AKHIR PENANTIAN SEBUAH ASA

AKHIR PENANTIAN SEBUAH ASA
Rapat Bamus


__ADS_3

Kegiatan di kantor berjalan normal seperti biasanya. Arvi mulai terbiasa dengan rutinitas harian dikantor mendampingi kegiatan Pak Ketua dalam setiap rapat baik dengan OPD atau masyarakat yang ingin bertemu beliau secara langsung. Atau undangan pertemuan dari pihak Dinas terkait tentang kerja DPRD. Menjadi anggota DPRD tidak semudah kelihatannya


Sakti ingin sekali menemuinya tapi rutinitas Kantor begitu padat bahkan sudah hampir seminggu ini ia pulang malam terus. Arvi pun terkesan menghindar darinya. Ia cuek dan seolah-olah tak mempedulikannya. Pernah Sakti menghubunginya untuk sekedar makan siang berdua di Kantin tapi ia tidak mau. Balas pesan di WhatsApp aja lama. Sakti merasa hatinya dipermainkan oleh Arvi. Benih-benih kekecewaan mulai tumbuh seiring tumbuhnya rasa cemburu untuk siapa aja yang mendekatinya.


Siang itu ada kegiatan Rapat BAMUS. Seperti biasa Arvi ikut menemani atasannya. Kedua mata mereka saling bertemu pandang, Arvi berusaha untuk menghindar tatapannya. Tatapan rindu dari Pak Kabag. Entahlah kenapa Arvi menghindari tatapan Sakti. Bahkan tersenyum saja tidak. Pikiran Pak Kabag kacau. Tumben dalam Rapat BAMUS ini tiga pimpinan bisa hadir. Anggota pun hadir sesuai dengan undangan. Sakti pun ada diruangan bersama Pak Sekwan. Rapat dipimpin Ketua DPRD


" Assalamualaikum Warohmatuwohhiwabarokatuh. Selamat Siang Semua !! Terima Kasih saya ucapkan atas kehadiran pimpinan, anggota dan staf PNS maupun honorer di sekwan yang saya banggakan. Dimana pada siang ini kita bertemu membahas Rapat BAMUS guna mengambil Keputusan Tentang Agenda kerja Rapat Paripurna DPRD yang akan segera dilaksanakan. Kita harapkan jadwal Sidang sesuai dengan Agenda kerja DPRD. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya selaku pimpinan rapat maka rapat ini saya nyatakan terbuka. Tok..Tok...Tok..."


Ketua memberi sambutan dan mengetuk palu


Rapat siang itu terlihat alot sebab dari Surat permintaan dari DPRD tentang materi perubahan APBD dari Tim Anggaran Keuangan belum ada tanggapan mengenai materi tersebut yaitu pihak Eksekutif.


Rapat Bamus itu sempat diskor untuk makan siang.


Sewaktu makan siang suasana akrab begitu terlihat antara anggota dengan staf. Tidak ada jarak yang terlihat.


Ketika makan siang terlihat Arvi akrab sekali dengan staf Komisi B Aditya masih muda dan ganteng orangnya. Sakti memperhatikannya sedari tadi percakapan mereka. Pesan WhatsApp Sakti pun tidak dibalasnya. Usai makan siang ketika hendak masuk ruangan Sakti menarik mundur kebelakang.


Terlihat Arvi gugup takut anggota atau staf yang lain lihat mereka.


"Kenapa menghindariku" Sakti menariknya


"Ga ada yang menghindar mas. Aq lagi sibuk". Kilahnya memperhatikan sekeliling ruangan takut ada yang lihat. Clingak clinguk.


" Sabtu besok aq tunggu dirumah".


"Aq gak janji mas pekerjaanku banyak dirumah yang belum kukerjakan mas"


"Kalau gitu aq ketempatmu" Selanya tak mau kalah.


Arvi membuang nafas panjang. " Biasakan mas kita jaga jarak kalau diKantor" Tuturnya.


"Ais..."Tuturnya terhenti ketika ada staf yang baru mau masuk ke ruangan. " Membahas apa? Koq belum masuk Pak?". Tanya staf yang memperhatikannya. "Sedikit lagi bro..saya mau arahkan staf Pak Ketua" Sahutnya berbohong dan Arvi tersenyum nyengir ke arah Staf itu. " Gue masuk dulu ya" Pamitnya masuk menuju ruang rapat. Sakti mengangguk menyetujuinya.


