
Pemandangan tak biasa diruang Ketua DPRD. Adi dan OB Iwan membaringkannya di Sofa panjang. Adi mencoba mengoleskan minyak kayu putih dihidung Arvi. Tapi ia belum sadar juga. Badannya demam dan wajahnya pucat membuat panik.
Sementara Pak Ketua menghubungi Sopir untuk membawanya ke Rumah Sakit. Sebab sebentar lagi ada Rapat dengan Tim Anggaran. Ia tidak dapat memantau anak kesayangannya itu Arvi.
"Suryo Bapak minta kamu siap-siap antar Arvi ke Rumah Sakit dia pingsan. Ini Adi dan OB Iwan kesitu. Segera ya kamu tungguin sampe ia sadar" Perintah beliau melalui Hp.
"Pingsan Bapak???? Oh ya Pak segera laksanakan" Suara Suryo dengan sigab mendengar perintah atasannya.
Dengan cekatan Mas Suryo membawa Arvi ke rumah Sakit. Sementara Adi dan OB Iwan tetap melaksanakan tugas di Kantor.
Hari ini Sakti sangat sibuk sekali dengan pekerjaannya sebagai Kabag. Banyak yang harus disusunnya. Saking sibuknya sampai ia tidak mengetahui keadaan istrinya yang pingsan. Sebab di otaknya hanya kerja kerja kerja!!!🤭🤭🤭
Agenda hari ini begitu padat dimana Jam dua siang ada Rapat dengan Tim Anggaran Pemda yang dipimpin Sekda. Sehingga Sakti mempersiapkan dengan matang. Ia tak ingin mengecewakan banyak pihak terutama Sekda selaku pembina kepegawaian.
Anggota Dewan dan Tim anggaran sudah hadir di ruang Rapat. Pak Ketua selaku pimpinan DPRD mulai membuka rapat siang itu.
"Assalammualaikum Wbr. Syaloom Tuhan memberkati kita semua. Terima kasih atas kehadiran dari Tim Anggaran yang telah bersedia meluangkan waktu memenuhi undangan dari DPRD"
"Kami selaku anggota DPRD berharap pertemuan dengan Tim Anggaran mampu menjawab keluhan dari masyarakat yang masuk melalui DPRD. Sungguh ironi APBD yang begitu besar tidak mampu diserap lapisan masyarakat terutama Kabupaten yang kita cintai ini".
"Kami selaku anggota DPRD sudah dipersulit dengan aturan birokrasi yang sedemikian banyak dan ribetnya dan perlu diingat memakan energi dan waktu. Masyarakat tak mau tahu tentang aturan birokrasi yang mereka tahu realisasinya ke masyarakat. Membangun disesuaikan dengan kebutuhan bukan menghambur-hamburkan anggaran negara. Ingat loh itu anggaran diperoleh dari pajak yang berasal dari uang rakyat. Bahkan ada beberapa ASN yang bermain proyek dengan skala besar. ".
"Stigma negatif terus mengarah ke anggota DPRD perlahan dan pasti kewenangan DPRD dilemahkan. Mohon Tim Anggaran untuk selaku pengguna anggaran merealisasikan anggaran yang telah disusun dan disyahkan bersama"
Sambutan Pak Ketua yang menyindir Tim Anggaran.
Tim anggaaran pun tak mau kalah berupaya untuk menjelaskan soal lemahnya penyerapan anggaran di masyarakat. Lebih tepatnya mereka menjelaskan jika Anggaran dari pusat mulai dikurangi karena sistem keuangan sekarang bersifat acuntable, sistematis dan transparansi.
Bahkan ada tambahan dari Anggota DPRD yang lain terutama Anggota BANGGAR yang menyoroti kinerja eksekutif.
Rapat tersebut berlangsung lebih dari empat jam. Bahkan mereka pulang sampe magrib karena banyaknya materi rapat dari BANGGAR.
Flassback
__ADS_1
Di Rumah Sakit Arvi sudah mulai tersadar dari pingsannya. Wajahnya lusuh dan pucat. Suryo tampak gembira rekan kerjanya sudah sadar. Dokter menyarankan agar Arvi di rawat inap tapi Arvi menolak.
