Wanita Malam

Wanita Malam
Tau Segalanya


__ADS_3

Angel meremas majalah yang berisikan berita tentang berita pria bernama Jonathan Michael, raut wajahnya berubah datar..


Dia merasakan dadanya memanas saat melihat setiap keberhasilan dan kebahagiaan dari pria yang sudah membuatnya menderita selama ini.


Pria itu melecehkan Mommy nya, lalu ayah dari pria itu juga melakukan kekerasan dan menculiknya juga Mommynya 18 tahun yang lalu.. hingga memberikan luka membekas di hatinya.


Ya, Angel tau.. ia tau semuanya, mungkin untuk Angel kecil ini rumit, namun seiring berjalannya waktu Angel tumbuh dewasa dan mengumpulkan kepingan demi kepingan ingatannya, Angel mengerti..


Namun semakin Angel mengerti semakin Angel merasakan sakit, selama ini ia berhasil menutupi trauma nya pasca penculikan, tak ada yang tau apa yang mereka lakukan pada Angel, Angel kecil yang sudah dewasa menutupi semuanya tak ingin membuat mommy nya semakin menderita, saat mendengar dari mulut mommynya jika dia punya Ayah, hanya saja dia tak tau Angel ada, Angel sudah pasrah lagi pula dia punya Axel yang akan menjadi Daddynya, setelah Baby keluar kamar, Angel baru mengingat bahwa dia belum mengatakan apa pun tentang penculikan itu dan berniat menemui Baby, namun Angel mengurungkan niatnya saat mendengar suara Baby dan Axel di ruang kerjanya mereka bicara tentang pele*cehan yang di terima mommy nya dan tentang Baby yang ternyata di jual oleh ayah sekaligus kakeknya.


["Maafkan aku.. tak ikut menemani menjelaskannya pada Angel"


"Tidak apa, semua sudah selesai.."


"Aku kira kamu akan menceritakan semuanya pada Angel"


"Tidak mungkin aku bilang bahwa dia ada karena sebuah pel*cehan, dan juga karena aku di jual Ayahku sendiri, Angel terlalu kecil untuk mengerti"]


Angel belum sepenuhnya mengerti, namun ia tau saat itu Mommy nya sedang bersedih, hingga ia mengurungkan niatnya untuk memberitahu apa yang ia rasakan..


Kemudian hari berlalu mereka disibukkan dengan persiapan pernikahan, dan Angel semakin tak bisa bercerita tentang dirinya.


Sejak saat itu Angel menyimpan semua nya sendiri,lagi pula ia sudah terbiasa menyimpan perasaannya sendiri, namun Angel dewasa tak bisa diam setelah selama ini mimpi buruk menghantuinya, hingga menjadi sebuah trauma, maka Angel mulai mencari tahu semuanya.


Tak ada yang tau tentang trauma Angel, tentang semua mimpi buruknya di setiap malam.


Dan semua yang terjadi padanya karena pria itu, dan lihat lah kini wajahnya tengah tersenyum bangga akan dirinya sendiri sedangkan Angel harus berada dalam kubangan mimpi buruk itu..!

__ADS_1


Tidak! Angel tak rela, dan Angel tak akan biarkan dia bahagia, sementara dirinya masih suka menangis di kegelapan..


Bertha di sisinya melirik dengan ekspresi dingin, dia sudah hampir tiga tahun ditugaskan oleh tuan Axel untuk menjaga Nona nya ini, sekilas orang mungkin tak tau bagaimana Nona Angel, namun Bertha yang sudah cukup menemani siang malam tau Nona nya tak seperti yang terlihat.


Tujuan mereka pergi ke Negara ini bukan hanya untuk pameran saja tapi untuk melihat pria itu, Jonathan Michael yang Bertha baru ketahui ternyata Ayah biologis dari Nonanya ini.


Harusnya Bertha beritahu tentang ini pada tuan Axel, namun ia sudah disumpah untuk menyembunyikan ini oleh Nona Angel. selama ini Nona Angel selalu mencari tahu lewat detektif yang sengaja ia sewa dan mengabarkan apa saja yang terjadi pada Jonathan padanya.


