
Belum reda rasa kesal Baby, sekarang Baby harus lebih kesal saat Axel memintanya ikut ke kantor pria itu,untuk apa? dan kini Baby harus menerima tatapan tajam dari para karyawan perempuan Axel, lagi pula siapa yang tak penasaran dengannya, ia tak memakai pakaian formal hanya dres hitam selutut, tentu saja karna dia tak memilikinya,dan dengan riasan tipis nya, baby lebih terlihat seperti pacar gelap Axel dibanding asisten,jelas karna Axel sudah beristri. ya, meskipun memang benar.
Baby mendengus saat bisik bisik dibelakangnya mencibir.. terserah!
Berbeda dengan Baby, mata Axel terasa panas saat melihat tatapan karyawan laki lakinya mencuri pandang kearah Baby, tak jarang juga mereka tersenyum seolah mencari perhatian Baby, saat Axel melihat kebelakang dan menemukan Baby balas tersenyum.
Sialan hatinya terasa panas
, langkah Axel semakin cepat ia ingin segera tiba diruangannya dan mengurung Baby, agar para lelaki itu tak bisa melihat Baby lagi "Cepatlah, lambat sekali!"
"Ck.." Baby berdecak apa Axel tak melihat sepatu hak yang ia pakai, mana bisa jalan cepat seperti itu dasar tak sabaran.
"Kenapa lama sekali!" Saat pintu lift tertutup Axel segera merangkul pinggang Baby dengan possessiv "Jangan pernah tersenyum lagi pada mereka!" titahnya.
Baby mengerutkan keningnya "Kenapa? aku kan cuma mencoba ramah saja.." Baby mencoba melepaskan tangan Axel.
"Tidak boleh ya tidak boleh!" bukannya lepas Axel malah semakin mengeratkan nya.
"Tuan, jangan begini.. bagaimana jika ada yang melihat" Baby khawatir akan ada skandal nanti, meski sebenarnya hubungan mereka memang sebuah skandal, tapi kan belum terbongkar, dan jika terbongkar akan repot ada banyak hati yang akan sakit, dan Baby menghindari itu.
"Ini lift pribadiku tak akan ada yang berani masuk kesini" Baby mendesah lega, baiklah jika begitu.. terserah!
Saat tiba diruangan Axel, Baby melihat Dion duduk di sebuah kursi disudut ruangan, langsung berdiri dan menghampiri mereka "Selamat pagi tuan, nona" Baby mengangguk dan tersenyum canggung sedangkan Axel dengan acuh langsung menuju kursinya.
__ADS_1
Seolah sudah tau tugasnya Dion pun meminta Baby mengikuti nya menuju meja di sudut ruangan, dan memberikan setumpuk kertas berbalut map berwana warni, "Dan ini jadwal tuan hari ini, kamu harus teliti dan jangan sampai ada yang terlewat.."Dion memberikan sebuah tab. Baby tak bisa mendengar lagi perkataan Dion kepalanya sudah pusing lebih dulu.
"Sudahlah Dion jangan berlebihan!" Seolah tau isi kepala Baby tak akan bisa mencerna perkataan Dion, Axel kembali menambahkan "Lagi pula dia disini hanya formalitas" Dion terkekeh lalu berkata "Maaf nona" apa maksudnya? "Tapi jangan sampai anda terlihat bodoh nanti"
Baby memicing "Apa maksud kalian.."
Axel tersenyum smirk sedangkan Dion kembali berkata "Setidak nya pelajari saja dulu ini semua nona.. silahkan" Dion meminta Baby duduk di kursi dan membuka tumpukan berkas "Di baca saja nona!" setelah itu Dion pun keluar dari ruangan Axel.
Dari kursinya Axel bisa melihat Baby dengan leluasa dan kini ia ingin tertawa melihat raut Baby yang berantakan, berulang kali Baby menggaruk kepalanya sambil bergumam, dia menurut ketika Dion memerintahkannya membaca semuanya,Axel menggeleng pelan.
Baby benar benar ingin mengutuk Axel deretan angka dan tulisan di depannya benar benar tak masuk kedalam kepalanya dia tak mengerti, tanyakan pada Baby cara merayu lelaki dan memuaskan mereka maka Baby pasti tau jawabannya karna sudah lima tahun Baby berkecimpung di dalamnya.
