
"Baby, Sayang.. bagaimana ini!" teriakan Axel menggema saat kedua cucunya menangis bersamaan, mereka sudah haus ingin segera meminum susunya.
"Aku datang... ouhh cucuku sayang, Nenek datang"
Baby membawa dua botol susu dan memberikan satu pada Axel untuk diberikan pada satu cucunya, dan Baby memberikannya kepada cucunya yang lain.
Anak kembar Angel dan Leon sedang dalam pengasuhan Axel dan Baby.
Dua bayi berbeda jenis kelamin itu, baru berusia satu setengah tahun.
Ya sejak saat di dalam perut mereka sudah tahu dua bayi itu berbeda jenis kelamin, lalu kemana orang tuanya.
Mereka sedang bulan madu kedua..
Dan dalam program untuk membuat bayi lagi..
Jason Angelo Michael dan Jesica Leoniel Alonzo.
Ada yang aneh dengan nama mereka? Apakah kalian tahu mengapa nama mereka berbeda marga.
Ya, kalian benar karena Axel dan Jonathan tak mau mengalah jika si kembar harus ikut nama keluarga mereka, maka di tentukanlah Axel memberi namanya pada cucu perempuan dan Jonathan memberi nama pada cucu laki-laki, hanya saja dengan syarat harus ada nama Angel dan Leon di tengahnya, agar anak mereka tak lupa meski berbeda marga namun orang tua mereka tetap sama.
Mereka bahkan tak peduli dengan Ayah Leon, yang berharap keluarganya punya penerus dari putra satu-satunya Leoniel McKanzie, meski hanya sebagai nama jelas Mckanzie juga bukan nama kecil..
Jadilah setelah usia si kembar satu tahun Angel dituntut untuk memiliki lagi keturunan, untuk memakai nama keluarga Mckanzie.
Apakah Angel keberatan?
Apakah mereka mempermasalahkan?
Tentu saja tidak, karena mereka tak pernah membedakan si kembar, mereka berdua tetap mendapat cinta yang sama rata dari ketiga Nenek dan Kakeknya.
Dan nyatanya tetap saja Axel dan Jonathan tak pernah akur, meski sudah diberi jatah masing-masing..
"Ayolah sayang minum susumu.. dan berhenti menangis" Axel mengerang frustasi saat Jesica tak berhenti menangis.
"Kau itu memang tidak bisa di percaya mengasuh cucuku" Jonathan datang dan segera mengambil Jesica dari tangan Axel, dan Jesica langsung diam.
Axel akan mengumpat, namun langsung mendapat tatapan tajam dari Baby.
Axel berjalan kearah Baby dan segera mengambil Jason, dan anehnya dia juga berhenti menangis.
Jason Angelo Michael tapi berhenti menangis di tangan Axel Alonzo.
Dan Jesica Leoniel Alonzo justru diam di tangan Jonathan Michael.
Sepertinya mereka memang akan mendamaikan kedua orang itu.
"Apa mereka terus menangis" Lily bertanya pada Baby.
"Tidak, itu mungkin karena mereka haus" de sah Baby.
Lily mengangguk, "Ya sudah, biarkan saja mereka ayo kita minum teh di depan" Ajak Baby, dan mereka pun meninggalkan Axel dan Jonathan dengan kedua cucunya.
.
.
"Jadi Angel belum memakai baby sitter?"
Baby menggeleng "Mereka hanya di bantu pelayan sesekali jika benar-benar sedang kewalahan.."
"Katanya Angel tidak mau melihat anaknya diasuh orang lain, dia takut anak nya kekurangan kasih sayang dari mereka.."
Lily mengangguk "Lalu bagaimana jika Angel kembali hamil? bukankah akan merepotkan mengurus tiga anak, atau bahkan mungkin Angel kembali melahirkan bayi kembar lagi, oh Astaga.. itu akan seru tapi juga merepotkan.."
Baby menghela nafasnya.
.
.
Jika Baby dan Lily sedang mengkhawatirkan Angel yang nanti akan kerepotan jika memiliki anak lagi, dibelahan bumi lainnya Angel tak memikirkan apapun saat ini selain menikmati kebersamaannya dengan sang suami.
