Wanita Malam

Wanita Malam
Siapa Kau?


__ADS_3

Baby merasakan telinganya berdengung dengan tubuh yang terasa sulit di gerakkan, mata Baby terasa berat namun ia terus berusaha membuka mata.


Samar samar ia bisa mendengar suara Angel memanggilnya dengan nada cemas.


"Mom.. hiks.. bangun mom.." Angel terus menangis meski Alfredo terus menenangkannya.


"Tenanglah sayang mom mu pasti bangun" Alfredo mengelus rambut Angel.


Alfredo melihat Baby dengan perasaan khawatirnya, sebelah tangan Baby mengalami patah tulang maka itu harus di gips, dahinya juga dibalut perban akibat hempasan ledakan helikopter yang kencang, Baby dan Axel memang terlempar dan mengalami benturan, beruntung Axel melindungi Baby hingga luka nya tak terlalu parah, namun akibat dari itu Axel yang mengalami luka cukup parah, tubuhnya menghalangi tubuh Baby dari puing ledakan, maka Axel harus di operasi untuk menyambung kembali rusuk belakang yang patah.


"Hey.. Baby kau sudah bangun?" Alfredo melihat Baby mengerjapkan mata segera memencet tombol darurat agar dokter segara datang.


"Mom?" Angel ingin memeluk Baby, namun melihat kondisi Baby Alfredo mencegahnya, membiarkan dokter memeriksanya lebih dulu.


Setelah dokter pergi dan mengabarkan bahwa kondisi Baby sudah stabil, Alfredo menurunkan Angel yang langsung memeluk Baby, Baby menggerakkan satu tangan nya untuk mengelus rambu Angel.


"Mom, baik baik saja sayang" Angel mengangguk ia tau ibunya tak baik, terlihat dari suaranya yang masih terdengar lirih, namun Angel begitu menenangkan Baby.


Angel memberi kecupan di pipi Baby lalu kembali memeluk ibunya yang masih terbaring itu.


.


.


.


"Al,bagaimana keadaan Axel?"Baby mengelus rambut Angel yang sudah tertidur sambil memeluknya.


"Sudah membaik.." Alfredo duduk di sisi ranjang dan melihat Baby yang menegang, Baby pasti kaget. "Axel harus menjalani operasi di beberapa rusuk belakangnya yang patah,tapi keadaannya sudah stabil sekarang, hanya belum sadarkan diri"

__ADS_1


"Aku.. aku ingin melihatnya Al" Alfredo mengangguk "Ya nanti setelah keadaan mu membaik"


.


.


.


"Aku sudah tidak apa apa, boleh aku melihatnya sekarang?" Alfredo menggeleng, ini sudah satu minggu dan kabar yang Baby dapat Axel belum juga sadar, Baby sangat khawatir.


"Nanti Baby"


"Aku ingin melihatnya Al,"Alfredo memalingkan wajahnya tak ingin mendengar Baby,namun Baby terus saja memohon "Ayolah Al, antar aku kesana"


Alfredo mendesah "Baiklah aku mau menemui dokter dulu, untuk jaga jaga"


Baby tak banyak bicara yang penting ia bisa melihat keadaan Axel.


Apalagi ruangan Axel masih dilantai yang sama dengan ruang rawatnya dan hanya berjarak beberapa pintu "Ini ruangannya" Baby melihat dua pengawal di depan pintu sama seperti di depan ruangannya Dion juga menempatkan penjaga di ruangan Axel.


Alfredo mendorong pintu kamar VIP tersebut, dan menampakan Axel yang terbaring lemah,di sisinya ada Dion yang sedang menjaganya dan langsung menunduk hormat pada Baby, di perlakukan seperti itu membuat Baby merasa tak pantas,ia hanya bisa tersenyum tipis,merasa malu sendiri.


Alfredo mendorong kursi roda Baby mendekat kearah ranjang,Baby melihat Dion dan Alfredo keluar dari ruangan Axel, barulah ia memberanikan diri menggenggam tangan Axel.


"Hay.. kamu masih belum bangun.." Baby merasakan matanya mulai memanas melihat kondisi Axel.


"Bangunlah..aku belum.. berterimakasih karena sudah menyelamatkanku.." Baby membaringkan kepalanya di tangan Axel.


"Axel.. hiks..hiks.." Baby tak bisa lagi membendung air matanya, dadanya terasa sesak melihat Axel terbaring tak berdaya, Axel yang selalu tampil gagah dan dominan kini hanya pasrah dan diam saja "Terimaksih.." Baby sudah mendengar semua dari Alfredo yang mengatakan ketulusan Axel, ia bahkan tak berfikir dua kali untuk memberikan seluruh hartanya hanya untuk menebusnya, Baby hanya merasa dirinya tak pantas.. meski nyatanya harta Axel tak benar benar raib namun ketulusan Axel untuk melindunginnya sangat terasa oleh Baby.

__ADS_1


Bisa saja hari itu Axel lari sendiri tanpa meperdulikannya mungkin ia masih akan selamat, namun Axel memilih memeluk Baby dan terjatuh bersama.


"Jika kamu tidak bangun, aku akan pergi saja.." Baby menundukan kepalanya sebelah tangannya mesih menggenggam tangan Axel.


"Apalagi kesepakatan kita sudah selesai.." Baby bisa merasakan getaran ditangannya kerena jari Axel bergerak.


Baby tersenyum lalu kembali bicara "Aku dan Angel akan pergi, memulai hidup baru.. kami akan menemukan hidup baru lagi dan aku akan mencari ayah untuk Angel" Baby semakin tersenyum lebar saat tangan Axel terasa mengerat ditangannya tapi mata Axel masih tertutup.


"Aku akan.. menemukan pria tampan yang mau padaku kan.. pasti diluar sana ada jodoh untuk ku.. baiklah aku sudah putuskan untuk pergi.."


"Siapa kau ..?" suara itu terdengar lirih namun juga dingin, Baby tersenyum saat Axel membuka matanya meski masih lemah.


"Siapa kau?" ulangnya lagi, Baby tertegun.


"Apa?"


"Siapa kau?"


.


.


.


.


Waduhhh gimana ini?🤭


Like..

__ADS_1


komen..


vote..


__ADS_2