
Axel menatap ponselnya dengan datar, ia sedang berada di ruang kerja, beberapa pesan yang ia dapatkan membuatnya geram sendiri, beberapa detik kemudian Axel memalingkan wajahnya lalu kembali melihat layar ponselnya dan menekan beberapa tombol untuk menghubungi Dion "Jadi kali ini berapa pria yang dia layani?" raut wajahnya amat datar tanpa ekspresi.
"Menurut mata mata kita, ada tiga orang tuan, nyonya bertemu mereka dihotel yang sama di luar negeri .."
Axel mendengus "Bagus kumpulkan semua buktinya kita akan segera menyingkirkannya dia terlalu lama jadi nyonya Alonzo" Axel mematikan telponnya, tanpa mendengar jawaban Dion "Perempuan murah, dan dia bermimpi mengandung anak ku,cih... tak sudi, tapi tunggu dari jaraknya mungkinkah dia sudah mengandung sekarang"Axel mengusap dagunya seraya berfikir, mungkin nanti akan ada drama.
Selesai dengan pekerjaan nya Axel keluar, Axel akan menemui Baby rasanya baru sebentar saja dia tak melihat Baby, tapi kenapa dia jadi penasaran apa yang sedang dilakukan Baby saat ini? saat Axel akan menuju kamarnya terdengar suara tawa dari arah ruang makan.
.
.
Di dapur Baby sedang memasak di temani Angel, mereka akan membuat nasi goreng sosis makanan khas sebuah negara yang dilihatnya dari chanel youtube.
"Jadi di tambah potongan sosis?"
"Ya mom, yang banyak!" Angel menunjukan sepuluh jarinya keatas.
"Dengar sayang, jika mom memasukan sepuluh sosis kedalam sini, maka tuan Axel akan marah karna kamu menghabiskan semua sosisnya.."
Angel mengedipkan matanya "Sungguh mom, tapi Angel mau sosisnya yang banyak..tapi bagaimana kalau om tuan marah.." Baby tak bisa menyembunyikan tawanya melihat wajah Angel yang menggemaskan karna ketakutan.
"Ah, mom kita tak usah bilang kalau kita memasukan banyak sosis pasti om tuan tidak akan marah jika dia tak tau.." Angel memberikan ide nya.
Baby menggeleng tak setuju "Angel ingat mom tak pernah mengajarkan Angel berbohong, mom yakin jika Angel meminta dengan baik tuan Axel pasti akan berikan"
"Benarkah?" Baby mengangguk "Ya sudah nanti Angel akan meminta pada om tuan,.. tapi om tuan terlihat galak mom" lanjutnya sambil berbisik.
"Hahaha.. tidak tuan Axel baik asal Angel tak nakal.. Lalu sekarang apa lagi yang harus mom masukan" Baby kini sedang mengaduk nasi di wajan dengan potongan sosis yang Angel minta.
Angel kembali melihat poselnya "Kecap manis mom"
__ADS_1
Dari ujung pintu Axel bersedekap dan melihat apa saja yang dilakukan ibu dan anak itu, lalu senyum tiba tiba tersungging di bibir Axel kenapa ia tak merasa terganggu dengan anak kecil itu, Axel benci anak kecil karna berisik, dan mengganggu tapi ini aneh Axel tak merasa terganggu saat mendengar Angel bicara banyak dengan Baby, bahkan Axel merasakan desiran saat melihat Baby dan Angel bercanda dan tertawa.
Penampilan Baby yang sederhana tanpa make up,bahkan hanya memakai daster rumahan tapi justru terlihat sosok ibu yang menonjol dalam dirinya tiba tiba Axel mengingat usia Baby yang masih 23 tahun tapi sudah memiliki anak usia 6 tahun berarti Baby mengandung usia 16 tahun,bagaimana wanita diusia itu mengandung, apa Baby hamil oleh pacarnya?
Axel mendekat saat ibu dan anak itu berjalan kearah meja makan membawa semangkuk besar nasi goreng.
"Wuaaahh mom wangi sekali.." Angel berteriak girang mereka belum menyadari Axel ikut berjalan di belakang mereka.
Yah.. nasi nya memang wangi.. tiba tiba Axel juga merasa lapar.
"Hmm.. kalau ini Angel suka mom akan buatkan lagi nanti.."
"Boleh, tapi apa om tuan tidak marah?"
