
Baby masih terikat dan tetap di posisi yang sama,ia tak bisa berhenti mencemaskan Angel, entah bagaimana nasib putrinya sekarang.
Pria paruh baya itu sejak tadi masih duduk dengan tenang di kursi di depan Baby sambil menghirup cerutu, dari yang Baby tangkap dari pembicaraan tadi adalah ternyata pria ini mertua Axel yang ingin mengambil kembali harta yang sudah di rebut Axel, Baby tak mengerti awal mulanya, namun mengapa ia dan Angel terseret di dalamnya, banyak pertanyaan di kepalanya, dan malah membuatnya merasakan pusing.
Angel bagaimana dengannya..? kenapa jadi begini, Baby hanya ingin hidupnya dan Angel tenang lalu kini ia harus terdampar disini, dan Angel entah dimana.
Andai ia tahu jadi begini, dengan Angel yang berada dalam bahaya maka ia akan pergi lari dari Axel kemarin,tapi kenapa hatinya malah menginginkan Axel menjemputnya.
'Angel maafkan mom' mengapa ia hanya menyeret Angel dalam keburukan saja selama ini ia belum bisa membahagiakan Angel dan sekarang malah terjebak oleh penjahat seperti Jhordi.
Jhordi masih duduk diam, matanya menatap kearah Baby.. cih..! selera Axel memang bagus, wanita ini memang hanya ja lang namun dia punya pesona seperti wanita terhormat,dan terlebih dia memang cantik, pantas Axel tergila gila padanya dan meninggalkan putrinya.
Wanita berwajah menor kembali masuk dengan langkah anggun lalu duduk di pangkuan Jhordi.
"Apa kau yakin Axel akan memilih ja lang itu, dibanding hartanya?"
"Hmm" asap berembus dari mulut Jhordi.
"Cih.. kenapa tidak dari kemarin saja kita ancam dia jika mudah begini.." wanita itu menggerakan jarinya di kerah kemeja Jhordi.
"Aku hanya menunggu waktu yang tepat, tak disangka dia menyerangku lebih dulu, aku kira dia mulai mencintai Ami hingga aku bisa menjadikannya boneka, tak disangka hatinya jatuh pada seorang ja lang.." tatapan Jhordi begitu tajam bahkan Baby bisa merasakan amarah yang berkobar di diri Jhordi.
Baby mendengar percakapan Jhordi dan wanita itu yang baru Baby tau bernama Nancy, Axel tak mencintai Ami, dan Axel jatuh hati padanya,lalu Jhordi menjadikannya sandera untuk mengancam Axel, apa dirinya sebeharga itu, apa Axel mau menukar hartanya hanya untuk dirinya.., kepala Baby makin berdenyut.
.
.
.
__ADS_1
Axel sudah menyiapkan semua dokumen pengalihannya, dan seorang pengacara sudah mencabut laporan di kepolisian termasuk Jonathan yang juga sudah di bebaskan, jadi Axel benar benar mengorbankan hartanya demi Baby yang hanya seorang wanita malam, Alfredo tersentuh, jika begitu ia bisa tenang melepas Baby pada Axel..
Rencana sudah di susun dengan rapi mereka memprioritaskan keselamatan Baby dan Angel, semua anak buah Axel akan menyebar dan menunggu komando untuk menyerang,lokasi sudah diketahui, mereka ada di gudang minyak, dekat dermaga, dan tentu saja Jhordi tak tau bahwa anak buah Axel sudah mengepung gudang tersebut.
Axel dan Dion sudah tiba di gudang, sedangkan Alfredo masih menunggu dan mengawasi tak jauh dari sana di luar gudang ada beberapa orang pekerja yang Axel yakini bukan pekerja sebenarnya, terlihat dari tatapan mereka yang mengawasi Axel, namun Axel sama sekali tak gentar langkahnya tetap tegap dan tenang.
Pintu terbuka barulah Axel bisa melihat para pria bertubuh kekar yang maju kearahnya.
Satu orang menghampiri dan memeriksa Axel dan Dion aman dari senjata, barulah mereka dipersilahkan masuk lebih dalam.
