Wanita Malam

Wanita Malam
Selamanya..?


__ADS_3

Baby menggeliat lalu melihat sekelilingnya, sekarang ia ada di kamarnya, bukankah semalam ia tidur di kamar Angel.


Baby belum mencerna semuanya malah menggaruk rambutnya,lalu Baby di kejutkan Axel yang meloncat kearahnya "Astaga"


"Sudah bangun..? nyenyak sekali tidurmu sampai tidak ingat sarapan" hidung Axel menggesek ceruk Baby hingga Axel bisa merasakan Baby menegang,namun ia suka aroma Baby maka Axel semakin menelusupkan diri tak peduli Baby yang menahan nafasnya.


"Tu.. tuan kau disini?" Baby gugup dan bingung sekaligus, kenapa Axel ada disini, bukan kah dia sudah bosan dengannya, juga perjanjian mereka sudah selesai,dan posisinya kini membuatnya tak bisa bergerak dan juga bernafas dengan bebas, kepala Baby mendongak sedangkan Axel mencium bahkan menggigit leher Baby, Baby harus menahan gairah akibat cumbuan Axel, Baby ingin mendesah saat tangan Axel membelai perutnya yang masih terbalut piyama tidurnya.


"Lalu jika tidak disini aku harus kemana? bukan kah ini rumahku" Axel mendongak,dan Baby bernafas lega saat kegiatan Axel terhenti namun posisi ini masih berbahaya bagi Baby,apalagi tangan Axel masih terus bergerak ke atas.


Axel benar ini rumahnya "Ah, iya ju..juga" Baby semakin gugup saat tangan Axel kini mendarat di bukit kembarnya.


"Kenapa bicaramu jadi gagap begitu hm..?" Axel meremas pelan keduanya, hingga Baby hanya bisa menggigit bibirnya agar tidak mendesah.


"Eh.. mmm maaf tuan bisa kah menyingkir aku harus menyiapkan Angel sekolah.." Axel bergeming dan hanya menatap Baby. ditatap begitu dekat membuat Baby semakin berdebar.


Satu tangan Axel naik ke atas dan mendarat di ceruk baby, sedangkan yang satunya masih mengelus dan meremas bukitnya, Baby semakin sayu apalagi ketika merasakan usapan lembut di ceruknya.


"Kamu tidak lihat matahari sudah tinggi, apa kamu kira Angel masih ada di rumah?" ya itu hanya alasan Baby hanya ingin segera bangun.


Axel menunduk memberi kecupan di bibir Baby, bibir Baby tipis dengan warna pink alami tanpa lipstik yang menempel namun tetap saja menggoda Axel untuk mencicipinya lagi dan lagi.


Axel menghentikan ciumannya beberapa saat, lalu menunduk lagi, mencium lagi dan lagi hingga Baby merasakan ciuman Axel semakin dalam, dengan sebelah tangan Axel menekannya tengkuknya hingga sedikit melengkung keatas.


Baby menahan Axel saat akan kembali menciumnya.

__ADS_1


"Tuan, berhenti..!"


"Aku akan mencari rumah untuk kami tuan..aku harus per.. hmmmp" belum selesai Baby bicara Axel kembali membungkamnya.


"Kau akan pergi?" tatapan Axel menajam, Baby sampai terkejut dan bergetar tentu saja karena tangan Axel masih bergeriliya ditubuhnya.


"Ya, tu..an bukan kah perjanjiannya sudah selesai aku harus segera pergi mmmhh" susah payah Baby menahan ******* nya,namun tubuhnya menggeliat akibat serangan Axel, yang berubah sedikit kasar remasan tangannya pun mengeras,namun Baby malah semakin ter ang sang, astaga dia menginginkan lebih.


"Kapan ku bilang kesepakatannya selesai" Axel kembali menunduk dan menggigit dada Baby yang entah sejak kapan sudah terbuka,Baby ingin menjerit rasanya sakit, namun bibirnya malah mengeluarkan *******.


"Ah,,Tuan istrimu sudah tau bu.. bukan dan perjanjiannya a..dalah.." suara Baby terputus putus, akibat nafasnya yang semakin berat, Baby ingin lebih dan lebih lagi,tangan dan mulut Axel memang sudah lincah hingga Baby benar benar terbuai,namun Baby mencoba bertahan dengan kewarasannya dan berusaha menghentikan Axel.


