
Sudah dua minggu Leon pulang, dan satu minggu terakhir Leon tak pernah menghubungi Angel, di minggu pertama Leon akan menghubungi Angel di jam- jam istirahat, bahkan saat malam sebelum tidur Leon dan Angel akan melakukan vidio Call.
Leon sempat mengabarkan bahwa dia benar-benar akan sibuk nanti, dan dia tak bisa setiap hari menghubungi Angel, tapi Angel tak menyangka jika sampai satu minggu penuh Leon tak menghubungi nya.
Angel benar-benar khawatir, beberapa kali Angel menghubungi Leon namun tak pernah di angkat.
hanya ada balasan pesan dari Leon
-Honey maafkan aku, aku sedang sibuk..nanti aku hubungi lagi- Aku mencintaimu-
Dan hingga sekarang Angel hanya bisa termenung menatap ponselnya sesekali dia cemberut karena tak juga mendapatkan notifikasi dari Leon.
"Apa Daddy kalian benar-benar sibuk, sampai tak bisa menghubungi, apa dia tak merindukan kita" Angel berkata sambil mengelus perutnya.
"Axel kau tidak kasihan dengan putriku.."
"Putri kita Sayang.." Baby mencebik.
"Aku bilang dia juga putrimu tapi membiarkan dia menderita kesepian.."
"Kenapa jadi aku yang di salahkan.."
"Karena kau yang membuat Leon lama menjemput Angel"
"Memangnya aku memblokir jalannya untuk datang" katanya acuh.
"Kalian para pria sama saja, tidak kau tidak Jonathan.."
"Tarik kata-katamu Sayang, jangan samakan aku dengan pecundang itu..!"
"Kalian sama saja tak berperasaan, melihat Angel duduk kesepian.." Baby pergi meninggalkan Axel dengan marah, mereka baru saja mendapat laporan dari Bertha jika Angel banyak melamun dan hanya melihat ponselnya saja.
.
.
.
"Dia sama saja, Jo juga diam saja" Baby menghubungi Lily, dan berkata bahwa Angel seperti kehilangan gai rah hidupnya, setelah Leon pergi.
"Aku khawatir dengan kesehatan janinnya.. jika Angel banyak fikiran seperti itu"
Baby mengakhiri panggilan nya dan Lily hanya mendesah berat.
Lily melihat ke arah Jonathan yang acuh saja melanjutkan makannya, seolah tak mendengar apa yang mereka bicarakan di telpon padahal jelas-jelas Jonathan mendengarnya.
"Kamu akan diam saja?" tanya Lily.
"Sayang, Leon, harus berjuang sendiri agar dia bisa menghargai hasil kerja kerasnya, jika kami membantunya maka dia akan mencintai putri kita hanya karena balas budi, lagipula aku tidak yakin Leon akan menerima bantuan kita, Lihat saja Aku yakin dia akan berhasil lagipula dia sudah berpengalaman, yah.. meskipun belum bisa menyaingi ku" Jonathan membanggakan dirinya.
__ADS_1
"Ya, dan itu artinya kalian membiarkan Angel, terlalu lama menunggu dan perutnya semakin besar.." Lily meninggalkan Jonathan yang terpaku, benar Angel tidak dalam waktu yang bisa menunggu.
Dan Leon tidak akan menikahi Angel dengan cepat jika dia masih belum selesai dengan permasalahannya.
.
.
Angel menatap tanggal di kalender kecilnya tiga hari lagi adalah jadwalnya untuk memeriksakan kandungannya, tapi Leon belum memberi kabar akan datang.
"Bertha jika dia tak juga datang maka aku yang akan kesana"
Bertha yang baru saja datang tiba-tiba membeku saat Nona nya berkata begitu.
"Apa maksudmu Nona"
"Aku akan datang kesana dan menghukumnya karena tidak pernah menghubungiku"
"Nona tuan Leon, mungkin saja sedang benar-benar sibuk"
"Hingga tak pernah bisa memegang ponsel? apa dia tak bisa meluangkan waktu lima menit saja untuk menghubungiku" Bertha meringis, memang benar jika itu terjadi padanya mungkin dia juga akan berkata seperti itu.
"Jika kamu tidak mau menemaniku, aku akan pergi sendiri.." Angel segera pergi memasuki kamarnya.
"Eh,, baiklah Nona aku akan pesankan tiket untuk kita.. tapi Nona, kita harus memastikan lebih dahulu kondisimu"
Dan akhirnya dua jam kemudian Angel sudah berada di bandara dan siap memasuki pesawat hanya tinggal melakukan prosedur penerbangan yang sedang di lakukan oleh Bertha, dia sudah melakukan pemeriksaan, memastikan kehamilannya aman.
