
Setelah tiba di lobi hotel, Angel segera masuk dan menaiki lift menuju ke lantai dimana kamarnya berada, tangannya mengetik sesuatu di ponselnya.
-Berikan ini kepada pesaing Jonathan-
Angel mengirim foto berkas-berkas yang tadi di ambilnya dari ruang kerja Jonathan.
Angel termenung sesaat benarkah yang dilakukannya sudah benar, dia tahu apa yang dilakukannya bahkan akan merugikan Leon, itu adalah proyek kerja sama Leon dan Jonathan.
Tiba di unitnya Angel meraba tasnya mencari kunci namun dia menemukan dua key card , dan memiliki wana yang berbeda dia ingat itu kunci unit pribadi Leon, Leon memberikannya tadi padi "Sebagai kekasihku kamu bebas masuk kapan saja"
Angel membalik arah langkahnya menuju kamar Leon yang berada di lantai yang sama.
.
.
.
Leon menghela nafasnya saat melihat Angel berbaring tengkurap di kasurnya kakinya bahkan masih terbalut sepatu.
Sejak tadi dia panik mencari wanitanya ini, tapi dia malah tidur nyenyak di kamarnya.
Titik merah di laptop Bertha menunjukan mereka ada di gedung yang sama dan setelah di ingat kembali Leon sudah memberikan kunci unitnya pada Angel.
Dan benar saja Angel berada di kamarnya, dan dia bernafas lega sekarang.
Leon mengelus pucuk kepala Angel, dan membuat Angel serasa terusik dan mengerjapkan matanya "Aku membangunkan mu?"
Angel menggeleng dan membalikan tubuhnya hingga terlentang "Maaf aku masuk kamarmu tanpa izin"
Leon menggeleng "Tak masalah sayang, aku sudah bilang kamu bebas masuk kapan saja, aku hanya khawatir saat menjemputmu, ternyata kamu sudah pulang"
"Huum, aku di antar Alcio"
"Dan kamu tidak mendengarku" Leon mencubit pipi Angel. "Sudah ku bilang jangan dekati bocah itu"
Angel terkekeh "Kamu cemburu?" Leon tiba tiba menjatuhkan tubuhnya dan mengungkung Angel.
"Ya, aku cemburu, kau puas?" Leon menggesekan hidungnya ke hidung Angel dengan gemas.
__ADS_1
Angel tertawa saat Leon menggelitik pinggangnya "Akhh Leon geli.."
"Ini karena kau nakal, Kamu tak tahu aku sangat khawatir"
"Ya, ya.. maafkan aku.. aku tak akan melakukannya lagi" Angel meronta saat Leon terus menggelitik pinggangnya.
"Kamu berjanji!"
"Ya.. akh.. hahaha"
"Baiklah.."
Leon berhenti dan kini tersisa hanya deru nafas di antara mereka, Angel masih terengah, dia merasa ini kali pertama di tertawa lepas setelah sekian lama dan itu hanya karen Leon menggelitikinya.
Angel tersenyum saat Leon terus menatapnya, sebelah tangannya terangkat menyingkirkan rambut Angel yang berantakan karena ulahnya.
Angel membasahi bibir nya lalu kepalanya terangkat dan mengarahkan bibirnya ke bibir Leon..
Cup..
Leon terpaku mendapat kecupan sekilas tersebut, hingga tak menyadari Angel melarikan diri dari kungkungannya.
"Awas akan ku tangkap kamu!"
Angel terus berlari "Coba saja kalau bisa"
"Kamu membangunkan singa yang kelaparan sayang"
Setelah beberapa saat Angel mulai lemas, dia belum tertangkap tapi Leon belum terlihat lelah, sedangkan dirinya sudah berjongkok untuk mengatur nafasnya.
"Sudah menyerah.."Leon melingkarkan tangannya di pinggang Angel, merabanya secara perlahan lalu menekannya semakin erat, ke dadanya.
Angel nyaris mendesah saat merasakan desiran halus akibat sentuhan Leon, namun Angel menggigit bibirnya kuat.
Selain itu, desiran hasratnya bercampur dengan getaran ketakutan.. "Leonnn.."Angel merenggangkan lehernya saat bibir Leon sudah mendarat di tengkuknya.
"Humm" Leon hanya bergumam, namun tak melepas bibirnya yang menjelajah di leher Angel, dia suka aroma Angel begitu lembut dan memabukkan.
Angel melemas, seluruh syarafnya bekerja keras untuk mengalah pada rangsangan Leon, namun fikirannya belum bisa menerima sepenuhnya, dia masih takut.
__ADS_1
"Leonn.. ah.. po-nselmu" tangan Leon yang tengah meremas dua bukit kembar Angel, terhenti.
"Sh..it" Leon menyadari sejak tadi ponselnya berdering namun dia mencoba acuh, dan tak ingin merusak kebersamaannya.
Tanpa melepas pelukannya Leon merogoh ponsel yang berada di saku celana nya.
"Ya,"
"Tuan, asisten Tuan Michael membawakan berkas penting kita, juga lima belas menit lagi kita akan kedatangan tamu penting" Leon mengeram dia memang masih berada di jam kerja dan di pulang hanya untuk menjemput Angel, tapi rupanya dia menghabiskan waktunya mencari Angel yang hilang sedangkan kini dia enggan untuk melepas Angel, karena merasa belum cukup.
"Aku akan datang.."
Leon mematikan ponselnya lalu mengurai pelukannya. "Aku harus kembali, ada beberapa pekerjaan yang belum selesai"
Angel membalik badannya "Huum, bekerjalah dengan baik"
"Tinggallah disini, aku akan segera pulang" Angel mengangguk, Leon mendaratkan ciuman di bibir Angel sebelum pergi lalu mengecup dahi Angel.
"Maafkan aku" Angel berkata maaf entah untuk sekarang atau hari mendatang.
Leon sudah pergi dia merasa lega karena terlepas lagi dari Leon.
Terimakasih tuhan, karena Angel belum siap menyerahkan dirinya pada Leon.
.
.
.
Jonathan menggeram saat membaca beberapa lembar kertas di tangan nya.
Data diri Angel, dan yang membuatnya terkejut adalah Angel adalah seorang Alonzo.
"Apalagi yang diinginkan Axel"Jonathan terkekeh "Dia bahkan mengirimkan putri haramnya padaku"
Like..
komen..
__ADS_1
vote..