Wanita Malam

Wanita Malam
Kedatangan Jonathan


__ADS_3

Dulu ini menjadi ketakutan Baby, namun kini semua menjadi nyata.


Angel selalu menutupi kesedihannya dan mencoba selalu tersenyum untuk Baby, anak itu.. anak kecil itu selalu memperlihatkan raut baik-baik saja dan Baby selalu diam meski dia tahu Angel menyimpan kesedihan, dan selalu ikut bahagia, dan Baby berharap dengan dirinya terlihat bahagia maka Angel juga bisa bahagia.


Tapi hari ini, saat ini, Baby tak pernah menyangka dampak dari semuanya Angel akan menjadi seperti ini..


Putri kecilnya nyaris kehilangan nyawa jika Axel terlambat membawanya ke Rumah sakit..


"Ini semua salahku.." gumam Baby dia tak hentinya menangis, sebelah tangannya mengusap pipinya yang basah, dan satu lagi menggenggam tangan Angel yang terbaring di ranjang pesakitan.


"Jangan menyalahkan dirimu sendiri Sayang.." Axel mengelus bahu Baby yang bergetar.


"Tidak, andai aku tak memintamu membalas Jonathan..


Axel mendesah "Jika itu yang kamu maksud maka sebenarnya akulah yang bersalah, bahkan jauh sebelum kita bertemu, aku sudah merencanakan itu.. juga sebenarnya Jonathan hanya terkena sedikit dampaknya,dia juga tak lama mendekam di penjara, meski mereka nyatanya memang bangkrut, aku sudah mencari tahu Jonathan tak terlibat dengan penculikan kalian kala itu, ini murni direncanakan oleh Jhordi, maka sudah dipastikan ini kesalahanku" Jika saja dirinya tak menyeret Baby dan Angel bersama nya peristiwa nahas itu tak akan terjadi dan menimpa Angel.


Tapi ada sesuatu yang membuat Axel penasaran sekarang, hal buruk apa yang sudah di alami Angel hinga traumanya menjadi lebih parah.


"Apa yang harus kulakukan.. hiks.. hiks.. Oh Angel putriku yang malang, maafkan Mom Sayang" mata Baby sudah bengkak karena menangis terus menerus, kenyataan ini membuatnya terpukul, dia sungguh telah gagal.


"Dengarkan aku" Axel menangkup pipi Baby "Angel tak punya siapapun selain kita, kita akan menghadapi ini semua bersama, jangan biarkan kesedihan mengendalikan mu.. Angel tak suka kamu bersedih apa jadinya jika dia melihatmu seperti ini, berhentilah menangis untuk menguatkannya kita sendiri harus lebih kuat"


.


.


Sementara itu Jonathan dan Lily baru saja tiba di bandara, niatnya datang untuk memperjelas semuanya, dan bertanya pada Axel, benarkah Angel adalah putrinya, dia terus berfikir tapi dia merasa tak mengenal Baby, tapi apakah Jonathan ingat siapa saja gadis yang sudah dia nodai.. jawabannya tidak!.


Berat baginya untuk kembali semua kejadian buruk bermula disini, ibunya yang pergi, Adiknya yang mati bunuh diri bahkan dengan bayi di perutnya, Ayah nya yang mati mengenaskan meski Jonathan akui itu akibat kesalahannya sendiri.


Jonathan dan Lily langsung menaiki mobil yang sudah menunggu mereka dan akan mengantar mereka kemana pun ketika berada di negara ini.


Jonathan melihat kearah Lily yang memiliki raut lelah, sama seperti dirinya istrinya itu sejak dia mengatakan Angel adalah anaknya dia tak bisa tidur dengan benar.


"Kita akan istirahat sebentar di hotel.."


"Tidak, kita langsung saja" Lily memalingkan wajahnya, dia sudah menyiapkan diri sebelum naik pesawat bahwa dia harus siap dengan kenyataan apapun yang akan terjadi pada keluarganya, tapi kenapa sekarang dia merasa takut.

__ADS_1


Jonathan menghela nafasnya lalu meminta supir pergi ke alamat rumah Axel yang sudah dia cari tahu sebelumnya.


Tiba disebuah gerbang besar Jonathan menatap sekitarnya, lalu melihat seseorang yang sedang berjaga dan pergi untuk bertanya "Apa Axel ada?"


Penjaga tersebut melihat Jonathan seksama "Tuan sedang tidak ditempat " katanya datar.


