
Angel merasakan tenggorokannya kering,dia butuh minum namun enggan keluar takut jika bertemu dengan om tuan yang terlihat galak itu.
Angel mengendap pelan pelan untuk menuju dapur sambil sesekali melihat kearah lantai atas takut om tuan itu keluar..
"Apa yang kau lakukan?" Angel berjengit saat mendengar suara Axel di belakangnya,bukannya tadi Axel tidak ada disana?
"Om..tuan"
"Kau mengendap seperti pencuri" Angel menegakkan tubuhnya lalu cemberut.
"Ini rumah Angel om tuan, mengapa Angel harus mencuri dirumah Angel sendiri" Angel mengangkat dagunya seolah dia berani, padahal Axel tau anak itu ketakutan padanya,Axel mendengus mirip ibunya pandai berperan.
"Lalu mengapa kau mengendap ngendap seperti itu?"
"Angel mau minum tapi hanya takut mengganggu om tuan" Angel berjalan kearah meja makan dan duduk di kursi lalu menuang minumannya.
__ADS_1
Axel memasukan kedua tangannya kedalam saku celana training nya lalu duduk di hadapan Angel, dan masih terus menatap lekat Angel,meneliti wajah Angel yang memang mirip dengan Baby,mereka memang ibu dan anak.
Angel yang risi mendapat tatapan dan Axel jadi salah tingkah "Mengapa om tuan melihat Angel seperti itu..?"
"Mengapa memangnya? kau takut?"
"Ti..tidak, mengapa Angel harus takut" dibawah meja Angel meremas tangannya,karna sebenarnya dirinya memang takut, apalagi melihat tatapan Axel yang tajam dengan raut datar itu.
"Baguslah lagipula ibumu sudah mengambil pistol ku, jadi jangan khawatir aku tak bisa macam macam padamu"
"Ya sudah om tuan, Angel mau tidur lagi mom bilang tidak boleh bergadang jika tidak mau kesiangan, selamat malam om tuan" Angel berjalan menuju kamarnya meninggalkan Axel yang masih menatap kepergian Angel dalam diam.
"Jadi bagaimana?" Axel meletakan ponselnya ditelinganya, sejak tadi ia menunggu Dion menghubunginya,hingga ia tak bisa tidur apalagi ia terus mengingat kegiatannya tadi bersama Baby.. sial Baby lagi..
"Semua sudah selesai tuan,club Mery juga sudah di tutup" Axel tau Orang yang sudah mencoba membunuhnya adalah orang suruhan Pablo dan ternyata diperintah oleh Mery.
__ADS_1
Dengan mudah Axel tau, tentu saja.. baginya Pablo hanya seekor penjahat kecil yang bukan tandingannya,apalagi Mery hanya seorang germo amatir yang kebetulan memiliki club yang Axel inginkan,karna itulah Axel menjebak Mery agar mempertaruhkan club malamnya di meja judi.
"Lalu..?"
"Nona Baby masih dirumah sakit tuan,menunggu ibunya.."
"Seharusnya jika dia butuh banyak uang dia harus segera datang padaku bukan?, jelas aku akan dengan mudah membuat nama ibunya naik antrian agar segera di operasi" Axel sengaja mengirimkan uang yang tak sedikit pada Baby agar Baby tau bahwa seorang Axel bisa melakukan apapun asal ia mau mengikuti perintahnya, hanya sekali melayani seorang pria katanya, akan Axel buktikan bahwa Axel bisa menikmati Baby lagi bukan hanya sekali tapi berkali kali, bahkan hari ini pun bukan pertama kalinya Axel menikmati Baby, karna kelicikannya Axel bahkan menikmati Baby saat tak sadarkan diri.
Di sebrang sana Dion merasa bingung dengan tuannya, semakin tak mengerti mengapa repot mengurusi nona Baby,jika hanya ingin bersenang senang mengapa tak mencari lagi wanita lain agar lebih mudah,tapi justru rela mengeluarkan uang yang jumlahnya tak sedikit hanya untuk menjerat seorang wanita malam.
.
.
.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