Wanita Malam

Wanita Malam
eps 08


__ADS_3

Disa pun segera berlari menuju kamar mandi, ia pun segera menyalakan air dan membasahi rambutnya, Disa terus menangis meratapi nasibnya kini, ia tidak tau harus meminta bantuan kepada siapa. Laki-laki yang ia anggap akan menjaga dan melindunginya ternyata adalah dalang dari kehancuran hidupnya.


Gunawan pun segera melanjutkan tidurnya, ia pun tidak menyadari bahwa Disa sudah pergi meninggalkan nya di saat ia sedang tertidur.


"Saaaayang... sayaaaaaaang....." ucap Gunawan dengan suara khas orang bangun tidur, Gunawan pun tersenyum "Ternyata gadis kecil itu sudah pergi kesekolah, heeemmm lama kelamaan juga dia bakalan menikmati hari-hari bersama ku" Gunawan pun segera bergegas membersihkan tubuhnya dan segera meninggalkan hotel tersebut untuk segera pergi bekerja.


Setibanya Gunawan di kantor ia segera menikmati sarapan yang sudah ia pesan, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.


Took...tookkk....tokkk...


Sebelum Gunawan menyuruh seseorang itu masuk, ternyata pintu ruangan nya sudah terbuka, betapa terkejutnya Gunawan melihat perempuan cantik bertubuh tinggi, berambut panjang, dan berkulit putih langsung menutup pintu dan berjalan menuju Gunawan dengan tersenyum.


"Elvinaaa... wow.. kamu sangat cantik sayang.." ucap Gunawan yang langsung berjalan menuju wanita cantik itu.


Wanita itu segera menaruh tasnya di atas kursi dan segera memeluk Gunawan dengan sangat mesra.


"Aku sangat merindukanmu sayang..." wanita itu segera membelai wajah Gunawan dan segera memberikan ciuman manis di bibir Gunawan.


Gunawan pun segera membalas ciuman dari gadis cantik itu, dan segera membelai tubuh gadis yang sekarang berada di dalam perlukan Gunawan.


Gunawan pun segera melepaskan ciuman itu dan kembali untuk duduk di kursinya, wanita itu segera mengikuti Gunawan dan duduk di atas meja tepat di depan Gunawan.


"Kamu kemana aja, sudah 1 Minggu ini handphone kamu susah di hubungi, dan bahkan aku menemui mu ke apartemen kamu pun tidak ada, apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi??" ucap Elvina kepada Gunawan.


"Aku masih mencintaimu El bahkan sampai kapan pun aku tetap mencintaimu, karna kamu lah wanita satu-satunya yang aku cintai..." jawab Gunawan sambil mengelus wajah Elvina.


Elvina adalah kekasih Gunawan, merekapun sudah berencana untuk segera menikah, namun sifat Gunawan lah yang menghambat pernikahan itu terjadi, karna Gunawan belum bisa meninggalkan hobby nya untuk tidak bermain dengan wanita-wanita cantik dan seksi.


__

__ADS_1


"Saaa, kamu ga kenapa-kenapa kan? muka keliatan lesu" ucap Ayu yang langsung berlari menemui Disa.


"Engak Ay, aku ga Kenapa-kenapa" jawab Disa kepada Ayu, Disa pun segera duduk di kursinya sambil menundukkan kepalanya di atas meja, air mata Disa pun terus terjatuh ia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.


Disa pun segera mengangkat kepalanya dan segera menarik tangan Ayu untuk ikut dengannya ke toilet sekolah.


"Ay... ikut aku dulu.." ucap Disa sambil mengusap air mata yang terus menetes di pipinya.


Ayu pun merasakan kesedihan sahabat, Ayu pun terus merangkul Disa agar Disa tidak merasakan kesendirian, setibanya mereka di dalam toilet sekolah, Disa pun segera membuka kancing bajunya di depan Ayu.


"Ay.. liat ini semua..." ucap Disa kepada Ayu.


Ayu pun sangat terkejut melihat tubuh Disa penuh dengan noda merah di sekujur dadanya, Ayu pun hanya bisa terdiam ia tidak bisa berbicara apapun dan Ayu pun hanya bisa mengusap air mata Disa yang terus terjatuh.