__ADS_1
Awalnya Angel tak mau pergi tanpa si kembar, tapi karena kedua kakeknya mau bekerja sama untuk menjaga mereka maka Angel bersedia pergi berdua saja dengan Leon.
"Oh, Leon.."
"Yes, Leon.. iya disitu..oh.."Angel sedang menikmati setiap hentakan dari Leon, yang kini berada di atasnya.
Leon masih terus bergerak diselingi kedua tangannya yang tak diam, terus menjelajah disetiap inci Angel.
Angel mengerang semakin keras saat Leon bergerak tak terkendali dalam dan cepat.
"Oh.. Honey aku bisa gila..Akh.."
"Leon.. ah" desa han mereka saling bersahutan didalam kamar kedap suara itu, hingga Leon berteriak tertahan saat akan mencapai puncaknya.
"Leon, aku sudah tak tahan.. aku akan..Ah.."
"Aku datang, Honey.. aku datang.."
Kemudian mereka mencapai puncaknya bersamaan.
"Aku mencintaimu Honey.." Leon mencium dahi Angel dalam.
Angel sudah tak bisa berkata-kata lagi, dia lemas, Angel hanya tersenyum.
Ini adalah permainan mereka yang ke tiga, hari ini, Leon tak pernah lelah, seolah ini kesempatan terakhir, dia seperti sedang memanfaatken waktu tanpa si kembar.
Padahal meski tidak bulan madu Leon tak pernah absen kecuali saat Angel datang bulan atau sedang sakit, meski Angel jarang sakit dan itu suatu anugerah untuk Leon.
"Kamu lelah?"
Angel memejamkan matanya dan hanya mengangguk untuk menanggapi ucapan Leon.
"Ya sudah tidurlah.. aku akan siapkan makan malam untuk kita" Leon melu mat bibir Angel lalu bangun dengan pelan tubuhnya masih berada di tubuh Angel.
hingga saat terlepas mereka sama -sama melenguh.
Sebelum Leon pergi untuk membersihkan diri dia menyelimuti tubuh polos Angel, kemudian memasuki kamar mandi, setelah mandi Leon pergi untuk menyiapkan makan malam.
Setelah masakan selesai di masak, Leon kembali ke kamar untuk membangunkan Angel.
Angel tersenyum lalu meletakan tangannya di leher Leon, dan menariknya mendekat, hingga Leon terjatuh tepat di atasnya.
"Honey jangan menggodaku, kau harus makan lebih dulu, jika tidak kau akan pingsan saat aku menghujammu"
Angel mencebik lalu bangun dan mengulurkan tangannya "Bantu aku!"
Leon terkekeh lalu menggendong Angel kearah kamar mandi.
"Kamu manja sekali.." Leon mengecup bibir Angel.
"Siapa suruh membuat kaki ku lemas seharian.."
Leon kembali terkekeh, lalu meletakkan Angel dalam bathub "Mau aku mandikan?"
"Tidak usah, aku bisa.."
"Aku tidak keberatan Honey.."
"Leon!!" Leon berlari keluar saat Angel akan menyiramnya dengan air.
Setelah berendam dan mandi dengan bersih Angel pergi untuk menemui Leon di meja makan, begitu tiba Leon sedang memainkan ponselnya.
"Apa ada pekerjaan penting?" Angel mendudukan dirinya di sebelah Leon, namun Leon menyimpan ponselnya dan menarik Angel untuk duduk di pangkuannya.
"Tidak, hanya beberapa yang harus aku cek, lagipula Jef sudah mengurusnya.. kita bisa tenang" Angel segera menyiapkan piring untuk mereka makan dan memasukan masakan yang sudah Leon masak, kedalam piring.
Lalu mulai makan berdua di piring yang sama dengan Leon yang dia suapi..
"Apakah enak?"
"Masakanmu selalu enak Sayang.." Angel mengecup pipi Leon. "Apa Mommy sudah menghubungi kita?"