Tiba di Negara yang dituju waktu menunjukan pukul sembilan malam, namun Baby tak beristirahat, begitu tiba di hotel ia bergegas membersihkan diri lalu kembali bersiap "Bertha aku mau ke klub" Bertha berdiri hendak bersiap untuk menemani Nonanya, namun angel mengcegahnya "Tidak Bertha kamu istirahatlah, aku pergi sendiri"


"Tapi Nona, anda pertama kali di negara ini.."


"Tenanglah Bertha aku sudah punya janji dengan temanku dan dia asli orang sini jadi aku tidak mungkin tersesat" ini pertama kalinya negara ini ia kunjungi, setelah banyak negara yang ia kunjungi tapi Daddynya tak pernah mengajaknya kemari mungkin karena ada 'pria itu' disini, maka Bertha tak ingin ia tersesat, namun jaman sudah canggih ada aplikasi di ponselnya dan tinggal mencari kemana arah tujuannya, jadi dia tak mungkin tersesat, lagi pula ia hanya perlu menyewa taksi untuk pergi kemana pun, itu lebih mudah lagi.


"Baiklah Nona, hati-hatilah"


Angel tak suka di posisinya sekarang ia tak suka hanya berdua saja diruang sempit, ia dan seorang laki laki, terlebih laki- laki itu asing,dan berharap akan ada orang lain yang masuk ke dalam lift namun sudah beberapa lantai lift tak berhenti dan terbuka.


Meski pria di depannya ini acuh tak acuh tetap saja ia risih.


Angel memegang pinggiran lift saat merasakan guncangan,lalu lampu berkedip kedip.


Angel mulai panik dan keringat dingin merebak di dahinya.


Angel berteriak saat lampu padam sepenuhnya, Angel melompat dan memegang tangan pria di depannya, Angel takut pada pria itu, tapi Angel lebih takut gelap.


"Ap..apa yang terjadi dengan liftnya?" tanyanya gemetar.

__ADS_1


"Mungkin ada gangguan" Angel menyadari suara berat pria yang kini ia pegang erat, namun rasa takut sudah menguasainya.


"La..lalu bagaimana ini.."


Pria itu mungkin menyadari tangannya yang bergetar ketakutan tapi Angel tak peduli.


Angel melihat cahaya dari sebuah ponsel yang Angel yakin milik pria itu, dia mencoba menghubungi seseorang "Tidak ada sinyal" katanya, dan akhirnya pria itu hanya menyalakan senter hingga muncul cahaya.


Angel mulai melepaskan pegangannya setelah melihat cahaya dari ponsel pria itu, namun ia masih bergetar, tak ada waktu untuk rasa canggung, Angel mencoba membuka tas kecilnya dan mencari dimana ponselnya berada,namun dia juga tak menemukan sinyal di ponselnya "Bagaimana ini?" Angel meremas dresnya tiba tiba sekelebat masa lalu menghampirinya.


Dadanya mulai sesak, dan Angel merosot jatuh.


"Hay Nona kau baik-baik saja? kau takut gelap?" Angel mendengar tapi dia malah semakin bergetar.


"Tidak.. tidak.. jangan mendekat.." lirihnya.


"Hey ada apa dengan mu?" pria itu mencoba meraih bahu Angel.


"Tidak ku mohon.. jangan mendekat..Mommy..!" Angel menutup telinganya, matanya terpejam erat


Pria itu berjongkok terlihat raut khawatir, tapi dia juga tak tau harus berbuat apa "Tenanglah tak masalah..kau akan baik baik saja"


Angel menggeleng lalu berteriak "Mom! akhh"


Pria itu semakin panik ia mengambil ponsel Angel dan menyalakan senter di ponselnya hingga menjadikan cahaya lebih terang lagi "Tenanglah, ini sudah tidak gelap kau lihat" Angel masih menutup matanya lalu menggeleng, lalu Angel merasakan dua tangan besar menangkup pipinya "Dengar buka matamu, ini sudah tidak gelap, dan lift akan segera terbuka, mereka pasti akan menyadari lift yang berhenti.. tenanglah"


Angel membuka matanya, Angel bisa melihat pancaran mata pria itu, terlihat tajam tapi juga ada kelembutan di dalamnya "Dengar tarik nafas lalu keluarkan pelan pelan..." Angel menurut "Yah, bagus begitu.. tenanglah kita hanya perlu menunggu beberapa saat" Angel mengangguk lalu nafasnya sedikit menjadi tenang.

__ADS_1


__ADS_2