"Tentu saja.." Baby dan Angel terperanjat saat Axel bersuara dibelakang mereka, Angel bahkan langsung sembunyi di belakang Baby "Tentu saja tidak.. tapi dengan satu syarat" Angel mengintip di balik punggung Baby, dan mengedipkan matanya "Asal aku juga boleh ikut makan.." Angel tersenyum,meski wajah Axel masih datar.
"Tentu saja om tuan boleh ikut makan" Angel menarik Axel agar mengikuti mereka ke meja makan, Angel bahkan tak sadar karena genggaman tangannya Axel terpaku sesaat.
Sedangkan Baby, terkejut dengan kedatangan Axel, namun kini lebih terkejut lagi saat Angel dan Axel melewatinya dengan tangan bertaut.. Baby merasa..
Angel duduk di sebelah kiri Baby sedangkan Axel ada di sebelah kanan, dan sekarang Baby sedang menuang nasi kedalam piring dan siap makan dengan satu piring yang sama dengan Angel, biasanya jika mereka sedang santai Baby akan makan bersama di satu piring yang sama dengan Angel, karna Angel bilang rasanya lebih enak apalagi jika disuapi langsung oleh Baby, dan sekarang Angel sudah bersiap saat Baby mengangkat sendoknya, namun belum juga sendok masuk ke mulut Angel suara Axel menghentikannya.
"Mengapa hanya satu piring?" Axel mengeryit saat melihat Baby hanya menuang nasi kesatu piring saja.
"Oh, maaf. aku akan menuang untuk mu.." Baby menuangkan nasi dan menyimpannya di depan Axel, namun Axel masih menatap heran saat Baby kembali duduk dan menyuapkan nasi kemulut Angel.
"Kau tak makan..?" Baby melihat kearah Axel "Aku makan tuan" Baby memakan nasi yang ia baru saja sendok kemulutnya.
"Emm ini enak mom" Angel berbicara riang.
"Ya, tapi jangan bicara sambil mengunyah sayang" Baby, menyingkirkan nasi yang menempel di mulut Angel.
__ADS_1
Axel mengerut tak senang "Mengapa Angel disuapi?"
"Karena makan berdua dengan mom lebih enak om tuan.." Baby kembali menyuapkan nasi kemulut Angel.
"Benarkah..?"
"Ya, om tuan coba saja.. mom cepat suapi om tuan" Angel berbicara ringan namun Baby malah melihat kearah Axel yang menatapnya lekat.
Baby mendengus dalam hati "Sayang tuan Axel bukan anak kecil.. dia tidak akan.."
"Tidak apa aku mau.. ayo mom suapi aku.."Axel mencondongkan tubuhnya kearah Baby.
Baby mendelik saat Axel memanggilnya 'mom' apa apaan Axel, tapi kenapa Baby jadi gugup sekarang.
Melihat Baby memerah entah karna kesal atau tersipu tapi Axel menyukai rautnya, maka Axel kembali menggoda Baby "Ayo mom, aku lapar.."
Menggigit bibirnya kesal Baby menyuapkan satu sendok besar nasi hingga mulut Axel penuh Angel menatap Axel lalu bertanya "Bagaimana om tuan enak bukan?"
Axel hanya mengangguk sambil menatap tajam pada Baby, yang dengan acuh makan setelah menyuapi nya dengan nasi satu sendok penuh.
"Benarkan tangan mom itu ajaib, semua yang berasal dari tangannya pasti lezat.."
"Sudah sayang jangan bicara lagi ayo kembali makan" Baby bergantian menyuapi Angel dan Axel yang berada disisinya.
Axel menatap Angel dan Baby bergantian mereka hanya melakukan hal sederhana tapi mengapa rasanya begitu menyenangkan, sekarang Axel jadi lebih bingung apa yang akan ia lakukan kedepannya pada Baby.
Mulanya ia hanya penasaran pada Baby, dan menjadikannya pemuas naf su nya saja, lalu ia tak bisa melepas meski sudah sebulan lebih,yang Axel kira jika sudah lama ia akan bosan dan kembali mencari wanita yang baru, namun mengapa melihat suasana ini Axel malah menginginkan lebih, dan ini.. yang terjadi di depannya, Axel terasa seperti melihat sebuah keluarga ada ibu, ayah dan anak.
.
.
__ADS_1
..
"Baby dimana Ayah Angel?" dan pertanyaan Axel berhasil membuat Baby bungkam.