"Sudah berapa hari anda merasakan pusing disertai mual dan muntah?
"Sekitar dua hari ini tapi hari ini yang parah sekali dok" Jelasnya.
"Untuk lebih lanjut saya sarankan anda rawat inap disini kondisi anda sangat lemah dan letih sekali"
"Saya rawat jalan saja dok"
"Anda yakin tidak mau rawat inap"
Arvi menggelengkan kepala pelan.
"Baiklah saya tidak akan memaksa nona. Ini saya buatkan resep mohon dibeli di Apotik"
Dokter menulis secarik kertas kecil dan memberikannya.
Sembari tersenyum tipis ia menerima resep tersebut. Arvi sempat melirik resep yang ditulis dokter. Ia agak kaget jika resep itu sebuah tespek, multivitamin penambah darah serta obat yang ia tak tahu kegunaannya.
Menyadari sang pasien yang sedikit bimbang ia tersenyum seolah meyakinkan dan memberi semangat walau lewat senyuman mautnya. 🤣🤣🤣
"Kalau begitu saya permisi dok. Terima kasih"
"Jangan banyak pikiran semangat" Tutur dokter itu penuh semangat keyakinan dan Arvi membalasnya dengan senyuman.
Arvi bangkit dari duduknya tak lupa ia menjabat tangan sang dokter.
Rupanya sang dokter ikut berdiri menemani Arvi menuju pintu ke luar ruangan. Suryo yang berada di luar pun beranjak mendekat menghampirinya.
Selama di dalam mobil Arvi hanya termenung diam pikirannya tertuju di resep obat.
"Apa betul aq hamil???" batinnya bertanya-tanya sendiri. Sebab tamu bulanan ga menentu. Semenjak keluar dari Rumah Sakit ia terus memegangi perutnya. Hal tersebut diperhatikan Suryo.
__ADS_1
"Perutmu sakit mbak" Tanyanya dengan logat medok Jawa.
"Gak Mas "
"Koyo wong hamil wae digodoki terus" Suara Mas Suryo mengejutkan pikirannya.
(Seperti orang hamil dipegangi terus)
"Wes rasah dipikir awakmu bathi stres. Bapak Yo ngono nek nesu. Gedhe suarane nyaline ciut iku. Opo meneh Karo ibu" Lanjut Suryo yang tak tahu masalah. Dalam pikirannya Arvi pingsan dapat marah Pak Ketua makanya ia menasehati biar tidak terlalu berpikir.
(Sudah tidak usah kamu pikirkan nanti bisa stres. Bapak ya begitu kalau marah. Besar suara nyalinya tidak ada. Apalagi dengan ibu).
"Mboten mas bapak becek koq"
(Tidak mas bapak baik koq)
"Oh tak kiro mau Kowe diseneni nganti pingsan"
(Oh saya kira kamu dimarahi sampe pingsan)
Arvi tersenyum menggelengkan kepala pelan.
"Mas mampir di Apotik ya?" Arvi mengingatkan Mas Suryo untuk berhenti kebetulan melintas di Apotik.
Arvi hendak turun tapi Suryo melarangnya. Ia ingin membelinya sendiri tapi Suryo takut jika dia pingsan. Sebab dia terlihat pucat sekali.
"Jangan biar aq yang tebus tadi Bapak sudah pesan. Kamu di mobil aja saya takut kamu pingsan dijalan"
Mas Suryo menebus obat tersebut. Ia hanya melirik obat tersebut. Ada rasa aneh dipikirannya sebab pesan dari penjaga Apotik jika ada salah satu obat diminum untuk pagi hari mengurangi frekuensi muntahnya.
"Wah selamat ya mas istrinya hamil" Ucap petugas Apotik memberi selamat padanya.
"Iya makasih mbak!" Sahut Mas Suryo nyengir ga tahu mau jawab apa.
__ADS_1
Bergegas ia balik ke mobil.