"Perjanjiannya adalah jika aku membawa Angel tinggal bersamamu maka kamu akan tinggal selamanya disini melayaniku se-la-ma-nya!" Axel berkata dengan tegas,bahkan menekan kan kata katanya. "Bukankah aku sudah membawanya kemari, kau masih mau menyangkal ucapanmu sendiri Baby"


"Tuan, aku sedang mabuk saat itu jadi kau tidak boleh percaya perkataan orang mabuk.."hati Baby terasa sakit saat Axel berkata ia harus melayaninya selamanya, apa yang ada di fikiran Axel, Baby tak mau.. tak mau jadi budak se xs selamanya.


"Begitu..? tapi sayang aku sudah mesahkannya, jadi kamu tak bisa pergi" Tangan Axel jatuh di dagu Baby lalu mengampitnya di jari jempol dan telunjuknya membuat Baby mendongak "Jadi jangan pernah berfikir untuk pergi, mengerti?"


"Tapi tuan hmmmpp" Axel kembali menyerang Baby dengan ciumannya kali ini lebih rakus, sedikit kasar dan menuntut namun demikian tak butuh waktu lama Baby sudah tenggelam dan membalas ciuman Axel.


Baby dilema, di satu sisi ia ingin bersama Axel, di sisi lain ia juga tak mungkin selamanya seperti ini, hanya bisa bersembunyi di belakang.. ayolah Baby punya mimpi, meski tak ada laki laki dalam hidupnya setidaknya dia bisa bebas tidak terkurung seperti ini dan menjadi simpanan..


Selamanya..?


.

__ADS_1


.


Axel sudah gila, Baby terus mengumpat saat bangun dari tidurnya badannya remuk redam, entah berapa kali Axel menghajarnya, karna Baby tak sadar dirinya tertidur, lalu saat bangun Baby merasakan perih di intinya, juga pinggangnya yang terasa akan patah.


Baby memasuki kamar mandi dan bergegas membersihkan diri,ia melewatkan sarapannya dan kini hari sudah sore, perut Baby benar benar lapar.


Tak berapa lama, Baby pun keluar dengan balutan handuk,mengambil asal pakaiannya lalu memakainya, tak ada waktu untuk memoles wajahnya, ia lapar, juga sejak pagi ia belum bertemu Angel entah bagaimana anak itu, Angel pasti sudah pulang sekolah.


Axel memang memberi pengasuh tapi tetap saja Baby merasa khawatir, mungkin berlebihan tapi Baby tak merasa tenang jika belum melihatnya.


Baby menuruni tangga dan mendapati kesepian, meski biasanya juga sepi tapi kemana Angel.


Baby melihat seorang pelayan yang sedang menyajikan makanan "Nona silahkan, saya sudah siapkan.. tuan bilang anda belum makan, dan meminta kami menyiapkannya"


"Dimana Angel?" Baby menarik kursi lalu duduk, melihat hidangan di meja membuat perutnya semakin meronta minta di isi.


"Nona Angel, sedang melukis di taman belakang" Baby mengangguk lega, dan sekarang waktunya ia makan.


Pelayan sudah undur diri, kini tersisa hanya keheningan lagi, dua pelayan tadi sudah pergi ke belakang rumah, mereka memang di sediakan paviliun oleh Axel sekali lagi ia tak ingin privasinya terganggu oleh orang lain, hanya ada pengasuh Angel yang tinggal berdampingan dengan kamar Angel, karna takut dibutuhkan dalam waktu darurat.


Baby memakan makanannya dengan lahap sedangkan otaknya terus berputar akan ucapan Axel tadi.


Bagaimana ini, Baby ingin bersama Axel tentu saja.. tapi dirinya juga tak ingin menjadi simpanan saja, apakah dirinya terlalu serakah? bisakah ia menjadi yang sah?tapi ia juga tak berhak meminta lebih lagi mengingat Axel punya istri..


Semuanya terasa rumit, bukankah harusnya Axel melepaskannya saja, sebelum rasa Baby terlalu dalam dan itu akan merepotkannya.

__ADS_1


Saat Baby asik dengan fikirannya ia dikejutkan dengan teriakan Angel..


"Akhh.. ampun om tuan!"


__ADS_2