
"Maafkan mom sayang hari ini mom akan pulang"
"Benarkah mom..?" Angel memekik senang saat Baby mengatakan ia akan pulang sekarang, ia sudah merindukan ibunya, sudah dua hari mereka tak bertemu.
"Ya, kamu tunggu mom okay!"
"Okay mom.."
"Baiklah mom tutup dulu ya mom mau merapikan pakaian mom dulu" Setelah mematikan ponselnya Baby mengemas pakaiannya, Baby beralasan ia pergi menemani tuan Axel perjalanan bisnis maka itu Baby tak bisa pulang,sudah dua hari Baby di apartemen Axel dan sekarang memarnya sudah memudar, Baby bisa menutupnya dengan make up nanti agar Angel tak lihat.
Sejak kemarin Baby tak melihat Axel,Axel tak datang dan juga tak menghubunginya mungkin dia sedang dengan istrinya, hanya ada Dion yang datang dan mengantarkan kebutuhan Baby saat berada di sana, Baby juga tak bertanya pada Dion tentang Axel, ia merasa tak berhak tau tentang keberadaan Axel. mengingat itu Baby merasa benar benar terbuang.
Apa Axel sudah melepaskannya? atau lebih tepatnya membuangnya?
Apa Baby harus pergi sekarang?bukankah semuanya sudah selesai?
Dan lagi lagi Baby mendadak sakit, ada denyutan dihatinya mengapa ia seperti tak rela dirinya dibuang begitu saja oleh Axel.
"Tidak Baby kamu tak boleh serakah"
Baby sudah selesai tak banyak bawaannya karna hanya beberapa helai baju yang Dion bawakan kemarin, Baby juga sudah merapikan apartemen Axel dan tak meninggalkan jejak semuanya sudah bersih seperti tak pernah di tempati.
Saat Baby sedang menunggu taksi ponselnya kembali berdering ia fikir itu Angel karna tak sabar menunggunya datang, namun ketika Baby melihat nama yang tertera Baby mendadak linglung.
"Hal..lo.." Baby menjawab lemas firasatnya buruk tentang ini.
"Hallo nona Baby, maafkan kami.. kami harus mengabarkan ini.. Ibu anda sudah berpulang" Baby jatuh terduduk kakinya lemas, panggilan dari rumah sakit yang merawat ibunya mengabarkan sang ibu sudah meninggal.
__ADS_1
Ibu..
Sejak operasi transplantasi ginjalnya berhasil sang ibu dinyatakan koma, dan belum juga bangun, hingga kini ibunya memilih menyerah setelah semua perjuangan yang dilakukan Baby untuk kesembuhan ibunya,ibunya malah meninggalkannya..
Benarkah semua yang dilakukan Baby sia sia..
Ibu..
Supir taksi yang di pesan Baby menghampiri dan menepuk pundak Baby "Nona saya sudah datang, kemana saya mengantar anda..?"
Tepukan dari sang supir menyadarkannya, Baby mengerjap beberapa kali lalu dengan cepat berdiri "Kerumah sakit pak"
Begitu tiba Baby tak bisa lagi membendung air matanya dia menangis histeris sambil memeluk sang ibu,yang terbujur kaku, seluruh alat yang melekat ditubuh ibunya sudah dilepas.
Perawat dan dokter yang selama ini merawat sang ibu pun ikut menangis..
Baby menatap kosong tanah merah di depannya, kaca mata hitam juga pakaian serba hitam membalut tubuhnya, disisinya Ada Angel yang juga mengenakan pakaian warna hitam,tak banyak yang datang hanya pelayan dan pengasuh Angel,Baby melihat Angel, mereka saling menggenggam, satu tangkai mawar putih Angel simpan di atas nisan sang nenek "Nenek berbahagialah,tenang saja setelah ini aku yang akan menjaga mom,aku berjanji akan tumbuh besar dan kuat.." Baby tetap diam namun tangannya mengepal erat, dalam hati Baby meneriaki nasibnya yang buruk, setelah berjuang begitu kuat, hingga mengorbankan segalanya kini ibu nya tetap tak bisa bertahan.
Baby ingin marah, tapi tak tau harus marah pada siapa, ia juga sadar ini lah takdir tuhan, kematian tak bisa di cegah.
Baby kembali ke villa Axel setelah menyelesaikan semua proses pemakaman , matanya mengedar melihat Villa yang hening, hanya ada dirinya dan Angel, semua pelayan, juga para penjaga tak ada yang berani bicara mengingat suasana sedang berkabung, Baby jadi merasa sepi bahkan rasa sepi itu meresap hingga ke hatinya.