"Aku cape Ay harus terus melayani laki-laki gila seperti dia, badan ku semua terasa sakit, ini pun terasa perih untuk berjalan, satu malam aku bersama nya bener-bener menyiksa batinku Ay hihihiksss.. semalam berapa kali aku harus melayani dia, berapa tetesan air mata yang terjatuh di pipiku, sampai aku pun kelelahan ay.. di tambah tadi pagi sebelum aku pergi kesekolah aku harus melayani laki-laki berengsek seperti dia Ay hihihiksss...." Disa pun segera memeluk Ayu dengan sangat erat, mau bagaimana pun cuma Ayu lah yang bisa menenangkan Disa dan mendengarkan semua keluh kesah yang Disa rasakan.


"Sabar yah sa... aku akan terus bersama kamu, aku akan bantu kamu agar kita keluar dari permasalahan ini, kenapa kamu tidak meminta bantuan kepada ayahmu sa..??" jawab Ayu kepada Disa.


"Iyah sa.. sampai kapanpun aku akan selalu ada buat kamu sa, sampai permasalahan kamu ini selesai" jawab Ayu yang langsung mengusap pipi Disa, "Udah yah kamu jangan nangis lagi, kamu harus kuat buat ibumu, karna semua yang kamu lakuin ini semata-mata untuk kesembuhan ibu" ucap Ayu sambil tersenyum.


__


"Waduh Ton, ternyata semalem si bos Anggelina sms gua.." ucap Iwan kepada temannya Anton.


"Ngapain si Mak lampir sms lu..?" jawab Anton dengan muka yang masih mengantuk.


"Mak mak yang mau kita bunuh ternyata masih hidup, dan sekarang kita di suruh buat nyari tau dimana emak itu di rawat" jawab iwan kepada Anton.


"Hareehh lu sih ga becus nyingkirin wanita tua itu, jadinya kerjaan 2x kan buat kita" jawab Anton dengan muka yang sangat kesal.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua pun segera bergegas untuk mencari tau dimana keberadaan Bu Lasmi, mereka mendatangi rumah sakit satu persatu dan sampai akhirnya mereka bisa menemukan dimana kebenaran Bu Lasmi.


"Rupanya wanita tua itu di rawat disini" ucap Anton kepada Iwan.


"*Lalu setelah ini kita akan melakukan apa???"


"Ntahlah... ga mungkin kan kita ngelakuin ini di rumah skait, bisa-bisa kita masuk penjara*" ucap Anton kepada iwan.


Akhirnya mereka pun menunggu situasi yang tepat untuk melancarkan aksinya.


Ketika mereka sedang bulak balik di depan ruangan Bu Lasmi, dokter Daniel pun mencurigai gerak-gerik dua pria sangar tersebut, dan akhirnya dokter Daniel pun memutuskan untuk menemui mereka.


"Sedang apa kalian...?" ucap dokter Daniel kepada dua pria tersebut.


"Engak dok, kita.... lagi mencari ruangan keluarga kami..." ucap Iwan sambil menatap Anton dengan wajah yang sangat tegang.


"Kok saya curiga dengan kalian berdua, kalo kalian mencari ruangan keluarga kalian seharusnya kalian menanyakan kepada petugas, namun kalian ini cuma bulak-balik di depan ruang ini, dan saya pun melihat kalo kalian tadi mengintip kedalam ruangan ini, siapa yang kalian cari????" ucap tegas dokter Daniel.


"Permisi dok saya harus pergi..." jawab Anton yang langsung menarik tangan Iwan untuk meninggalkan dokter tersebut.


Melihat tingkah laku dua pria tersebut dokter Daniel pun semakin curiga dengan pria itu dan segera masuk kedalam ruangan Bu Lasmi untuk menemui Bu Lasmi.


.


.


.


Semoga kalian suka dengan cerita yang author buat, kalo kalian suka dengan cerita nya tolong di like dan komen yah 🤗🤗

__ADS_1


Tunggu cerita selanjutnya jauh lebih seru ❤️


__ADS_2