Wanita Malam

Wanita Malam
Bukan Mimpi


__ADS_3

Angel kembali ke Apartemen miliknya, dia kembali menjalani rutinitasnya, dari pagi sampai siang dia akan mengecek galerinya, dan di siang hari dia akan pulang dan menghabiskan waktu dengan melukis.


Angel merasa bebannya sedikit meluap, saat dia mengingat ada dua bayi di perutnya. Dan dia akan berusaha untuk bangkit dan melawan segala ketakutannya, Angel masih bermimpi sesekali, entahlah, bahkan bisa dihitung dengan jari saat-saat Angel tidur dengan nyenyak, salah satunya saat ia tidur di pelukan Leon.


Angel menghela nafasnya, kapan dia bisa melupakan Leon, jika terus begini dia tak yakin bisa memulai hidup baru.


Jari Angel bergerak mengikuti kata hatinya, terus menuangkan cat dengan kuas yang mengaplikasikan nya.


Angel bahkan baru menyadarinya saat dirinya melihat apa yang dia lukis.. tangannya mengambang diudara.. Astaga.. tiba- tiba dia tersenyum pedih.


Angel meletakkan kuas dan mencopot celemeknya, lalu berjalan menuju dapur untuk membersihkan tangannya.


Setelah membersihkan tangannya, Angel berjalan kembali melewati ruang tengah dimana dia melukis, dan sekali lagi dia melihat lukisan yang belum selesai itu lalu melanjutkan langkahnya, memasuki kamar lalu membaringkan tubuhnya yang terasa lelah, hingga tak terasa dia terlelap.


.


.


.


Angel merasakan sesak di dadanya dalam tidurnya dia melihat mimpi buruk itu lagi, dia terus bergumam, kepalanya menggeleng.. keringat mengucur di dahinya, namun matanya terus memejam.


Angel tidur dengan gelisah, kedua telapak tangannya membentuk kepalan erat seolah menahan rasa sakit dalam tidurnya, namun tak lama Angel merasakan dekapan seseorang dan dia berhenti bergerak, lalu Angel terdiam dan menghembuskan nafas tidurnya kembali dengan teratur.


Angel membuka matanya namun dia hanya bisa melihat kegelapan, sejenak dia mengeryit dia tak pernah mematikan lampu saat tertidur karena selalu merasa takut, tapi kenapa dia tak merasa takut sama sekali, Angel merasakan dirinya tak bisa bergerak seluruh tubuhnya terkunci, namun entah mengapa dia merasa nyaman, dia ingin bangun namun rasa nyaman itu menjadikan kantuknya semakin menjadi, hingga dia memilih memejam dan menikmati rasa nyamannya.


Angel bisa mendengar samar-samar seseorang bergumam di belakangnya "Tidurlah Honey aku disini untukmu.." namun mata Angel terlalu berat hinga ia tak tahu itu nyata atau hanya sebuah mimpi.


.


.


.


Angel terbangun saat mendengar suara bising dari arah dapurnya, tepatnya suara spatula beradu dengan wajan.


Angel berjengit bangun lalu dengan cepat dia berjalan keluar kamar, dan melangkahkan kakinya menuju dapur.


"Kau sudah bangun?" Angel tersenyum saat melihat seseorang sedang tersenyum kearahnya, tangannya dengan cekatan menyiapkan sarapan untuknya "Duduklah, sarapannya akan segera siap.."


"Sejak kapan kau disini Bertha?" Ya orang itu Bertha, dia sedang membuatkan sarapan untuk Nonanya.


Angel melihat sekelilingnya dan tak menemukam keanehan sedikitpun.

__ADS_1


"Aku datang sejak jam enam pagi, Nyonya khawatir kau tidak makan dengan benar maka dia sejak semalam memperingatiku"


Angel mencebik "Saat masuk, apa kau melihat seseorang disini?"


Dahi Bertha mengeryit "Seseorang?"


Melihat Bertha yang menampilkan wajah bingung, Angel akhirnya kembali bicara "Tidak, Bertha aku hanya.. hmmm, oh ya Apa yang aku buat?" Angel berusaha mengalihkan pertanyaan, 'Sepertinya aku kembali bermimpi' ucapnya dalam hati.