Dia tahu Leon memang sibuk, tapi Angel tak bisa menahannya jika dirinya juga merindukan Leon.
Setelah melakukan penerbangan beberapa jam, Angel tiba di Negara dimana Leon berada.
Saat tiba di bandara Angel melihat Lily dan Jonathan menjemputnya, lalu Angel menoleh melihat Bertha.
"Daddy dan Mom, tahu Aku akan datang?"
"Tidak, jika Bertha tak memberi tahu kami"
Angel mencebik "Karena sudah datang kamu harus tinggal bersama kami"
"Aku akan ke hotel Leon"
"Sayang, ini sudah sore dan kamu perlu istirahat, besok Daddy akan mengantarmu menemui Leon"
Angel mendesah lesu "Baiklah.."
Dipagi hari Angel berniat pergi menemui Leon, dia bahkan sudah sangat bersemangat dia akan membuat kejutan untuk Leon, dan Leon pasti sangat senang.
"Kamu yakin tidak akan menghubungi Leon lebih dulu..?" Jonathan bertanya saat dia melajukan mobilnya menuju rumah Leon.
__ADS_1
"Dari kemarin aku selalu menghubungi tapi tak pernah di gubris."
Jonathan hanya mengangguk kan kepalanya.
Setelah satu jam perjalanan Jonathan memarkirkan mobilnya di gerbang mansion keluarga Mckanzie, dan setelah mengatakan apa maksudnya barulah Penjaga membuka gerbang.
Jonathan akan turun saat sudah tiba di pelataran rumah, namun Angel mencegahnya "Biar aku sendiri saja Dad.." Jonathan mengangguk dan memilih menunggu Angel di dalam mobil.
Angel menghela nafasnya, memang kurang sopan kelihatannya, jika ada perempuan datang kerumah laki-laki, apalagi dengan kondisi seperti Angel, dia seperti seorang gadis yang sedang berbadan dua yang akan meminta pertanggungjawaban atas anaknya.
Jantung Angel berdebar saat langkahnya semakin dekat dengan pintu.
Angel mengetuk pintu beberapa kali, lalu pintu terbuka dan menampakan seorang wanita paruh baya.
"Siapa Kau?"
"Maafkan Aku, Aku ingin bertemu Leon.."
Wanita paruh baya itu mengerutkan keningnya "Apa kau gadis bernama Angel itu.."
"Ya..?"
Wanita paruh baya itu menghela nafasnya "Masuklah.."
Angel masuk dan duduk di sofa tepat di sebrang nyonya rumah yang ia kira Ibu dari Leon "Kamu tahu apa yang terjadi pada Leon?"
Angel menggeleng, karna itulah Angel ingin tahu, dan datang kemari, dia memang tahu jika Leon sedang mengalami masalah, tapi Angel tak tahu sudah sampai dimana permasalahan Leon.
"Dia sudah diturunkan dari jabatannya karena dia tak jadi menikah dengan putri salah satu pemegang saham, yang juga sahabat kami, dulu." Mommy Leon menekankan kata 'dulu' karena mereka sudah memutuskan hubungan mereka, sahabat yang mereka anggap sebagai keluarga ternyata tak lebih dari seorang pengkhianat "Dia berhasil mempengaruhi sebagian pemilik saham agar tak memihak Leon, Leon ingin mendirikan perusahaan baru, namun Daddy Leon tidak rela melepas perusahaan yang sejak dulu dia kembangkan"
"Dia sibuk hingga tak bisa pulang, dalam dua minggu dia hanya menghabiskan waktu untuk bekerja, dia bekerja begitu keras, hanya untuk mendapat kembali haknya.. lebih tepatnya syarat yang diberikan Daddynya jika dia ingin menikah denganmu maka Leon harus mendapatkan kembali perusahaan kami"
Angel mengigit bibirnya, Leon benar- benar berusaha begitu keras hanya untuk menikahinya.
Mommy Leon berdiri dan mendudukan dirinya di sisi Angel "Apakah benar kau sedang mengandung?" Angel melihat kearah perutnya lalu mengangguk "Benarkah kembar?"
Angel lagi-lagi hanya mengangguk.
"Astaga.. maafkan Aku, harusnya kami tak mempersulit kalian.." Mommy Leon memegang perut Angel dengan haru.
.
.
.
Like..
Komen..
__ADS_1
Vote..
🌹🌹🌹🌹