Sial.. Jonathan mengutuk dalam hati, penjaga rumah Axel lumayan menyeramkan dan berwajah datar.


"Aku harus bertemu dengannya.. bisakah.."


"Maaf tuan, tuan Axel sedang tidak di tempat" Jonathan menghela nafasnya.


Lily melihat Jonathan gagal pun turun untuk bicara "Maafkan aku tuan, kami sungguh harus bertemu dengan Tuan Axel, ada sesuatu yang penting.." Sang penjaga kembali melihat ke arah Lily dan meneliti dari atas ke bawah.


"Heh.. jangan lihat istriku seperti itu!" Jonathan tak suka istrinya di tatap oleh pria lain, meski pria itu tak bereaksi sama sekali.


Sebuah mobil hendak keluar dari gerbang dan penjaga langsung membuka pintu Jonathan langsung membawa Lily menjauh agar mobil bisa keluar.


Tanpa di sangka pengemudi keluar dan melihat kearah Jonathan dan lily, mereka mengenal nya itu asisten Angel, Bertha.


Bertha pun segera menghampiri dan bertanya dengan datar "Ada urusan apa anda kemari?"


"Dari perkataan anda saya kira anda belum percaya jika Nona adalah putri anda.."


"Aku.." Jonathan berhenti bicara saat Lily memegang tangannya.


"Nona Bertha, bagaimana pun suami ku berhak mempertanyakannya, bukan tentang percaya atau tidak, tapi lebih ke bagaimana bisa ini terjadi, dan kami baru mengetahuinya sekarang.


Bertha mendengus, lalu dia menekan ponselnya dan menekannya di telinga.


"Nyonya, ada tuan Jonathan datang kemari.."


Hening beberapa saat lalu Bertha kembali bicara "Baik Nyonya"


Bertha mematikan ponselnya lalu melihat kearah Jonathan dan Lily "Ikuti Saya"


Jonathan dan Lily mengikuti dengan mobil yang berbeda, saat memarkirkan mobil di parkiran rumah sakit Jonathan dan Lily mengeryitkan dahi "Siapa yang sakit?" tanyanya pada Bertha.

__ADS_1


Bertha hanya mendengus lalu melihat Jonathan "Nanti anda akan tahu"


Jonathan dan Lily mengikuti Bertha pergi menaiki Lift dan berhenti di lantai 7 saat lift terbuka mereka keluar dan mendapati Axel yang seolah sudah menunggunya, Axel berjalan cepat dan tanpa tendeng aling langsung memberi pukulan pada Jonathan..


Bugh..


Bugh..


Bugh..


Axel melakukannya bertubi-tubi, Lily menjerit kaget saat suaminya di hajar tanpa berhenti oleh Axel, "Tuan berhenti apa yang kau lakukan!" teriaknya, Lily melihat kearah Bertha yang hanya diam dan menatap datar, barulah Lily menyadari disana tak ada siapapun selain mereka.


Ya Axel menyewa satu lantai ini hanya untuk merawat Angel.


Mendengar keributan Baby segera keluar, melihat Axel yang menghajar Jonathan bertubi-tubi pun segera mendekat dan menghentikan Axel..


"Berhentilah Axel!" Baby memegang tangan Axel, dan Axel segera menghentikan pukulannya dengan menghempaskan kasar Jonathan hingga tersungkur kelantai.


Lily langsung menghampiri Jonathan yang mengerang kesakitan, dia tak bisa melawan karena Axel memukulnya tiba-tiba dan tak berhenti setelah mengungkung Jonathan.


"Kita membiarkannya kesini bukan untuk menghajarnya Axel"


"Cih.." Axel berdecih.


"Kita hanya perlu tahu apa yang dia lakukan pada Angel,hingga jadi seperti ini, setelah itu kita biarkan dia pergi.. aku mohon.. ingat apa yang terjadi setelah dendam itu.. lihatlah lah putriku Axel, dia seperti itu karena kita.. jangan lakukan itu lagi" Baby menangis sambil menungkupkan wajahnya di dada Axel.


Axel menengadah menghalau perih di matanya agar tak menangis, di tak boleh lemah, Axel memeluk Baby yang masih menangis, istrinya masih belum berhenti menangis bahkan suaranya sudah parau, karena terlalu lama menangis.


.


.


.


Nah, Jonathan udah di hajar.. besok giliran Leon😁


Like..

__ADS_1


komen..


vote..


__ADS_2