"Ah, ini susu ibu hamil, dan aku juga membuat omelette dengan banyak sayuran, juga ada Pie buah, jika kau ingin yang manis.. aku tak tahu, tapi biasanya orang hamil suka sesuatu yang aneh di pagi hari, bukan?."


Angel tersenyum lalu melihat pie buah terlihat menyegarkan, buah buahan segar diatas Pie tersebut seolah begitu menggoda lidah Angel untuk segara memakannya "Kau memiliki ide yang bagus, sepertinya Pie buah cukup lezat.."


Angel mencoba satu potong pie, lalu matanya memejam menikmati segarnya buah "Ini lezat Bertha aku tak tahu kamu bisa membuat Pie.. Ayo duduk Bertha kita sarapan bersama" Bertha tersenyum canggung, lalu ikut duduk di kursi di depan Nonanya.


Angel menjalani harinya seperti kemarin ke galeri dan pulang setelahnya, dia tak punya kegiatan lain, Axel membatasinya dan dia sudah mulai bosan.. Angel kembali mendudukan dirinya di depan lukisan yang kemarin belum selesai.


Lukisan seorang pria yang amat dirindukannya, ya Angel melukis wajah Leon, bahkan Angel melakukannya tanpa menyadarinya, Angel berniat menyelesaikannya. Angel tersenyum, Ya, itu bisa dia tunjukkan kepada anak-anaknya kelak dan menunjukan pada mereka siapa Ayah mereka dan dia tak akan mengalami hal seperti dirinya yang sama sekali tak tahu siapa Ayahnya.


Angel, merasakan tengkuknya sedikit berat, sepertinya dia harus berhenti, tak terasa hari sudah malam, dan dia tak menyadari waktu, Angel mengulas senyum saat melihat lukisannya hampir selesai.


"Lihatlah Nak, ini adalah Daddy kalian, Angel mengelus wajah Leon pelan.. Baiklah kita harus segera istirahat"


Angel kembali tidur masih sama dengan lampu menyala, dan terlelap..


Tangan Angel terulur meraba sisi ranjang di sebelahnya, lalu dia mengambil bantal dan mencium aromanya.. Aroma ini?


Ya, Angel mengenali aroma ini..


Angel bangun dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, seperti pagi kemarin Angel melihat Bertha sudah ada disana, berkutat di dapur dengan menu sarapannya.


Angel berdehem lalu Bertha berbalik dengan senyuman canggung nya "Hay, selamat pagi.."


"Hmm pagi, kau masak apa hari ini.?"


Angel mendudukan dirinya di kursi makan.


Bertha menyodorkan makanan yang sudah dia siapkan, Angel tersenyum.. "Kamu sepertinya bisa membaca isi fikiranku"


"Hah?"


"Aku sedang menginginkan ini" Angel memakan salad buahnya, dia memang menginginkan yang segar setiap hari, Asam dan Manis, seperti kemarin dia juga memilih Pie buah.


Bertha mendesah pelan "Baguslah Nona jika kau suka.."

__ADS_1


Angel tersenyum melihat kearah Bertha, "Hmm terimakasih Bertha.."


.


.


.


Malam berikutnya..


Angel memejamkan matanya dia tidur dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya.


Tak berapa lama dia mendengar lampu yang dimatikan,


Tak..


Lalu gelap. Mata Angel terbuka, lalu dia merasakan sisi ranjangnya sedikit bergoyang dan seseorang masuk dalam selimutnya lalu memeluknya..


Angel merasakan tangan itu menyusup ke perutnya, mengelusnya lembut dibalik gaun tidurnya, lalu terdengar gumaman lembut dan pelan, yang membuat Angel menegang.


"Hallo anak-anak Daddy kalian tidak merepotkan mommy hari ini bukan?"


Angel tak bisa menahan dirinya dengan mata masih memejam, dia berbalik dan memeluk erat tubuh hangat itu..


Leon..


Sesaat Angel bisa merasakan tubuh itu menegang lalu dia kembali tenang saat merasakan Angel kembali tenang dan menghembuskan nafas tidurnya, lalu tangan itu kembali mengelus rambutnya "Tidurlah.. aku disini"


Angel ingin menangis bahagia, namun dia harus menahan dirinya, baiklah dia akan menahannya dan memeluk tubuh ini dengan tenang, merasai nyamannya dekapan Leon.


'Ternyata ini bukan mimpi, kamu benar-benar datang'


.


.


.


Like..


komen..


vote..

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2