AKHIR PENANTIAN SEBUAH ASA

AKHIR PENANTIAN SEBUAH ASA
Bertemu Mama Tercinta


__ADS_3

Kegiatan terakhir hanya sampe jam dua belas siang. Sakti pun bergegas ke rumah sang mama. Sudah lama ia tidak menjenguk mamanya. Sebagai anak yang terakhir menikah Sakti bak anak bungsu sebab sang adek telah menikah duluan.


Sakti tersenyum melihat sang mama dengan asyik menonton acara televisi. Suara televisi yang kencang hingga menyamarkan gerak langkah kakinya memasuki rumah. Sengaja ia tak memberi kabar untuknya. Ibunya sudah cukup umur pendengarannya juga mulai berkurang.


Sakti berjibaku didapur dengan bahan yang ada. Ia ingin membuatkan nasi goreng untuk sang mama. Mamanya sangat menyukai masakannya. Setelah selesai baru ia duduk di samping sang mama.


"Mama makan dulu nasi gorengnya" Pintanya dengan santai duduk disebelahnya.


Sang mama masih gak ngeh dengan kehadiran anak lelakinya. Dikira cucunya yang duduk disebelahnya.


"Iyo nanti nenek makan" Jawab sang mama masih serius nonton film India kesukaannya🤭🤭🤭


"Mama makan dulu keburu dingin tidak enak" Bujuknya lagi.


"Tunggu dulu kalau ada iklan" Jawabnya lagi.


"Heh mama ini" Gerutunya kesal yang bangkit mengambil sepiring nasi goreng buatannya dari meja makan menuju sofa tempat sang mama menonton televisi. Sakti jongkok dihadapan sang mama.


"Ma. Makan dulu yuk" Sakti mencoba menyuapi sang mama.


Sang mama baru sadar jika anaknya ada dihadapannya.


"Ya Allah kapan kamu datang? Mama sampai gak tahu?" Suara sang mama memeluknya. Ada rasa bahagia yang tak tertahankan.


"Mana istrimu koq gak diajak masuk?" Tanya sang mama mencoba mencari istrinya.


"Mama mau kemana?" Tanya Sakti tersenyum melihat ibunya sehat.


"Istrimu" Jawab sang mama penuh penasaran.


"Maaf ma. Untuk saat ini Sakti belum bisa membawanya ke rumah. Soalnya istri Sakti lagi hamil. Mama mau punya cucu lagi" Jelas Sakti mencium kedua tangan sang mama dengan punuh sayangnya.


"Duh Gusti syukur kalau anak mantuku sudah hamil. Mana-mana aq ingin melihatnya. Cepat hubungi dia" Pinta sang mama penuh semangat.


Dengan senang hati Sakti mengikuti permintaan mamanya. Segera ia keluarkan Ponselnya dari saku celananya.


Tidak berapa lama panggilannya terhubung ke sang istri.

__ADS_1


"Assalamualaikum Mas"


"Waalaikum Salam dek. Sudah makan siang?"


"Alhamdulilah mas sudah tadi mas Iwan antar ke rumah. Oh ya kakak ipar tidak bisa datang ada kerja lembur di kantor" Jelas Arvi


"Ya sudah gak pa-pa. Kamu gak muntah-muntah lagi?"


"Masih mas"


"Semoga kamu kuat ya dek. Oh ya mas ada dirumah mama. Mama pingin ngomong sama kamu dek" Jelas Sakti memberikan ponselnya kepada sang mama.


"Hallo. Assalamualaikum nak gimana kabar kamu sehat?" Tanya sang mama penuh semangat.


"Waalaikum Salam ma. Alhamdulilah kabar sehat Ma"


"Betulkah yang Sakti bilang katanya kamu hamil sekarang? Wah selamat ya sayang mau kasih mama cucu"


"Iya ma"


"Sakti kenapa kamu kasih tinggal istrimu yang lagi hamil? Kamu ga sayang istrimu? Sibuk dengan kerja" Protesnya marah sang anak


"Banyak alasan kamu nak. Maafin mama ya nak belum bisa bertemu sekarang, Tapi terima kasih sudah bersedia menjadi istrinya. Mama kira Sakti gak akan kawin betah menjomblo terus-menerus. Mama bersyukur ada wanita yang mau menerimanya kasih dia mama cucu. Sehat terus ya nak mama selalu mendoakanmu"


Omel mamanya yang panjang membuat Arvi tersenyum penuh haru. Walau belum pernah bertemu Arvi bisa merasakan jika sang mertua sangat sayang dan bangga memilikinya.