Leon menggeleng "Aku rasa mereka tak mau mengganggu kita" Leon meremas bo kong Angel dengan mata yang menggerling menggoda.
__ADS_1
Angel meletakan sendoknya dan melingkarkan tangannya di leher Leon.
"Sayang apa kau masih kuat?"
"Kau bercanda Honey, siapa yang berkata kakimu lemas karena aku"
Leon berdiri saat Angel masih di pangkuannya dan meletakannya di meja makan, Leon menelusuri setiap wajah Angel dengan lembut seolah takut kulit halus Angel tergores..
"Apa aku sudah pernah bilang kalau kamu sangat cantik.."
Angel terkekeh "Kamu mengatakannya setiap hari sampai aku bosan.."
"Apa aku juga sudah bilang Aku sangat mencintaimu"
"Hmm... bahkan satu hari kamu bisa mengucapkannya lebih dari sepuluh kali..
"Angel..."
Angel mendongak saat tangan Leon meraba tengkuknya dan mendekatkan mereka, bibirnya mulai bergerak melu mat dan menghisap lembut.
Angel membalas dengan tangan yang dia kalungkan ke leher Leon dah menarik Leon semakin merapat padanya.
Angel mende sah dan mendongak saat Leon mulai turun kearah tengkuk dan mengecupi tulang selangkanya.
"Leon.." Angel menggila untuk kesekian kalinya dia dibuat tak bisa menolak sentuhan Leon.
Tangan Leon sudah bergerak membuka dres selutut Angel, dan dengan mudah dres Angel meluncur ke perut dan menampakan dua kacamata merah di bagian dada, tanpa membuang waktu lebih lama, Leon membuangnya kelantai hingga terpampanglah buah kesukaan si kembar, mulut Leon tanpa perlu diperintah sudah bersarang di kedua buah itu bergantian, membuat Angel melenguh semakin menggila.
Kedua tangan Leon tak tinggal diam, mulai meraba paha sang istri menelusuri dan mecari ruang kenikmatan yang menjadi candunya.
Desa han Angel semakin terdengar saat Leon berhasil merobohkan dinding penghalang dengan tangan yang mengobrak abrik tubuh Angel, memutar dan menusuk dengan lembut.
Oh.. Leon.. Ah..
Tanpa membuang waktu lebih lama, Leon yang melihat tatapan Angel penuh damba seolah memintanya melakukan lebih, pun bergerak melepas semua penghalang dirinya dan bergegas untuk segera memasuki lembah candunya.
Keduanya melenguh saat merasakan keduanya bertemu merapat dan mendesak..
Beberapa detik Leon biarkan hingga Angel membuka suaranya.
"Leon Please.."
"Seperti keinginanmu, Honey.." Leon mulai menghujam dengan hentakan penuh, membuai Angel dengan segala kekuatannya hingga Angel semakin roboh dan pasrah.
Angel duduk di meja dengan Leon yang menghentaknya dari bawah, Posisi ini yang di sukai Angel dia bisa merasakan Leon begitu dalam memasukinya.
Setiap desa han dan lenguhan yang terdengar begitu seirama hingga menciptakan keromantisan diantara keduanya..
Leon terus menghujamkan dirinya ketubuh Angel hingga beberapa kali berubah gaya..
Hingga kini Angel tengah menelungkup kan dirinya di meja makan, dengan Leon di belakangnya dan memasuki lebih cepat, dan semakin cepat.
Hingga gelombang itu terasa semakin dekat "Aku akan datang.."
"Mmhh Ya.."
Dan gelombang itu tiba tanpa bisa di cegah dan memenuhi Angel, bercampur menjadi satu, dan mereka berharap akan tumbuh sesuai harapan yang mereka impikan.
"I Love You Honey, My Angel.."
"I Love You too Mr. Leon, singa jan tanku"
...
Dah ah, nanti ngebul lagi..🤭
Udah ya, udah aku kasih Ektra part yang panas-panas 😅
Like..
Komen..
Vote..
__ADS_1
kopi..kopi..
Bunga..bunga😁