
"Jika bisa aku ingin bekerja ditempat yang jauh, aku ingin memulai hidup baru dengan Angel saja..
Hanya berdua"
"Mau melarikan diri? kau tau orang seperti Axel akan menemukanmu meski kau ke ujung dunia"
Baby memberengut itu memang benar apa yang tidak bisa dilakukan dengan uang.
"Kau yakin dia tak mencintaimu, bukankah aneh jika dia tak punya rasa padamu tapi mau bersamamu selamanya" Alfredo mengira mungkin Axel termasuk lelaki malu-malu dalam perasaan, tapi apa mungkin, seorang yang dominan seperti Axel malu-malu? atau gengsi?
"Mungkin saja kau tau para pria hidung belang memang kecanduan padaku" Baby berkata diiringi candaan.
Alfredo mengangguk "Ya, kau benar.. tapi mungkin jika untuk selamanya mereka akan berfikir ulang"
Baby menunduk "Tentu saja siapa yang mau hidup dengan ja lang sepertiku selamanya.." Baby berkata lirih, seolah perkataan Alfredo menikamnya telak ke hatinya, dirinya tak pantas untuk orang terhormat, berkedudukan seperti Axel.
Alfredo terkekeh "Nah itu, maksudku.. bukankah jika Axel tidak punya perasaan lebih untuk apa melakukan itu" Baby mendongak melihat Alfredo yang mengedipkan sebelah matanya.
Tiba tiba perasaan Baby menjadi hangat benarkah Axel juga mencintainya.
"Mom, kapan Om Axel menjemput kita, Angel sudah satu minggu tak sekolah.. Angel juga rindu Om Axel.." Angel memeluk bola yang sejak tadi di mainkannya dengan Alfredo.
Axel memang juga menjanjikan akan menjemput mereka pada Angel, Baby mendesah lelah.. bagaimana jika Axel tidak datang menjemput mereka pasti Angel akan kecewa.
.
.
.
Ponsel Baby berdering mata Baby menyipit melihat sipenelpon.. Axel, sudah satu minggu sejak ia pergi dari rumah dan Axel baru menghubunginya kembali.
Baby melihat kearah Angel yang tertidur lelap lalu bergerak turun dengan pelan agar tak membangunkan Angel,Baby berjalan kearah balkon dan membuka pintu perlahan.
"Hallo.."
__ADS_1
"Kau menikmati liburanmu sayang..?"
"Axel kau terlalu banyak bercanda.."
"Hmm.. aku akan menjemput kalian, besok" Axel tak mendengarkan ucapan Baby..
"Jangan berkata yang tak mungkin, Axel"
"Apa yang tak mungkin Baby?"
"Sudahlah Axel kau sudah melepaskan aku kan, jadi jangan hubungi aku lagi" dalam hati Baby mengutuk dirinya sendiri mengapa mengucapkan itu, padahal ia benar benar berharap Axel memang datang.
"Tidak peduli aku akan menjemputmu nanti, masuklah jangan terlalu lama berdiri di balkon angin malam tidak baik untuk kesehatan.."
Baby melihat ke sekelilingnya mengapa Axel bisa tau dia berada di balkon,apa dia sedang di awasi, tentu saja kan, semua bisa Axel lakukan.
Axel melihat Baby dari kamera yang diarahkan pengawal Axel untuk mengawasi Baby.
"Baby aku merindukanmu.."
Baby tertegun, Saat Baby akan bertanya Axel menutup ponselnya.
.
.
.
Axel sudah siap hari ini ia akan menjemput Baby dan Angel, setelah mematut penampilannya di cermin Axel keluar dari villa, sudah satu minggu dan itu cukup untuk liburan, lagipula masalahnya sudah selesai, Jhordi dan Jonathan sudah di penjara, dan berkas perceraiannya dengan Ami akan segera keluar.
Maka kini saatnya Axel memikirkan kebahagiaannya sendiri.. dan kebahagiaannya adalah bersama Baby.
Axel berjalan kearah mobilnya terparkir sekali lagi melihat cermin sudah sempurna Axel pastikan Baby semakin mencintainya karna dia terlihat lebih tampan hari ini.
Saat Axel mendudukan dirinya di kursi kemudi ponselnya berdering.
__ADS_1
Kenapa neneknya menelpon di saat seperti ini.
Axel baru akan bicara namun suara neneknya lebih dulu terdengar.
"Axel apa yang kau lakukan kau menceraikan istrimu saat dia tengah mengandung anakmu!!, istrimu datang padaku dan menangis.. tega sekali kau.."
Axel menggeram.. sialan, mengapa Axel lupa jika Ami akan melakukan ini..
"Nenek salah faham.."
"Tidak peduli, kemari sekarang juga, atau kau akan melihat mayatku nanti.."
Axel tak bisa menolak meski ia sedikit kesal dengan neneknya yang memihak Ami, namun hanya neneknya keluarga satu satunya sekarang, dan ia menyayanginya, ia harus menyelesaikan ini dulu,dan menunda menjemput Baby dan Angel.
"Baiklah sebentar saja Baby.." gumamnya lalu Axel memutar arahnya menuju mansion neneknya.
Tadinya ia berfikir untuk tidak mengangkat skandal Ami kepermukaan karna merasa kasihan, namun jika sudah begini tak bisa di biarkan Ami memanfaatkan neneknya, benar benar tak bisa di beri hati, seharusnya Axel ingat semua keluarga Michael memang brengsek.
.
.
Baby membuka pintu saat mendengar pintu di ketuk, dan melihat dua orang pria berjas di depannya.
Baby mengeryit melihat dua orang pria itu yang kini menunduk kearahnya.
"Selamat pagi nona, kami di perintahkan tuan Axel untuk menjemput anda"
.
.
like
komen
__ADS_1
vote..
🌹🌹🌹🌹🌹