
Sebelum Baby bangun..
Selepas membaringkan Baby di tempat tidur Axel pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, beberapa saat kemudian Axel keluar dari kamar mandi lalu membeliak melihat Baby, Baby sedang menari di atas ranjang tanpa pakaian hanya memakai dalaman merah maroon yang kontras dengan kulit putihnya.
Axel menelan salivanya "Baby apa yang kau lakukan kau bisa jatuh.." namun Baby malah terus mengerakan tubuhnya di tiang ranjang seolah sedang melakukan pole dance.
"Astaga.." Axel mengusap wajahnya, saat tiba tiba Baby turun dengan gerakan menggoda "Hentikan Baby atau aku akan menghabisimu!!" Mata sayu Baby menatap mata Axel.
"Wuaahhh.. penyewaku hari ini sangat tampan.." Baby mengelus rahang Axel dan membuat Axel menggeram "Baby.." kulit perut Baby sudah merapat dengan kulit perut Axel yang masih basah, Axel yang hanya mengenakan handuk di pinggangnya seketika merasakan tegang di bagian intinya, tadinya Axel akan menahan diri untuk menyentuh Baby yang sedang mabuk, namun jika begini Axel tak bisa mengelak "Cih.. tapi sayang sekali kau mirip pria bajingan itu.."
Axel mengeryit siapa siapa pria bajingan yang Baby maksud "Siapa?"
"Kau tidak tau? dia sangat tampan.. tapi sayang sekali dia sudah beristri.." Baby tertawa tapi racauannya tak berhenti, Axel mengepalkan tangannya siapa dia? tiba tiba Axel merasa geram mendengar Baby memuji pria lain, dan pria itu sudah beristri? apa Baby pernah berhubungan dengan pria selain dirinya "Ah.. dia juga kaya saking kayanya dia bisa membeliku.." Axel menegang itu.. dirinya, Baby bilang dia tampan? "Tapi karna aku yang sudah dia beli ini jadi tak berdaya.." Baby menepuk dadanya lalu dia meneteskan air matanya.
"Dia kejam sekali, kau tau dia memisahkan aku dari putriku.. hiks aku merindukannya, Axel bajingan sialan.." Baby berjalan kearah lemari lalu mengoyak isi lemarinya hingga semua pakaian di dalamnya tercecer dan mendapat sebuah album foto. "Lihat dia manis bukan.. dia sangat cantik.. hiks.. malaikat mom maafkan mom, tidak bisa memberimu makan dengan uang yang baik" Baby jatuh terduduk sambil memeluk album foto Angel yang ia abadikan sejak bayi seukuran buku diary.
"Angel ku yang baik.. dia harus dewasa sebelum waktunya,.. ah kau tau dia bahkan harus tinggal dirumah sendiri dimalam hari karna aku harus bekerja..huk" Baby mulai cekukan matanya semakin sayu dan merah karna tangis, memandakan Baby hampir kehilangan kesadarannya, Baby mendongak menatap Axel yang masih bergeming di tempatnya, entah apa yang sedang pria itu fikirkan.
"Begini saja tuan" Baby berdiri meski sedikit terhunyung lalu berjalan kearah Axel "Beli lah aku pada pria bernama Axel itu, maka aku akan melayanimu seumur hidupku, asalkan jangan pisahkan aku dengan Angelku.."
__ADS_1
"Baiklah aku akan membelimu untuk seumur hidup.." Axel mel umat bibir Baby untuk menghentikan racauan Baby, namun saat Axel masih menikmati bibir mungil itu tiba tiba Baby jatuh lunglai,kembali tak sadarkan diri ,beruntung Axel langsung meraih pinggangnya jika tidak sudah dipastikan Baby jatuh dilantai.
Axel berdecak.. lalu membaringkan Baby kembali di atas ranjang, Axel menghela nafasnya lalu mengambil album foto yang masih di genggam Baby, dengan jantung berdebar Axel membuka lembar demi lembar setiap foto yang terpasang rapi, disana semua foto Angel mulai dari bayi baru lahir, saat tengkurap lalu ketika Angel mulai berjalan terlihat dari kaki Angel yang masih mengangkang saat berdiri dengan tangan terangkat Axel mengeluarkan satu foto yang menampilkan Angel di pangkuan Baby, Angel dan Baby tengah tertawa seolah foto itu diambil disaat yang tepat. Baby terlihat cantik meski tak secantik sekarang.. kecantikan Baby masih sangat alami dalam foto itu Axel mengeryit saat melihat sebuah tulisan.
-Meski kamu hadir disaat yang tak tepat, tapi mom sangat menyayangimu..my Angel-
Axel mengalihkan pandangannya kearah Baby yang tak bergeming sepertinya Baby kembali ke mode off nya,seperti orang mati..
Melihat Baby yang rapuh saat menangis membuat Axel ingin selalu melindunginya,
"Apa yang sebenarnya terjadi padamu Baby"
Axel menggila ia melakukannya berkali kali namun di ronde terakhir ternyata Baby terbangun dan Axel berhasil memberikan kenikmatan untuk Baby meski di saat saat terakhir kegiatannya, hingga Baby menjeritkan namanya, membuat sesuatu dalam diri Axel menghangat..
.
.
.
__ADS_1
"Hadiah apa yang akan kau beri mengapa aku harus menutup mataku?" mereka baru selesai sarapan dan kini Baby berjalan dengan Axel yang memegang tangannya, Axel bilang ada hadiah untuknya.. Lagi lagi Axel membuat Baby bingung dengan kelakuannya.
Axel menghentikan langkahnya saat sudah melihat hadiah Baby di depan mereka "Kau siap..?" andai mata Baby tak tertutup kain, pasti Axel bisa melihat Baby yang memutar matanya malas.
'Sok romantis'
Axel membuka penutup mata Baby, mata Baby berkedip beberapa kali namun tak lama kemudian Baby memekik senang..
.
..
Like
komen
vote..
hadiah juga boleh😘
__ADS_1