembunyikan apa yang harus tersembunyi, ada hal yang harus ditutupi, karena Angel yang belum cukup umur, tentang pemerkosaannya tentang dirinya yang di jual oleh Ayahnya yang tak lain adalah kakeknya sendiri.
Angel hanya mengerjap kan matanya lalu tanpa bicara ia memeluk Baby dan membisikan "Angel sayang Mom, Angel juga sayang Om Axel.. Angel tak perlu tau Daddy Angel yang lain, karena Angel punya Om Axel yang sudah berjanji akan menjadi Daddy Angel.." Baby mengeratkan pelukannya, Angel nya memang anak yang pintar, Baby harap saat Angel dewasa nanti ia tak akan membencinya karena semua hal yang dia sembunyikan.
Di balik pintu Axel tertegun, lalu memutar langkahnya niatnya ke kamar Angel ingin minta maaf pada Baby karena mengacuhkannya, harusnya ia selalu berada di sisi Baby di keadaan apapun,harusnya ia menemani Baby saat ia ingin berdamai dengan masalalu, tapi dia dengan egois meninggalkan Baby,namun saat tiba di kamar Angel, Axel tak bisa berkata kata setelah mendengar ucapan Angel.
Setelah memastikan Angel tertidur, Baby menghampiri Axel yang masih duduk di ruang kerjanya.
Baby menggigit bibirnya saat matanya dan mata Axel bertemu, Axel melambaikan tangannya "Kemarilah.."
Dengan patuh Baby duduk dipangkuan Axel "Angel sudah tidur?"
__ADS_1
"Hmm" Axel memeluk pinggangnya dan menyandarkan kepalanya diceruk Baby.
"Maafkan aku.. tak ikut menemani menjelaskannya pada Angel"
"Tidak apa, semua sudah selesai.."
"Aku kira kamu akan menceritakan semuanya pada Angel"
"Tidak mungkin aku bilang bahwa dia ada karena sebuah pelecehan, dan juga karena aku di jual Ayahku sendiri, Angel terlalu kecil untuk mengerti"
Baby hanya mengatakan mengapa Ayahnya tak pernah datang, karena Ayahnya tak tau adanya Angel, dan selamanya, mungkin selamanya dia tak akan tau.
Baby memilih mengikuti Axel untuk tidak memberi tahu Jonathan soal Angel, dan biarkan Angel penuh dengan kasih sayang mereka itu sudah cukup.
Tapi mereka tak tau Angel akan tumbuh dewasa dan dia akan melakukan apa yang ingin ia lakukan kelak.
Apakah Angel benar benar tak tau?
Bagaimana jika Angel tau?
Apa yang akan Angel lakukan?
A: Meyambut dengan penuh Cinta
B: Menyambut dengan penuh Dendam
Menurut kalian bagi Angel yang tak pernah merasakan kasih sayang Ayah nya, apa yang akan terjadi jika dia tahu Ayahnya hanya pria brengsek.
__ADS_1
Cus komen di sini👇