Wanita Malam

Wanita Malam
Fase Terberat


__ADS_3

Tak ada waktu untuk rasa sakit Angel, bocah kecil itu telah selamat tapi tetap tidak bisa tenang, Mommynya dan Om Axel terluka parah saat itu, dan dia tak punya seseorang untuk bicara, memang ada pengasuhnya juga Alfredo, tapi Angel merasa takut berbicara tentang kesakitannya.


Bocah itu hanya bisa menahannya, Angel akan menutup mulutnya dan menangis saat buang air kecilnya terasa sakit.. hingga semakin hari semua terasa lebih ringan dan sakitnya mulai menghilang, Mommynya sudah membaik namun Mommynya tengah bersedih untuk kesehatan Om Axel yang belum sadar, maka Angel tetap diam karena takut membuat Mommynya semakin sedih, lagi pula rasa sakitnya juga sudah memudar.


Angel juga mulai dihantui mimpi buruk, mimpi yang terus berulang .. ruangan kotor dan sempit, Jhordi, dan Nancy yang tersenyum menyeringai padanya, saat pria asing itu menyentuhnya, juga rasa sakit yang di dapatnya dari kejadian itu.


Angel mulai merasa takut dengan orang-orang baru, dia takut kegelapan karena saat pria itu menyakitinya matanya tak bisa melihat apapun karena tertutup kain.


Hingga Angel tumbuh menjadi seorang gadis belia mimpi itu masih terus menghampiri, lalu dia mulai mengumpulkan kepingan kesakitan itu, barulah dia tahu bahwa dia telah mendapat pe lece han, dan kehilangan hal berharga dalam hidupnya... tentang Jonathan yang ternyata ayah biologisnya dan ternyata Jhordi pria tua itu yang menyebabkan semua kesakitannya adalah Ayah Jonathan dan berarti kakek nya sendiri.


Dan Angel mulai menyimpulkan semuanya karena Jonathan, sejak awal semua salah Jonathan.


Derita Mommynya, derita dirinya sejak kecil hingga kini, semua ada karena bermula dari Jonathan.


Hingga empat tahun lalu Angel memutuskan memberanikan diri untuk menjumpai seorang psikolog. Dan memulai pengobatannya..


.


.


.

__ADS_1


Kembali lagi pada Baby dan Axel yang mendengarkan penjelasan Dokter, tentang kisah Angel.


"Sebenarnya beberapa bulan terakhir kesehatan mental Nona Angel sudah membaik, harusnya dia juga bisa mengurangi mengonsumsi obat penenang, tapi saya rasa ada sesuatu yang Nona alami hingga rasa trauma itu bangkit kembali bahkan lebih parah, dan kini sesuatu yang dulu bisa di tahan kini meluap tanpa dirinya sadari" Baby semakin terisak, sungguh nasib putrinya begitu buruk dan dirinya bukan ibu yang baik, bagaimana bisa dia tak tau derita anaknya sendiri, bahkan bagaimana bisa dia tak tahu anaknya mengalami hal mengerikan, hanya dengan melihat Angel yang terlihat baik-baik saja.


Axel hanya mampu menenangkan Baby, sedangkan dalam hati dirinya mengumpati dirinya sendiri, dia sudah gagal menjaga Angel.


"Saran saya jangan biarkan Nona sendiri, jika tidak.." Dokter belum selesai bicara, tapi perkataan nya harus terhenti saat mendengar debuman keras disusul teriakan Bertha.


Baby dan Axel segera beranjak di ikuti Dokter menuju kamar Angel.


Axel langsung menerbos dan tercengang saat melihat Angel bersimbah darah, sedangkan Baby jatuh lunglai tak sadarkan diri.


.


.


Saat terlihat mata itu perlahan mengerjap Bertha berdiri waspada dia khawatir Nona nya kembali histeris, namun Angel tak bereaksi, tatapan itu terlihat kosong "Nona?" Bertha bertanya pelan.


Saat mendengar suara Bertha barulah Angel menoleh kearahnya "Anda baik-baik saja"


Angel beranjak dari tidurnya tanpa bicara "Nona Anda akan kemana?"

__ADS_1


"Aku ingin ke toilet Bertha" Bertha mendesah lega saat mendengar Nona nya bicara.


Bertha membiarkan Angel masuk ke kamar mandi dan menunggu di luar pintu , namun sudah setengah jam berlalu Nona nya tak kunjung keluar "Nona?" Bertha mulai memanggil Nona nya namun tak dapat jawaban, rasa khawatir menghinggapi saat Bertha menggedor pintu beberapa kali, tapi tetap tak ada jawaban sama sekali.


Bertha segera memanggil Bodyguard yang berjaga diluar kamar Angel, untuk mendobrak pintu.


Brak.. pintu terbuka dengan keras, menampakan pemandangan yang mengejutkan.


"Nona!!!" Bertha berteriak saat melihat Nonanya nyaris tenggelam dalam air yang sudah merah karena darahnya sendiri, lalu dengan segera mencari sesuatu untuk menghentikan darah yang terus mengalir dari pergelangan tangannya.


Saat Bertha mengikat dan menghentikan pendarahan Axel datang, Axel tertegun sesaat lalu dengan panik dia meraih Angel yang setengah tenggelam dalam bathub dan membawanya keluar kamar mandi.


.


.


.


Ini adalah fase terberat bagi Angel🤧, sebentar ya Angel, yang sabar.. yakin lah kamu akan hidup bahagia, karena nasibmu ada di tangankušŸ˜…..


Jangan lupa mampiršŸ‘‡ tekan favorit kalo suka ā¤ļø

__ADS_1



Semoga sukašŸ¤—


__ADS_2