"Saya gak bisa jauh dari kamu. Kamu menghindar dariku"


"Ga ada mas!" Arvi melotot sambil manyun mulutnya ke arah Sakti.

__ADS_1


"Kita pulang bareng?" pintanya.


"Ga bisa mas aq ikut mobil Pak Ketua sekalian satu arah". Kilahnya lagi.


"Mas aq ga mau ada gosip di Kantor"


Pinta Arvi menolaknya


"Arvi... bisa minta tolong cas Hp Bapak diruangan" Suara Pak Ketua mengagetkan dari pintu ruang rapat.


"Siap Bapak" Sahut Arvi mendekat dan menerima Hp atasannya untuk di cas diruang kerja beliau.


" Pak Kabag urusan asmara ditunda dulu rapat mau mulai ini. Kalau gak ada Pak Kabag barang Tara jadi-jadi tinggal baku tunggu. Baku tunggu ga ada habisnya" Kelakar Pak Ketua tertawa akrab.


"Ah Pak Ketua bisa aja" Sakti ikut menimpalinya sembari tertawa.


Akhirnya keduanya masuk ke ruang rapat yang sudah ditunggu anggota yang lain.


Tidak berapa lama Arvi pun masuk keruangan rapat.


Sejak kejadian itu Pak Ketua agak proyek terhadap Arvi Kalau ada kegiatan pulang selalu diantar.


Sampai ditempat kost Santi telah menunggunya dirumah. Sudah ada satu Minggu dia ditempat kost menemaninya Belum balik ke tempat tugas Distrik.


Arvi sedikit tertutup soal asmara dia tidak pernah cerita soal hubungannya dengan Sakti. Sebenarnya Santi penasaran kepo pingin tahu.


Dreeet... dreeet..dreeet


Bergegas Arvi menekan tombol hijau


"Hallo Met malam" suara merdu menyapanya berbeda dengan siang tadi.


"Saya gak bisa keluar. Capek baru pulang kerja" Jawabnya yang terbaring di kursi sofa. Santi memperhatikannya dari ruang tamu.


"Tunggu saya cari Santi dulu" yang bangun dari tidurnya mencari keberadaan Santi.


"Santi ada yang mau bicara" Suara Arvi menyodorkan Hp ke Santi. Terlihat Santi seperti ogah ogahan menerimanya dia tahu siapa yang menunggu dari sebrang Hp.

__ADS_1


Arvi bergegas menuju kamar mandi membersihkan dirinya. Ia tak ingin mencampuri urusan pribadi temannya.


Selesai mandi terlihat Santi udah rapi ingin pergi. Arvi tersenyum menggoda temannya yang lagi ngambek sama cowoqnya.


"Arvi saya ada janji keluar sebentar. Kamu nitip apa?" Santi bertanya Arvi tersenyum senang. "Ga ada kamu jalan sudah saya pingin bobo dikamar. capek seharian dikantor" Sahutnya tersenyum.


"Ga usah tunggu aq ya!"


"Okey Bosss" Arvi tersenyum mengacungkan jempol ke arah Santi.


Tidak berapa lama yang ditunggu pun udah datang menjemputnya. Santi bergegas keluar menuju mobil. Mobil pun berlalu dari pandangan Arvi.


Ketika Arvi ingin masuk kerumah.


"Tiiin.., Tiiin....Tiiiinn" Suara klakson mobil. Sepertinya Arvi kenal siapa yang membunyikan klakson itu. Benar saja Sakti turun dari mobil menghampirinya. Rupanya dia baru pulang dari kantor.


"Mas baru pulang!" Sambutnya degan ramah.


"Iya. Kamu mau kemana?"


" Dirumah aja mas udah malam".


" Ayo kita cari makan" Ajaknya menawari


"Lain kali deh. Mas juga baru pulang kerja capekkan butuh istirahat" kilahnya menolak sembari tersenyum.


" Untukmu tidak ada capek. Ayo kita pergi cari makan lagian juga besok libur" Sakti mencoba membujuknya.


Arvi merasa tidak pede dengan baju yang ia kenakan.


"Tunggu saya ganti baju dulu" Sahutnya memperhatikan bajunya.


" Ga pa-pa kamu tetap cantik koq" Godanya tersenyum membuat Arvi tersipu malu.


"Bisa aja ini Pak Kabag tua ini merayuku" Gumam Arvi tersenyum mendengar pujiannya.


Bergegas Santi mengambil Hp dan Jaket mengunci pintu. Sikap Arvi berubah gak sejutek di kantor tadi siang.

__ADS_1


__ADS_2