Tapi sekarang saat Baby dipaksa mengerti semua itu Baby sungguh frustasi, Baby mengetuk ngetuk mejanya dengan jari lalu sebuah ide muncul ia ingin keluar, apalagi sebenarnya ia menyadari bahwa sejak tadi Axel melihat kearahnya, berada satu ruangan dengan Axel di suasana seperti ini seperti berjalan di atas kerikil,berjalan sakit diam pun kakinya tetap sakit, ia seperti orang bodoh saat ini dan Axel pasti menyadarinya, dan rasanya malu..
"Tuan aku ingin ke toilet" Axel mengerutkan keningnya lalu tanpa bicara ia hanya mengangguk, namun melihat Baby berjalan kearah pintu keluar Axel pun angkat bicara "Mau kemana kau?"
"Toilet ada di sebelah sana Baby, kau tak perlu keluar"Axel menunjuk sebuah pintu yang ada di dalam ruangannya.
Baby tersenyum "Oh, ya baiklah.." Baby pun segera masuk dan mengunci pintu.
Di dalam toilet Baby terus menggerutu "Daras gila, apa maunya sebenarnya.. membawaku ke kantor, asisten apa? aku tak mengerti pekerjaannya lagipula bukankah itu tugas Dion?" Baby duduk di atas kloset lalu merenung beberapa saat.
Dirasa terlalu lama Baby di dalam toilet Axel berencana akan mengetuk pintu kamar mandi, namun baru saja tangan nya terangkat pintu keluar tiba tiba terbuka dan menampakan wanita cantik dan anggun tersenyum kearahnya "Hai sayang" sapanya.
__ADS_1
Axel mengumpat dalam hati apa kerja sekertaris nya di depan pintu itu mengapa selalu tak bisa mencegah wanita ini masuk sial "Kau kemari, ada apa?"
Ami berjalan mendekat lalu memeluk Axel "Tentu saja karna aku rindu, sejak kemarin kamu tak pulang, lagi pula aku ini istri kamu, kenapa selalu mencegah ku masuk langsung, sekertaris kamu itu kurang ajar" Ami menggerutu sambil mengerucutkan bibirnya, mungkin bagi orang lain terlihat menggemaskan, namun itu memuakan bagi Axel, Axel yang tau watak Ami merasa jijik dengan tingkah munafik wanita di depannya ini.
"Aku akan menegurnya nanti, lagi pula dia hanya mematuhi prosedur kantor ini, harus ada laporan dulu untuk bertemu denganku"
"Tapi aku kan istrimu"
"Ya, ya baiklah lain kali tak akan lagi.."
Axel melihat pintu kamar mandi tapi Baby juga belum keluar, apa Baby sengaja tetap diam di dalam karna mendengar suara Ami?
"Mengapa kemari bukankah aku sudah bilang sibukkan dirimu dengan list bulan madu kita"
"Aku sudah selesai dengan list nya, lagipula aku rindu dan kita belum menghabiskan waktu bersama, ayolah Axel aku ingin.." Ami sedikit mende sah manja menggoda Axel, bukannya ia juga biasa melakukannya dimana saja, termasuk di kantor ini.
Axel menghela nafasnya "Dengar Ami, aku harus segera selesaikan pekerjaan ini jika tidak nanti akan ada yang mengganggu bulan madu kita, kau ingin itu terjadi?" Ami menggeleng "Jadi pulanglah, aku harus mengurus semua pekerjaanku lalu nanti malam aku harus berangkat ke luar kota dengan Dion"
"Apa? lagi, lalu kapan kamu ada waktu untuk ku" Axel selalu sibuk dan tak bisa pulang setiap hari, dan itu membuat Ami kesepian.
"Bukan kah nanti kita akan menghabiskan waktu bersama.. maka tenang lah akan ada waktunya"
Ami mende sah pasrah "Baiklah aku pulang" sebelum pulang Ami memberi ciuman panas pada Axel, dan Axel harus membalasnya tak kalah panas, Ami bahkan kembali menggoda namun suaminya ini keras kepala dan malah menyuruhnya kembali pulang.
__ADS_1
Di dalam kamar mandi Baby hanya bisa menghela nafasnya lelah..
Terserah!