Axel melihat Jhordi dan satu orang perempuan yang Axel tau adalah ibu dari Ami, mereka pasangan gila yang paling brengsek, rela mengumpankan anak mereka sendiri demi kekayaan.
"Wah, wah, wah.. tak di sangka memancing seorang Alonzo ternyata lebih mudah dari perkiraanku, kelemahannya bukan istrinya, tapi malah seorang ja lang" sindir Jhordi,namun Axel tak mendengar ucapan Jhordi matanya hanya tertuju pada wanita di belakang Jhordi.
Axel melihat Baby yang terikat di kursi matanya terlihat lelah, Axel menghela nafasnya "Jangan basa basi segera selesaikan ini.."
"Oh, tentu.." Jhordi membisikkan sesuatu pada Nancy dan Nancy pun segera pergi.
Baby bisa melihat mata Angel merah dan bengkak anak itu pasti menangis, "Berengsek kalian semua, kalian kejam!" Baby meronta namun dirinya yang terikat sama sekali tak berdaya.
"Angel..maafkan mom..hiks.. hiks.."
Axel mengepalkan tangannya rahangnya mengeras melihat Baby menangis meraung,hatinya merasa ikut berdenyut, Axel tau Angel adalah segalanya bagi Baby, dan kini Baby melihat kondisi Angel yang memprihatinkan entah apa yang dilakukan Jhordi pada Angel, hingga Angel terlihat begitu ketakutan.
"Lepaskan mereka maka aku akan memberikan semuanya" setelah Jhordi meminta pengacaranya melihat keaslian semua dokumen, Axel segera menutup kembali kopernya, Baby melihat kearah Axel yang rela memberikan semua miliknya untuk menyelamatkan dirinya dan Angel, dan Axel bisa melihat Baby menaruh harapan besar padanya.
"Baiklah lepaskan mereka.." Anak buah Jhordi mulai melepas ikatan Baby, sesaat setelah ikatan Baby terlepas ia berlari kearah Angel tak ia hiraukan meski kaki nya beberapa kali terhunyung akibat kram terlalu lama duduk di kursi.
Baby mendorong Nancy dan segera memeluk Angel, perlahan ia melepas ikatan ditangan Angel dan juga lakban yang menutup mulutnya "Maafkan mom sayang" Baby meringis seolah bisa merasakan perih ketika lakban tercabut dari bibir Angel, Baby mendekap Angel dan memberikan kecupan di seluruh wajah Angel "Astaga maafkan mom sayang"
__ADS_1
"Mom.." Angel bersuara lirih dengan tubuh bergetar,ia sungguh ketakutan.
"Oh.. sayang.."
"Sekarang berikan semua dokumennya" suara Jhordi memecah tangisan Baby, Baby melihat kearah Axel dengan khawatir, dan Axel hanya mengangguk untuk meyakinkan Baby semuanya baik baik saja.
"Kau fikir aku bodoh, kembalikan dulu mereka maka aku akan berikan semua keinginanmu"
Jhordi mendengus "Baiklah berikan bersamaan"
Axel berjalan bersamaan dengan Jhordi yang melangkah kearahnya,sementara Dion sudah memberi sinyal untuk para anak buahnya siap siaga.
Axel sudah memberikan dokumen ke tangan Jhordi dan meraih Angel, namun saat Baby berjalan mendekat ternyata Jhordi menodongkan senjata kearah Baby dan menariknya kembali.
Axel menyembunyikan Angel dibelakang punggungnya, Axel tau ini akan terjadi Jhordi memang sangat licik.
Diluar gudang Alfredo dan anak buah Axel mulai melumpuhkan anak buah Jhordi tanpa suara, hingga kini gudang sudah di kepung oleh anak buah Axel.
"Kau fikir aku tak tau dengan rencanamu Axel, suruh anak buahmu diluar sana mundur atau aku akan meledakkan kepala ja langmu"
.
.
.
Aku gak ahli di adegan aksi maafken ya jika kurang greget😅
Q:Terus othor ahlinya adengan apa dong?
__ADS_1
A: Adegan ranjang,,
aseeek🤭