Baby memasuki kamarnya lagi lagi mengedarkan pandangannya meneliti kamar yang juga terasa sepi, Baby memang sering sendiri dan baginya suasana sepi itu tak asing bahkan selama ini ia hanya hidup berdua dengan Angel tapi tak pernah merasa sesepi ini.
Baby memeluk dirinya lalu terbaring di ranjang yang biasa ia tempati dengan Axel, tentu saja mereka selalu melakukan hal panas disana, Baby mengusap sisi kosong lalu meneteskan air matanya benarkah dirinya sudah dibuang, bahkan hingga kini Axel tak menghubunginya mustahil Axel tak tau jika ibu Baby sudah tiada, Axel selalu tau karena dia yang menugaskan para perawat dan dokter di rumah sakit,bahkan pemakaman diurus oleh para pengawal Axel.
Baby menghela nafasnya yang terasa sesak ia benar benar dibuang, dibuang saat dirinya mulai nyaman "Entah sejak kapan aku mulai menyukaimu Axel.. lalu saat aku menyadari, saat aku membutuhkanmu, semuanya harus selesai" Baby dulu juga tersakiti dengan cara yang sama jatuh cinta,namun rasanya tak sesakit ini,apa mungkin karna rasa cinta yang begitu kuat maka sakitnya terasa dalam, Baby menggeleng tidak,, pasti karna sekarang bertepatan dengan ia juga kehilangan ibu nya.
__ADS_1
Baby membutuhkan penghiburan, ia butuh seseorang memeluknya,dan menenangkannya, ia butuh Axel yang mengatakan semua akan baik baik saja, namun nyatanya itu tak akan terjadi, setelah ketahuan istri Axel dan di hajar habis habisan, kini ia kehilangan ibunya, entah kemalangan apa lagi yang akan datang nanti.
Baby pernah dengar pepatah sesuatu yang awalnya buruk tak akan menjadi kebaikan dikemudian hari, apakah karna uang yang dia pakai untuk ibunya hasil dari pekerjaan yang tidak baik, maka ibunya tak selamat..
Apa karna ia masuk kedalam kehidupan Axel yang sudah beristri, menjual diri menjadikan dirinya pemuas nafsu saja, menjadi selingkuhan..maka kini ia harus menelan hasilnya,karma nya kesakitan hati saat ia mulai mencintai namun Axel tetap tak bisa ia miliki, kesakitan hati saat Axel tak memilihnya, dan tetap memilih istrinya.
Baby tertawa getir "Kau bermimpi Baby, itu tak akan pernah terjadi, tentu saja Axel akan memilih istrinya dibanding wanita malam sepertimu" siapalah dirinya ini hanya wanita murahan yang menjual dirinya demi uang.
.
.
.
Dibelahan bumi lainnya Axel terlihat kacau, Dion yang menemaninya juga tak bisa berbuat apapun.
"Dia pasti sedang bersedih sekarang Dion" Lalu Axel mengumpat sambil memukul meja di depannya "Dan aku tak bisa menemaninya.. Aku bahkan tak berani menghubunginya,sial aku benar benar pengecut"
Dua hari yang lalu saat Axel sudah membujuk Ami, tidak sebenarnya bukan membujuk tapi mengancam Ami secara halus Axel harus pergi keluar negeri karna ada perjalanan bisnis yang tak bisa di tunda Axel kira semuanya akan selesai dengan cepat maka Axel akan segera menemui Baby, Axel bahkan tak sempat menghubungi Baby karna terus bekerja agar semuanya cepat selesai namun saat Axel memutuskan untuk pulang tiba tiba Axel mendengar bahwa salah satu gudang terbakar saat sedang jam kerja mengakibatkan banyak korban jiwa, tentu saja Axel tak bisa pulang mengingat ia harus menyelesaikan masalah dan tak hanya soal uang namun Axel juga harus bertanggung jawab pada para korban.
Lalu hari ini ia mendengar kabar bahwa ibu Baby meninggal Axel yakin Baby sedang bersedih, Axel juga merasa bersalah sejak kemarin dirinya tak menghubungi Baby, dan sekarang ia makin tak berani menghubungi Baby, karna rasa bersalahnya semakin dalam, setelah membuat Baby babak belur oleh Ami gara gara dirinya, dan kini Axel juga tak bisa mewujudkan keinginan Baby yaitu mengobati ibunya hingga sembuh.
Tangan Axel beberapa kali memegang ponsel bergetar saat akan menghubungi Baby, ia tak sanggup.
"Tuan, biar aku saja yang menghubungi nona Baby.."
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Yang enak itu dede bayi tidur nyenyak, kerjaan rumah beres, aku bisa ngetik sambil dengerin musik di kiri ku ada bubur kacang ijo, sesekali lirik ke kanan dede bayi masih tidur, abangnya anteng nonton si kuning Spongebob.