"Dalam menjalani rumah tangga harus banyak sabar.. sabar.. sabar. Mama yakin kamu wanita yang hebat tidak salah pilih memilihmu" Puji sang mertua.


"Makasih ma nasehatnya" Sahut Arvi dari sebrang sana.


"Makan yang banyak dan bergizi biar kandunganmu kuat kayak bapaknya. Mama juga rindu dengan kamu nak. Mama minta maaf belum bisa kesana"Sahut sang mama penuh kasih.


"Mama jangan banyak-banyak wejangan nanti istriku bisa lupa! Apalagi kalian juga belum pernah ketemu satu sama lain" Protes sang anak menggoda. Arvi hanya tertawa terhibur mendengar suaminya mengganggu sang mama.


"Ini ni sifat Sakti yang mama tidak suka ngentengin masalah. Mama harap gak menurun di bayi kalian" Celetuk sang mama tertawa menggoda anaknya.


"Arvi jaga baik-baik kandunganmu nak walau muntah kamu harus tetap makan bertahan sayang demi cucu mama" Lanjutnya lagi

__ADS_1


"Itu pasti ma" Sahut Arvi tersenyum mendengar nasehat sang mama mertua.


"Ah mama jangan buka kartu di istriku. Aq kan jadi malu ma" Sahut Sakti menimpali.


"Saya kira urat malumu sudah putus" Sahut sang mama ketus mengganggu anak kesayangannya.


Percakapan mereka terhenti sebab Sakti meminta sang mama untuk makan nasi goreng buatannya. Sakti tahu mamanya menyukai masakannya nasi goreng. Sakti hanya mampir kerumah bertemu sang mama dan kedua saudaranya. Malam hari sekitar jam sembilan malam baru balik ke hotel.


Walau hanya beberapa jam tapi mampu mengobati rasa kangennya pada mama dan kedua saudaranya. Ada rasa sedih yang tak dapat ia sembunyikan belum bisa membawa sang istri kerumah. Sang mama dan saudara mengerti alasannya.


Disatu sisi karena pekerjaan disatu sisi sang istri sedang hamil sendirian dirumah. Pikirannya terbagi antara pekerjaan dan istri.


Sakti memutuskan pulang lebih awal. Sakti ingin ikut mobil pagi hari biar siang bisa sampai rumah. Perjalanan balik ke kota D membutuhkan waktu. Setidaknya ada waktu istirahat dirumah. Sebab esok harinya bisa masuk kantor seperti biasa.


Sakti kembali ke hotel.


Dilobi hotel Sakti melihat beberapa rekan kerja menyambut kehadirannya.


"Malam Pak Kabag!"


"Malam juga kawan" Sahut Sakti


"Pak Kabag dari mana saja saya kira Pak Kabag sudah jalan pulang?"


"Oh saya ada pulang tengok mama dirumah" Jelas Sakti.


"Pak Kabag kapan balik ke Rumah? Bareng ya pak?" Tanyanya lagi


"Rencana besok pagi jam delapan. Okey kalau begitu saya gak mau kayak kemarin"


"Sip Pak kita bareng" Sahut yang lainnya menyetujui ide Pak Kabag. Tentu kedua temannya juga setuju.


"Kalau begitu saya masuk dulu ke kamar" Ucap Sakti mengakhiri percakapan mereka.


"Pak Kabag tidak mau belanja dulu?" Salah satu anak buahnya mengingatkan. Sakti menepuk jidatnya. Ia hampir melupakan hal itu.


"Aduh saya sampe lupa. Mari kita cari oleh-oleh kalau besok pagi belum ada yang buka" Ucapnya teringat akan oleh-oleh untuk istrinya.

__ADS_1


Akhirnya mereka berempat pergi naik ojek membeli oleh-oleh untuk keluarga dirumah.


Kota Manokwari terkenal dengan buah dan ikan lautnya yang segar. Buah tangan yang paling dicari ya Ikan asar dan Roti Abon Gulung yang terkenal kelezatannya. Tak lupa Sakti membeli kebutuhan yang tidak di jual di kota D. Untung ketiga anak buahnya mengingatkannya jika tidak pasti dia pulang dengan tangan kosong. Walau Arvi tidak meminta dibawakan buah tangan. Sakti ingin membuktikan jika dia suami yang perhatian padanya.


__ADS_2